Golkar: Kelestarian Raja Ampat Prioritas, Pemerintah Hentikan Sementara Tambang Nikel
Sabtu, 07 Juni 2025 - 12:22 WIB
loading...
A
A
A
Sarmuji juga menegaskan bahwa konservasi laut dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan di Raja Ampat adalah prioritas utama pemerintah. “Kawasan ini menyimpan kekayaan alam unik yang tidak ditemukan di tempat lain. Karena itu, pemerintah bersama masyarakat dan lembaga terkait berkomitmen untuk melindungi dan menjaga lingkungan dari keserakahan ekonomi sesaat,” ungkapnya.
Dia menuturkan bahwa izin penambangan nikel di Raja Ampat diperoleh pada sekitar 2017, ketika Bahlil Lahadalia belum menjadi anggota kabinet pemerintah. Saat itu, Bahlil masih menjabat sebagai ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Diketahui, aktivitas tambang nikel di Raja Ampat terungkap pada 3 Juni lalu oleh Greenpeace Indonesia. Dalam unjuk rasa yang dilakukan bertepatan dengan penyelenggaraan Indonesia Critical Minerals Conference & Expo di Jakarta, Greenpeace mengungkapkan keberadaan tambang nikel yang mengancam kawasan konservasi laut Raja Ampat.
Atas polemik tersebut, Bahlil mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional tambang nikel di kawasan tersebut. Bahlil berencana melakukan kunjungan kerja ke wilayah Papua. Kunjungan itu ingin meninjau sumur minyak dan melihat Raja Ampat.
"Jadi insyaallah, doakan saja, saya kebetulan ada rencana, mau kunjungi wilayah Papua Barat Daya dan Papua Barat, mau kunjungi sumur-sumur minyak di Sorong, di Fak-Fak sama Bipi, di Bentuni, nah mungkin saya lihat celah-celah waktu saya di situ, saya akan mencoba (kunjungi raja Ampat)," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Jumat (6/6/2025).
Dia menuturkan bahwa izin penambangan nikel di Raja Ampat diperoleh pada sekitar 2017, ketika Bahlil Lahadalia belum menjadi anggota kabinet pemerintah. Saat itu, Bahlil masih menjabat sebagai ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Diketahui, aktivitas tambang nikel di Raja Ampat terungkap pada 3 Juni lalu oleh Greenpeace Indonesia. Dalam unjuk rasa yang dilakukan bertepatan dengan penyelenggaraan Indonesia Critical Minerals Conference & Expo di Jakarta, Greenpeace mengungkapkan keberadaan tambang nikel yang mengancam kawasan konservasi laut Raja Ampat.
Atas polemik tersebut, Bahlil mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional tambang nikel di kawasan tersebut. Bahlil berencana melakukan kunjungan kerja ke wilayah Papua. Kunjungan itu ingin meninjau sumur minyak dan melihat Raja Ampat.
"Jadi insyaallah, doakan saja, saya kebetulan ada rencana, mau kunjungi wilayah Papua Barat Daya dan Papua Barat, mau kunjungi sumur-sumur minyak di Sorong, di Fak-Fak sama Bipi, di Bentuni, nah mungkin saya lihat celah-celah waktu saya di situ, saya akan mencoba (kunjungi raja Ampat)," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Jumat (6/6/2025).
Lihat Juga :