Sekjen Liga Muslim Dunia Puji Peran Kemanusiaan PBNU
Selasa, 03 Juni 2025 - 13:34 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia H.E. Sheikh Dr. Muhammad bin Abdul Karim al-Issa bertemu Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf dan memuji peran Nahdlatul Ulama (NU). Foto/Ist
A
A
A
RIYADH - Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Rabithah al-Alam al-Islami) atau The Muslim World League (MWL) H.E. Sheikh Dr. Muhammad bin Abdul Karim al-Issa memuji peran Nahdlatul Ulama (NU). Apresiasi itu terkait kiprah NU di bidang kemanusiaan dan dunia internasional.
Pujian itu disampaikan Sheikh al-Issa yang juga menjabat Ketua Dewan Ulama Senior Dunia Islam saat menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf beserta rombongan di kantor pusat MWL di Riyadh, Arab Saudi, pada Selasa (2/6/2025).
Baca juga: Liga Muslim Dunia Serukan Penghentian Perang di Palestina
"Kami sangat berbangga dengan keberadaan Nahdlatul Ulama dan mengapresiasi peran serta kiprahnya yang luar biasa besar bagi dunia internasional dan kemanusiaan," ujar Sheikh al-Issa.
Diakui pula, MWL merasa senang dan sangat mengapresiasi kemitraan dan kerjasama strategis yang selama ini telah terjalin antara pihaknya dengan PBNU.
"Kami juga merasa berbesar hati dan sangat mengapresiasi dengan terjalinnya kemitraan dan kerjasama strategis antara MWL dengan PBNU. Kemitraan ini memiliki nilai yang sangat penting dan luar biasa besar," imbuh Sheikh al-Issa.
Salah satu agenda besar yang sukses dilaksanakan oleh kemitraan antara MWL dan PBNU adalah terselenggaranya forum KTT R-20 di Bali pada bulan November 2022 silam, sebagai bagian dari kegiatan KTT G-20.
Baca juga: Jambore Muslim Dunia 100th Gontor 2025 Masuk International Union of Muslim Scouts
Oleh sebab itu, MWL berharap, agar kemitraan strategis yang selama ini telah terjalin dengan PBNU dapat terus berlanjut dan berkembang. Lebih dari itu, dapat bekerja bersama dalam waktu dekat dengan mengadakan program dan agenda lain.
Sementara itu, Yahya Cholil Staquf yang akrab disapa Gus Yahya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kiprah MWL yang luar biasa besar bagi dunia Islam dan masyarakat internasional.
"PBNU juga berharap agar dapat terus melanjutkan dan mengembangkan lebih jauh lagi ikatan hubungan baik serta kemitraan yang selama ini telah terjalin dengan MWL," ungkap Gus Yahya.
Pada kesempatan itu, Gus Yahya melaporkan, bahwa hasil kerjasama yang baik antara PBNU dan MWL telah menghasilkan sebuah event bersejarah berupa forum KTT R-20 di Bali pada November 2022 silam.
Hasil dari KTT tersebut telah dihimpun dalam sebuah buku yang ditulis dalam 3 bahasa, yaitu Inggris, Arab dan Indonesia.
Pasca digelarnya R-20 di Bali pada November 2022, PBNU telah membuat inisiatif-inisiatif internasional, dengan menghimpun para tokoh besar agama-agama dunia guna mencari solusi untuk berbagai permasalahan global dewasa ini, dengan mengadakan event lanjutan.
Di antaranya adalah ASEAN IIDC yang diadakan pada Agustus 2023 di Jakarta, R-20 ISORA pada November 2023 di Jakarta, serta Konferensi Internasional Humanitarian Islam pada November 2024 di Jakarta.
Dalam kunjungan dan pertemuannya dengan Sheikh al-Issa dan pihak MWL, Ketua Umum PBNU didampingi oleh Dr. H. A. Ginanjar Sya'ban (Wakil Sekretaris Jenderal PBNU), H. Achmad Ghufron Siraj (Wakil Ketua Umum GP Ansor), Sugiri Suparwan (Wakil Kepala Perwakilan atau DCM KBRI Riyadh), Rendy Bagus Pranantyo (Sekretaris II KBRI Riyadh) serta sejumlah staf KBRI Riyadh lainnya.
Pujian itu disampaikan Sheikh al-Issa yang juga menjabat Ketua Dewan Ulama Senior Dunia Islam saat menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf beserta rombongan di kantor pusat MWL di Riyadh, Arab Saudi, pada Selasa (2/6/2025).
Baca juga: Liga Muslim Dunia Serukan Penghentian Perang di Palestina
"Kami sangat berbangga dengan keberadaan Nahdlatul Ulama dan mengapresiasi peran serta kiprahnya yang luar biasa besar bagi dunia internasional dan kemanusiaan," ujar Sheikh al-Issa.
Diakui pula, MWL merasa senang dan sangat mengapresiasi kemitraan dan kerjasama strategis yang selama ini telah terjalin antara pihaknya dengan PBNU.
"Kami juga merasa berbesar hati dan sangat mengapresiasi dengan terjalinnya kemitraan dan kerjasama strategis antara MWL dengan PBNU. Kemitraan ini memiliki nilai yang sangat penting dan luar biasa besar," imbuh Sheikh al-Issa.
Salah satu agenda besar yang sukses dilaksanakan oleh kemitraan antara MWL dan PBNU adalah terselenggaranya forum KTT R-20 di Bali pada bulan November 2022 silam, sebagai bagian dari kegiatan KTT G-20.
Baca juga: Jambore Muslim Dunia 100th Gontor 2025 Masuk International Union of Muslim Scouts
Oleh sebab itu, MWL berharap, agar kemitraan strategis yang selama ini telah terjalin dengan PBNU dapat terus berlanjut dan berkembang. Lebih dari itu, dapat bekerja bersama dalam waktu dekat dengan mengadakan program dan agenda lain.
Sementara itu, Yahya Cholil Staquf yang akrab disapa Gus Yahya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kiprah MWL yang luar biasa besar bagi dunia Islam dan masyarakat internasional.
"PBNU juga berharap agar dapat terus melanjutkan dan mengembangkan lebih jauh lagi ikatan hubungan baik serta kemitraan yang selama ini telah terjalin dengan MWL," ungkap Gus Yahya.
Pada kesempatan itu, Gus Yahya melaporkan, bahwa hasil kerjasama yang baik antara PBNU dan MWL telah menghasilkan sebuah event bersejarah berupa forum KTT R-20 di Bali pada November 2022 silam.
Hasil dari KTT tersebut telah dihimpun dalam sebuah buku yang ditulis dalam 3 bahasa, yaitu Inggris, Arab dan Indonesia.
Pasca digelarnya R-20 di Bali pada November 2022, PBNU telah membuat inisiatif-inisiatif internasional, dengan menghimpun para tokoh besar agama-agama dunia guna mencari solusi untuk berbagai permasalahan global dewasa ini, dengan mengadakan event lanjutan.
Di antaranya adalah ASEAN IIDC yang diadakan pada Agustus 2023 di Jakarta, R-20 ISORA pada November 2023 di Jakarta, serta Konferensi Internasional Humanitarian Islam pada November 2024 di Jakarta.
Dalam kunjungan dan pertemuannya dengan Sheikh al-Issa dan pihak MWL, Ketua Umum PBNU didampingi oleh Dr. H. A. Ginanjar Sya'ban (Wakil Sekretaris Jenderal PBNU), H. Achmad Ghufron Siraj (Wakil Ketua Umum GP Ansor), Sugiri Suparwan (Wakil Kepala Perwakilan atau DCM KBRI Riyadh), Rendy Bagus Pranantyo (Sekretaris II KBRI Riyadh) serta sejumlah staf KBRI Riyadh lainnya.
(shf)
Lihat Juga :