Polisi Tembak Komplotan Kriminal di Sidoarjo, Sahroni: Sudah Terukur dan Penuh Perhitungan
Rabu, 04 Juni 2025 - 20:48 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyebut langkah tim gabungan dari Polres Sidoarjo, Tulungagung, serta Ditreskrimum Polda Jawa Timur menembak mati dua anggota sudah terukur. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni merespons langkah tim gabungan dari Polres Sidoarjo, Tulungagung, serta Ditreskrimum Polda Jawa Timur menembak mati dua anggota komplotan spesialis pembobol toko dan distributor rokok di Jalan Tol Sidoarjo, Selasa, 3 Juni 2025 dini hari. Adapun komplotan tersebut diketahui terdiri dari empat orang, yakni A, E, N, dan J.
Mereka sebelumnya melakukan aksi pembobolan toko di wilayah Gresik, Sidoarjo, Tulungagung, Malang, dan Situbondo. Penembakan dilakukan sebab mereka berupaya kabur dengan menabrak kendaraan petugas dan melaju dengan kecepatan tinggi.
Sahroni menilai langkah kepolisian sudah tepat. Politikus Partai Nasdem ini berpendapat bahwa dalam meringkus pelaku kriminal, keselamatan aparat adalah hal utama.
Baca juga: Sahroni: Sekali Lagi Ditegaskan, Tak Ada Ruang untuk Premanisme!
“Tindakan yang diambil oleh tim gabungan Polda Jatim sudah tepat, karena pelaku melawan dan membahayakan petugas. Belum lagi tindak kriminalitasnya yang tentu sangat meresahkan warga," ungkapnya.
"Saya yakin, tindakan polisi sudah dilakukan secara terukur, penuh perhitungan dan tidak gegabah. Ini juga menjadi pesan bagi para pelaku kriminalitas agar mau mengikuti perintah polisi ketika tertangkap, karena dalam melaksanakan tugasnya pilisi dilindungi undang-undang,” ujar Sahroni.
Baca juga: Demi Jaga Muruah Institusi, Sahroni Minta Pembacok Jaksa Dihukum Maksimal
Lebih lanjut, Sahroni menyatakan bahwa dukungan terhadap aparat penegak hukum perlu terus diberikan agar kejahatan jalanan tidak mendapat ruang.
“Selanjutnya, perlu diingat bahwa dalam menindak para pelaku kriminal, polisi memang seharusnya tidak lembek kepada para pelaku. Karena kalau tidak disikapi dengan keras seperti ini, kriminalitas bakal merajalela, sehingga keamanan terganggu dan masyarakat dirugikan,” pungkasnya.
Mereka sebelumnya melakukan aksi pembobolan toko di wilayah Gresik, Sidoarjo, Tulungagung, Malang, dan Situbondo. Penembakan dilakukan sebab mereka berupaya kabur dengan menabrak kendaraan petugas dan melaju dengan kecepatan tinggi.
Sahroni menilai langkah kepolisian sudah tepat. Politikus Partai Nasdem ini berpendapat bahwa dalam meringkus pelaku kriminal, keselamatan aparat adalah hal utama.
Baca juga: Sahroni: Sekali Lagi Ditegaskan, Tak Ada Ruang untuk Premanisme!
“Tindakan yang diambil oleh tim gabungan Polda Jatim sudah tepat, karena pelaku melawan dan membahayakan petugas. Belum lagi tindak kriminalitasnya yang tentu sangat meresahkan warga," ungkapnya.
"Saya yakin, tindakan polisi sudah dilakukan secara terukur, penuh perhitungan dan tidak gegabah. Ini juga menjadi pesan bagi para pelaku kriminalitas agar mau mengikuti perintah polisi ketika tertangkap, karena dalam melaksanakan tugasnya pilisi dilindungi undang-undang,” ujar Sahroni.
Baca juga: Demi Jaga Muruah Institusi, Sahroni Minta Pembacok Jaksa Dihukum Maksimal
Lebih lanjut, Sahroni menyatakan bahwa dukungan terhadap aparat penegak hukum perlu terus diberikan agar kejahatan jalanan tidak mendapat ruang.
“Selanjutnya, perlu diingat bahwa dalam menindak para pelaku kriminal, polisi memang seharusnya tidak lembek kepada para pelaku. Karena kalau tidak disikapi dengan keras seperti ini, kriminalitas bakal merajalela, sehingga keamanan terganggu dan masyarakat dirugikan,” pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :