Teroris Beralih ke Ruang Siber, Kadensus 99 Banser: Tak Bisa Hanya Andalkan Penindakan
Sabtu, 07 Juni 2025 - 20:53 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini diperkuat fakta sepanjang tahun 2024, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memblokir 180.954 konten bermuatan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di ruang siber.
Sebagian besar konten tersebut merupakan propaganda dari jaringan teroris seperti ISIS, HTI, dan JAD yang secara aktif menyebarkan ideologi kekerasan melalui platform digital.
Perubahan medan pertempuran ini tak bisa disikapi dengan cara biasa. Ke depan strategi deradikalisasi tak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum dan penindakan semata. Sebab paparan paham radikal telah beredar luas di dunia maya dan dapat menyasar siapa saja.
Dia menyebut langkah-langkah pencegahan, terutama dalam konteks kontra-radikalisasi, untuk mengendalikan ancaman terorisme sangat penting dilakukan.
“Karena hari ini yang kita hadapi bukan lagi kelompok berpakaian seragam militan, melainkan nalar yang terpapar, narasi yang menyimpang, dan mengkhawatirkan terdapat penyusup ke institusi resmi dengan wajah damai tapi agenda terselubung,” paparnya.
Secara konkret, Ahmad Bintang mendorong pemerintah dalam hal ini Densus 88, BNPT, serta pihak-pihak lain untuk terus menerus melakukan pendidikan kebangsaan dan ideologi Pancasila yang kuat di tingkat keluarga, sekolah, dan kampus.
Sebagian besar konten tersebut merupakan propaganda dari jaringan teroris seperti ISIS, HTI, dan JAD yang secara aktif menyebarkan ideologi kekerasan melalui platform digital.
Perubahan medan pertempuran ini tak bisa disikapi dengan cara biasa. Ke depan strategi deradikalisasi tak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum dan penindakan semata. Sebab paparan paham radikal telah beredar luas di dunia maya dan dapat menyasar siapa saja.
Dia menyebut langkah-langkah pencegahan, terutama dalam konteks kontra-radikalisasi, untuk mengendalikan ancaman terorisme sangat penting dilakukan.
“Karena hari ini yang kita hadapi bukan lagi kelompok berpakaian seragam militan, melainkan nalar yang terpapar, narasi yang menyimpang, dan mengkhawatirkan terdapat penyusup ke institusi resmi dengan wajah damai tapi agenda terselubung,” paparnya.
Secara konkret, Ahmad Bintang mendorong pemerintah dalam hal ini Densus 88, BNPT, serta pihak-pihak lain untuk terus menerus melakukan pendidikan kebangsaan dan ideologi Pancasila yang kuat di tingkat keluarga, sekolah, dan kampus.
Lihat Juga :