Prabowo: Pertahanan Indonesia Defensif, Tak Ada Proyeksi Kekuatan Militer ke Luar Negeri
Rabu, 11 Juni 2025 - 14:54 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi pameran Indo Defence, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025). Foto/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkap Indonesia kini tengah memperkuat sistem pertahanan negara. Kendati demikian, penguatan pertahanan ini bersifat defensif sehingga tak ada proyeksi kekuatan militer ke luar negeri.
"Indonesia menyatakan bahwa postur pertahanan kami, pandangan kami tentang pertahanan, adalah postur yang bersifat defensif," ungkap Prabowo dalam sambutannya di acara Indo Defence yang digelar di Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025).
Baca juga: Buka Indo Defence 2025, Presiden Prabowo Sebut Try Sutrisno Sesepuh TNI
Prabowo menegaskan Indonesia tidak memiliki kepentingan eksternal terkait proyeksi kekuatan militer ke luar negeri. Upaya penguatan sistem pertahanan ini semata-mata untuk menciptakan pertahanan yang kuat atas wilayah sendiri.
"Seluruh postur pertahanan kami, seluruh upaya memperkuat pertahanan kami, difokuskan untuk menciptakan pertahanan yang kuat atas wilayah kami sendiri," tegas dia.
Prabowo juga menyebut Indonesia menghormati kekuatan militer semua negara.
Baca juga: Indo Defence 2025, Presiden Prabowo: Tidak Ada Bangsa Waras yang Menghendaki Perang!
"Kami menyadari bahwa kami tidak sekuat kekuatan global, dan karena itulah kebijakan pemerintah Indonesia, termasuk pemerintahan saya, adalah kebijakan non-blok, kebijakan netralitas," tegasnya.
"Kami menghormati semua kekuatan, kami menghormati semua negara, dan kami ingin menjaga hubungan terbaik dengan semua negara," tandasnya.
"Indonesia menyatakan bahwa postur pertahanan kami, pandangan kami tentang pertahanan, adalah postur yang bersifat defensif," ungkap Prabowo dalam sambutannya di acara Indo Defence yang digelar di Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025).
Baca juga: Buka Indo Defence 2025, Presiden Prabowo Sebut Try Sutrisno Sesepuh TNI
Prabowo menegaskan Indonesia tidak memiliki kepentingan eksternal terkait proyeksi kekuatan militer ke luar negeri. Upaya penguatan sistem pertahanan ini semata-mata untuk menciptakan pertahanan yang kuat atas wilayah sendiri.
"Seluruh postur pertahanan kami, seluruh upaya memperkuat pertahanan kami, difokuskan untuk menciptakan pertahanan yang kuat atas wilayah kami sendiri," tegas dia.
Prabowo juga menyebut Indonesia menghormati kekuatan militer semua negara.
Baca juga: Indo Defence 2025, Presiden Prabowo: Tidak Ada Bangsa Waras yang Menghendaki Perang!
"Kami menyadari bahwa kami tidak sekuat kekuatan global, dan karena itulah kebijakan pemerintah Indonesia, termasuk pemerintahan saya, adalah kebijakan non-blok, kebijakan netralitas," tegasnya.
"Kami menghormati semua kekuatan, kami menghormati semua negara, dan kami ingin menjaga hubungan terbaik dengan semua negara," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :