Bantu Palestina, PCINU Yordania Salurkan Water Station ke Kamp Pengungsian
Rabu, 04 Juni 2025 - 17:01 WIB
loading...
PCINU Yordania kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan water station kepada warga Palestina di sejumlah kamp pengungsian. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yordania kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan water station kepada warga Palestina di sejumlah kamp pengungsian di wilayah perbatasan Yordania–Palestina.
Bantuan Water Station ini merupakan respons AQUA atas kebutuhan air minum bersih yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi yang terdampak akibat konflik berkepanjangan di Gaza.
Ketua Tanfidziyah PCI-NU Yordania, KH. AR. Hakim Syadzali mengatakan beberapa bantuan yang telah diberikan meliputi bahan kebutuhan pokok, makanan siap saji, fasilitas air bersih berupa water station, serta kegiatan trauma healing, terutama bagi anak-anak yang mengalami dampak psikologis akibat konflik.
Baca juga: Kelompok Perlawanan Baru Dibentuk, Brigade Martir Mohammed Deif Serang Israel di Golan
“Penyaluran dilakukan di beberapa titik kamp pengungsian, antara lain Kamp Pengungsi Distrik Zarqa, Barak Zumlat Amir Ghazi, dan Kawasan Muqabilain,” ujarnya, Rabu (4/6/2025).
Langkah ini merupakan komitmen PCINU terhadap konflik berkepanjangan di Gaza akibat agresi militer Israel telah menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Kondisi tersebut memaksa ribuan keluarga meninggalkan wilayah konflik dan mencari perlindungan di negara tetangga seperti Yordania.
Karenanya, bantuan diharapkan meringankan beban para pengungsi. Sabab, pemberian ini tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga emosional, agar para pengungsi merasa tetap mendapat dukungan dari dunia luar.
Baca juga: 4 Negara Pendukung Palestina Terkuat, Irlandia Memiliki Keterikatan Sejarah Penjajahan
AQUA menjadi salah satu produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang secara langsung terlibat dalam aksi kemanusiaan ini melalui kemitraannya dengan PCINU Yordania. Mereka aktif dalam kerja sama kemanusiaan melalui berbagai lembaga seperti Kedutaan Besar Palestina, LazisNU, LazisMU, Baznas, hingga TNI AL dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
“Melalui kemitraan ini, AQUA memperluas jangkauan kebaikannya hingga ke kamp-kamp pengungsian yang masih memerlukan bantuan. Ini adalah bentuk konkret dari kepedulian kami terhadap isu kemanusiaan,” lanjut KH. Hakim.
Diharapkan fasilitas water station yang dibangun di lokasi-lokasi pengungsian menjadi solusi krisis air bersih yang selama ini menjadi keluhan utama para pengungsi. Selain itu, bantuan juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyaluran logistik, melainkan juga simbol solidaritas dan kepedulian dari masyarakat Indonesia terhadap penderitaan warga Palestina.
Dengan menggabungkan sumber daya, pengalaman, dan semangat kebersamaan, PCINU Yordania dan AQUA berharap dapat memberi dampak nyata bagi kehidupan para pengungsi. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan lintas negara.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menjadi bagian dari solusi. Ketika kita tidak bisa hadir secara fisik di medan konflik, maka kita hadir dengan kepedulian dan bantuan nyata,” ujarnya.
Perlu diketahui, konflik yang terjadi di Gaza telah menyebabkan lebih dari 35.000 korban jiwa dan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Banyak di antaranya kini hidup dalam kondisi serba terbatas di kamp-kamp pengungsi yang tersebar di Yordania, Lebanon, dan wilayah lainnya.
Bantuan Water Station ini merupakan respons AQUA atas kebutuhan air minum bersih yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi yang terdampak akibat konflik berkepanjangan di Gaza.
Ketua Tanfidziyah PCI-NU Yordania, KH. AR. Hakim Syadzali mengatakan beberapa bantuan yang telah diberikan meliputi bahan kebutuhan pokok, makanan siap saji, fasilitas air bersih berupa water station, serta kegiatan trauma healing, terutama bagi anak-anak yang mengalami dampak psikologis akibat konflik.
Baca juga: Kelompok Perlawanan Baru Dibentuk, Brigade Martir Mohammed Deif Serang Israel di Golan
“Penyaluran dilakukan di beberapa titik kamp pengungsian, antara lain Kamp Pengungsi Distrik Zarqa, Barak Zumlat Amir Ghazi, dan Kawasan Muqabilain,” ujarnya, Rabu (4/6/2025).
Langkah ini merupakan komitmen PCINU terhadap konflik berkepanjangan di Gaza akibat agresi militer Israel telah menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Kondisi tersebut memaksa ribuan keluarga meninggalkan wilayah konflik dan mencari perlindungan di negara tetangga seperti Yordania.
Karenanya, bantuan diharapkan meringankan beban para pengungsi. Sabab, pemberian ini tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga emosional, agar para pengungsi merasa tetap mendapat dukungan dari dunia luar.
Baca juga: 4 Negara Pendukung Palestina Terkuat, Irlandia Memiliki Keterikatan Sejarah Penjajahan
AQUA menjadi salah satu produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang secara langsung terlibat dalam aksi kemanusiaan ini melalui kemitraannya dengan PCINU Yordania. Mereka aktif dalam kerja sama kemanusiaan melalui berbagai lembaga seperti Kedutaan Besar Palestina, LazisNU, LazisMU, Baznas, hingga TNI AL dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
“Melalui kemitraan ini, AQUA memperluas jangkauan kebaikannya hingga ke kamp-kamp pengungsian yang masih memerlukan bantuan. Ini adalah bentuk konkret dari kepedulian kami terhadap isu kemanusiaan,” lanjut KH. Hakim.
Diharapkan fasilitas water station yang dibangun di lokasi-lokasi pengungsian menjadi solusi krisis air bersih yang selama ini menjadi keluhan utama para pengungsi. Selain itu, bantuan juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyaluran logistik, melainkan juga simbol solidaritas dan kepedulian dari masyarakat Indonesia terhadap penderitaan warga Palestina.
Dengan menggabungkan sumber daya, pengalaman, dan semangat kebersamaan, PCINU Yordania dan AQUA berharap dapat memberi dampak nyata bagi kehidupan para pengungsi. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan lintas negara.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menjadi bagian dari solusi. Ketika kita tidak bisa hadir secara fisik di medan konflik, maka kita hadir dengan kepedulian dan bantuan nyata,” ujarnya.
Perlu diketahui, konflik yang terjadi di Gaza telah menyebabkan lebih dari 35.000 korban jiwa dan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Banyak di antaranya kini hidup dalam kondisi serba terbatas di kamp-kamp pengungsi yang tersebar di Yordania, Lebanon, dan wilayah lainnya.
(cip)
Lihat Juga :