Jimly Asshiddiqie Usul Presiden Dipilih Rakyat dan Wapres Dipilih MPR

Jum'at, 13 Juni 2025 - 17:00 WIB
loading...
Jimly Asshiddiqie Usul...
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menyarankan untuk memperkuat sistem kepemimpinan presidential bila melakukan amandemen kelima UUD 1945. Foto/Achmad Al Fiqri
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menyarankan untuk memperkuat sistem kepemimpinan presidential bila melakukan amandemen kelima UUD 1945 . Salah satunya, dengan mengubah mekanisme pemilihan presiden (pilpres).

Jimly mengusulkan agar presiden tetap dipilih langsung oleh rakyat, sementara wakil presiden (wapres) dipilih oleh MPR. Hal itu dilontarkan Jimly dalam forum Politics &Colleagues Breakfast (PCB) bertajuk "Menimbang Amandemen Konstitusi."

"Nah, oleh karena itu, supaya jangan ribet, biar capresnya banyak, dan yang kedua, biar dia kuat, dia (capres) dipilih langsung oleh rakyat, wakilnya enggak usah, wakilnya dipilih oleh MPR saja, sehingga MPR menjadi semakin penting," ujar Jimly dalam diskusi di Sekretariat PCB, Jakarta Selatan, Jumat (13/6/2025).

Baca juga: Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie: Enggak Usah Kembali ke UUD 1945 Asli



Jimly mengatakan, MK telah menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20%. Untuk itu, ia menilai peluang banyaknya kandidat calon presiden (capres) akan terjadi di Pilpres 2029.

Ia menilai wajar dan tak masalah bila kandidat akan semakin banyak. Menurutnya, hal ini akan membuka peluang figur di luar non-Jawa terpilih menjadi presiden.

Di luar etnis, ia menilai, banyaknya kandidat juga membuktikan figur yang terpilih menjadi presiden merupakan pilihan rakyat. Ia pun mencontohkan Vladimir Putin.

"Jadi yang mendaftar di KPU sebagai capres di Rusia tahun 2018, Anda tahu nggak, 34 orang. Setelah diverifikasi oleh KPU di Moskow, yang berhasil memenuhi syarat 8 orang. Begitu delapan orang ini disahkan, kampanye ke mana-mana," kata Jimly.

"Lalu begitu pemilihan, pemungutan suara, Vladimir Putin dapat 76 persen. Yang lain tuh dapat 2 persen, 1 persen, gitu kan. Tapi, kenapa begitu? Karena Putin tuh sangat dicintai oleh rakyatnya. Artinya, kalau rakyatnya menghendaki seseorang, pasti dipilih. Tanpa harus menutup peluang bagi yang 7 orang lagi," sambungnya.

Kendati demikian, Jimly menilai, calon presiden tetap dipilih langsung oleh rakyat, sementara wapres dipilih oleh MPR. Dengan begitu, ia menilai lembaga MPR RI akan menjadi kuat.

"Kedua, si wakil presiden ini punya jaringan dukungan mayoritas, sehingga ketika dia bekerja membantu presiden, dia bisa lebih efektif," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Ferdinand Hutahaean:...
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
Wacana Pembatasan Jabatan...
Wacana Pembatasan Jabatan Kapolri Tidak Diperlukan, Kurangi Fleksibilitas Presiden
Bareskrim Dalami Laporan...
Bareskrim Dalami Laporan JK terhadap Rismon, Bukti Digital Dikumpulkan
Ditanya Maju Pilpres...
Ditanya Maju Pilpres 2029, Anies: Kita Lihat Nanti
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Rekomendasi
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Berita Terkini
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved