Dukung Transformasi Sistem Kesehatan Nasional lewat Kemitraan Strategis
Sabtu, 14 Juni 2025 - 08:06 WIB
loading...
Pemerintah Indonesia mendorong transformasi sistem kesehatan nasional yang mencakup enam pilar utama. Salah satunya transformasi teknologi kesehatan yang bertujuan mempercepat adopsi teknologi medis terkini. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia mendorong transformasi sistem kesehatan nasional yang mencakup enam pilar utama. Salah satunya transformasi teknologi kesehatan yang bertujuan mempercepat adopsi teknologi medis terkini guna meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses terhadap diagnostik modern, serta mendorong efisiensi dan ketepatan dalam pengambilan keputusan klinis.
Sebagai langkah nyata dari transformasi tersebut, Kementerian Kesehatan mulai menginisiasi Program Quick Win atau Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) 2025 Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada upaya nyata dan cepat. Hal ini demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan termasuk melalui integrasi teknologi dan kemitraan strategis.
Mendukung agenda tersebut, GE HealthCare Indonesia menjalin kemitraan strategis terbaru dengan Mandaya Hospital Group untuk mengembangkan Mandaya Royal Hospital Antasari menjadi salah satu flagship reference site GE HealthCare terbesar di Asia Tenggara.
Baca juga: Mandaya Royal Hospital Puri Resmikan Pusat Jantung Anak
Ini memperkuat peran GE HealthCare sebagai pemimpin regional dalam teknologi pencitraan diagnostik dan kedokteran nuklir.
President Director GE HealthCare Indonesia Kriswanto Trimoeljo menjelaskan transformasi sistem kesehatan Indonesia mengharuskan adanya kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta untuk mempercepat adopsi teknologi, memperluas akses, dan meningkatkan kualitas layanan.
“Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan kolaborasi sebelumnya. Mandaya Royal Hospital Puri saat ini telah menjadi show site GE HealthCare untuk layanan kedokteran nuklir, bahkan menjadi tujuan kunjungan profesional medis dari Malaysia dan Vietnam,” ujarnya, Sabtu (14/6/2025).
“Riwayat keberhasilan kerja sama dengan Mandaya Royal Hospital Puri sebagai pusat layanan onkologi dan kedokteran nuklir membuat GEHC semakin yakin untuk menggandeng Mandaya Royal Hospital Antasari yang saat ini sedang dalam proses pembangunan sebagai calon pusat unggulan GEHC di Asia Tenggara,” sambungnya.
Menyambut kerja sama ini, dr Ben Widaja, President Director Mandaya Hospital Group menyampaikan kolaborasi dengan GE HealthCare merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi Mandaya untuk menjadi rumah sakit kelas dunia yang mengedepankan layanan berbasis presisi.
“Kami memilih GE Health Care karena kapabilitas global mereka dalam teknologi pencitraan dan kedokteran nuklir yang terbukti mampu meningkatkan akurasi diagnostik dan mempercepat pengambilan keputusan klinis," ungkapnya.
Investasi ini bukan semata tentang teknologi, namun juga membangun masa depan layanan kesehatan dimulai dari penguatan SDM hingga pembentukan ekosistem pembelajaran regional.
Melalui kemitraan ini, Mandaya Royal Hospital Antasari akan dikembangkan sebagai pusat pelatihan dan kolaborasi regional yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga kawasan Asia Tenggara.
Menyusul pendahulunya, Mandaya Royal Hospital Puri, yang telah menghadirkan berbagai teknologi medis terkini seperti Digital PET Scan untuk pusat layanan kanker terpadu, Mandaya Royal Hospital Antasari juga akan menampilkan teknologi pencitraan diagnostik terkini serta layanan onkologi berbasis presisi dan berperan sebagai pusat pembelajaran regional melalui pengembangan immersion training site di bidang kedokteran nuklir.
Kehadiran fasilitas ini mempertegas komitmen GE HealthCare untuk mendukung keunggulan klinis sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia dan Asia Tenggara.
President & CEO GE HealthCare International Elie Chaillot menambahkan kemitraan strategis dengan Mandaya Hospital Group mencerminkan misi global untuk menghadirkan precision care sekaligus meningkatkan standar layanan kesehatan secara menyeluruh.
"Indonesia adalah pasar penting bagi GE HealthCare. Kami bangga melihat teknologi kami turut memperluas akses terhadap diagnostik dan terapi berkualitas tinggi,” ucapnya.
Sebagai langkah nyata dari transformasi tersebut, Kementerian Kesehatan mulai menginisiasi Program Quick Win atau Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) 2025 Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada upaya nyata dan cepat. Hal ini demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan termasuk melalui integrasi teknologi dan kemitraan strategis.
Mendukung agenda tersebut, GE HealthCare Indonesia menjalin kemitraan strategis terbaru dengan Mandaya Hospital Group untuk mengembangkan Mandaya Royal Hospital Antasari menjadi salah satu flagship reference site GE HealthCare terbesar di Asia Tenggara.
Baca juga: Mandaya Royal Hospital Puri Resmikan Pusat Jantung Anak
Ini memperkuat peran GE HealthCare sebagai pemimpin regional dalam teknologi pencitraan diagnostik dan kedokteran nuklir.
President Director GE HealthCare Indonesia Kriswanto Trimoeljo menjelaskan transformasi sistem kesehatan Indonesia mengharuskan adanya kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta untuk mempercepat adopsi teknologi, memperluas akses, dan meningkatkan kualitas layanan.
“Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan kolaborasi sebelumnya. Mandaya Royal Hospital Puri saat ini telah menjadi show site GE HealthCare untuk layanan kedokteran nuklir, bahkan menjadi tujuan kunjungan profesional medis dari Malaysia dan Vietnam,” ujarnya, Sabtu (14/6/2025).
“Riwayat keberhasilan kerja sama dengan Mandaya Royal Hospital Puri sebagai pusat layanan onkologi dan kedokteran nuklir membuat GEHC semakin yakin untuk menggandeng Mandaya Royal Hospital Antasari yang saat ini sedang dalam proses pembangunan sebagai calon pusat unggulan GEHC di Asia Tenggara,” sambungnya.
Menyambut kerja sama ini, dr Ben Widaja, President Director Mandaya Hospital Group menyampaikan kolaborasi dengan GE HealthCare merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi Mandaya untuk menjadi rumah sakit kelas dunia yang mengedepankan layanan berbasis presisi.
“Kami memilih GE Health Care karena kapabilitas global mereka dalam teknologi pencitraan dan kedokteran nuklir yang terbukti mampu meningkatkan akurasi diagnostik dan mempercepat pengambilan keputusan klinis," ungkapnya.
Investasi ini bukan semata tentang teknologi, namun juga membangun masa depan layanan kesehatan dimulai dari penguatan SDM hingga pembentukan ekosistem pembelajaran regional.
Melalui kemitraan ini, Mandaya Royal Hospital Antasari akan dikembangkan sebagai pusat pelatihan dan kolaborasi regional yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga kawasan Asia Tenggara.
Menyusul pendahulunya, Mandaya Royal Hospital Puri, yang telah menghadirkan berbagai teknologi medis terkini seperti Digital PET Scan untuk pusat layanan kanker terpadu, Mandaya Royal Hospital Antasari juga akan menampilkan teknologi pencitraan diagnostik terkini serta layanan onkologi berbasis presisi dan berperan sebagai pusat pembelajaran regional melalui pengembangan immersion training site di bidang kedokteran nuklir.
Kehadiran fasilitas ini mempertegas komitmen GE HealthCare untuk mendukung keunggulan klinis sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia dan Asia Tenggara.
President & CEO GE HealthCare International Elie Chaillot menambahkan kemitraan strategis dengan Mandaya Hospital Group mencerminkan misi global untuk menghadirkan precision care sekaligus meningkatkan standar layanan kesehatan secara menyeluruh.
"Indonesia adalah pasar penting bagi GE HealthCare. Kami bangga melihat teknologi kami turut memperluas akses terhadap diagnostik dan terapi berkualitas tinggi,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :