9 Tokoh Masuk Bursa Calon Ketua Umum PPP, Ada Jokowi dan Anies
Minggu, 01 Juni 2025 - 12:33 WIB
loading...
Sedikitnya sembilan tokoh masuk bursa calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dari kesembilan tokoh itu, ada Jokowi dan Anies. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sedikitnya sembilan tokoh masuk bursa calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ). Kesembilan tokoh itu berasal dari kader internal dan orang luar partai berlambang Ka'bah.
Muktamar X PPP dikabarkan berlangsung pada September 2025. Meski berlangsung empat bulan lagi, beberapa nama calon ketua umum PPP sudah dimunculkan para kader PPP dari berbagai tingkatan. Nama-nama tersebut memang belum resmi diusung karena muktamar belum berlangsung.
Sedikitnya sembilan tokoh masuk bursa calon ketua umum PPP. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, seperti kader internal dan luar parpol. Siapa saja? Berikut ini profil singkatnya.
Posisi Mentan juga diembannya saat masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) pada 2014-2019. Di akhir periode kedua pemerintahan Jokowi, tepatnya pada Oktober 2023, politikus berlatar belakang pengusaha ini kembali ke posisi Mentan, kemudian dipertahankan oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabinet Merah Putih.
Agus Suparmanto disodorkan sebagai menteri oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Posisinya sebagai Mendag kemudian diisi oleh Muhammad Lutfi Lutfi.
Pada 2017–2022, Anies menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pada Pilpres 2024, Anies diusung menjadi calon presiden (capres) oleh Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Kebangkitan Bangsa. Berpasangan dengan Abdul Muhaimin Iskandar, Anies gagal menjadi presiden setelah kalah dari pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Anies sempat dikabarkan akan diusung kembali sebagai Cagub Jakarta 2024, termasuk oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun, beberapa hari jelang pendaftaran ternyata PDIP mengusung Pramono Anung-Rano Karno. Nama suami Fery Farhati ini kemudian santer disebut akan dicalonkan oleh PDIP sebagai Cagub Jawa Barat. Namun, Anies menolaknya.
Baca Juga: Jenderal Purn Dudung Ogah Maju Jadi Caketum PPP, Usman M Tokan: Hal Biasa
Dudung merupakan lulusan Akademi Militer 1988 B dari kesatuan Infanteri. Sebelum menjabat sebagai KSAD, dia menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Dudung juga pernah menjadi Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020 – 25 Mei 2021. Pria kelahiran Bandung, 19 November 1965 yang terakhir menyandang pangkat Jenderal TNI ini kini menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Pertahanan Nasional/Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan.
Nama Dudung masuk dalam bursa calon ketua umum PPP. Namun, Dudung telah menyatakan ketidaksiapannya terjun ke politik sebagai calon ketua umum PPP. "Saya tidak (maju sebagai caketum PPP). Ya Saya belum berminat politik, hehehe," kata Dudung saat ditemui di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (29/5/2029).
Sebelum menjadi presiden, Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo. Meski tidak lagi menjadi presiden, mantan kader PDIP tetap eksis di perpolitikan nasional. Ayah Gibran Rakabuming Raka ini disebut layak memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan PPP.
Baca Juga: Ikrar Nusa Bhakti Prediksi PPP Tenggelam jika Dipimpin Jokowi
Ketua Mahkamah Partai PPP Ade Irfan Pulungan mengatakan, usulan Jokowi menjadi ketua umum didasari atas kepentingan politik PPP untuk Pemilu 2029. Salah satu tujuannya, bisa membawa kembali PPP mendapat kursi di DPR RI. "Minimal itu targetnya adalah masuk kembali di Senayan," ucap Ade.
Jabatan Plt Ketua Umum PPP diemban Mardiono sejak September 2022. Dia menggantikan Suharso Monoarfa. Meski gagal membawa PPP eksis di Senayan (DPR RI), nama Mardiono yang kini menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan ini tetap dipertimbangkan untuk kembali memimpin partai berlambang Ka'bah tersebut.
Politikus yang tiga periode menjadi anggota DPR RI ini aktif di PPP dengan memulai karier dari bawah, yakni Wakil Sekretaris DPC PPP Kabupaten Rembang (2006–2007). Dia kemudian masuk DPP PPP dan akhirnya menjadi Sekjen PPP hingga 2025.
Baca Juga: Menerka Alasan Dudung dan Gus Ipul Tolak Pimpin PPP
Politikus yang akrab disapa Gus Ipul ini pernah juga menjadi anggota DPR RI, Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia, Wakil Gubernur Jawa Timur, dan Wali Kota Pasuruan.
Meski masuk bursa caketum PPP, Gus Ipul menyatakan tak akan maju. Sekjen PBNU ini mengaku tak punya kemampuan untuk memimpin partai berlogo Ka'bah itu. "Bukan sekarang aja ya, selalu itu disebut-sebut. Dan biasanya terus hilang gitu aja, jadi enggak usah kaget gitu," kata Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).
Pada 14 Juni 2023, Sandiaga resmi bergabung menjadi kader PPP. Mantan Politikus Partai Gerindra ini didaulat menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP. Namun, Sandiaga gagal membawa partai yang pernah menempatkan Hamzah Haz sebagai Wakil Presiden ini tetap eksis di Senayan. Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu kini aktif kembali sebagai penguasaha.
Muktamar X PPP dikabarkan berlangsung pada September 2025. Meski berlangsung empat bulan lagi, beberapa nama calon ketua umum PPP sudah dimunculkan para kader PPP dari berbagai tingkatan. Nama-nama tersebut memang belum resmi diusung karena muktamar belum berlangsung.
Sedikitnya sembilan tokoh masuk bursa calon ketua umum PPP. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, seperti kader internal dan luar parpol. Siapa saja? Berikut ini profil singkatnya.
9 Tokoh Masuk Bursa Calon Ketua Umum PPP
1. Andi Amran Sulaiman
Andi Amran Sulaiman lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 27 April 1968). Saat ini, Amran menjabat Menteri Pertanian di Kabinet Merah Putih.Posisi Mentan juga diembannya saat masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) pada 2014-2019. Di akhir periode kedua pemerintahan Jokowi, tepatnya pada Oktober 2023, politikus berlatar belakang pengusaha ini kembali ke posisi Mentan, kemudian dipertahankan oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabinet Merah Putih.
2. Agus Suparmanto
Agus Suparmanto lahir di Jakarta, 23 Desember 1965. Dia adalah Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Maju pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, tepatnya sejak tanggal 23 Oktober 2019 hingga 22 Desember 2020.Agus Suparmanto disodorkan sebagai menteri oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Posisinya sebagai Mendag kemudian diisi oleh Muhammad Lutfi Lutfi.
3. Anies Baswedan
Anies Rasyid Baswedan lahir di Kuningan, Jawa Barat pada 7 Mei 1969). Akademisi, aktivis, dan politikus ini Nama Anies masuk dalam perbincangan positif kader PPP Jakarta.Pada 2017–2022, Anies menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pada Pilpres 2024, Anies diusung menjadi calon presiden (capres) oleh Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Kebangkitan Bangsa. Berpasangan dengan Abdul Muhaimin Iskandar, Anies gagal menjadi presiden setelah kalah dari pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Anies sempat dikabarkan akan diusung kembali sebagai Cagub Jakarta 2024, termasuk oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun, beberapa hari jelang pendaftaran ternyata PDIP mengusung Pramono Anung-Rano Karno. Nama suami Fery Farhati ini kemudian santer disebut akan dicalonkan oleh PDIP sebagai Cagub Jawa Barat. Namun, Anies menolaknya.
4. Dudung Abdurachman
Dudung Abdurachman merupakan seorang purnawirawan TNI. Jabatan tertinggi di dunia militer yaitu sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada tanggal 17 November 2021 sampai 17 November 2023.Baca Juga: Jenderal Purn Dudung Ogah Maju Jadi Caketum PPP, Usman M Tokan: Hal Biasa
Dudung merupakan lulusan Akademi Militer 1988 B dari kesatuan Infanteri. Sebelum menjabat sebagai KSAD, dia menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Dudung juga pernah menjadi Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020 – 25 Mei 2021. Pria kelahiran Bandung, 19 November 1965 yang terakhir menyandang pangkat Jenderal TNI ini kini menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Pertahanan Nasional/Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan.
Nama Dudung masuk dalam bursa calon ketua umum PPP. Namun, Dudung telah menyatakan ketidaksiapannya terjun ke politik sebagai calon ketua umum PPP. "Saya tidak (maju sebagai caketum PPP). Ya Saya belum berminat politik, hehehe," kata Dudung saat ditemui di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (29/5/2029).
5. Joko Widodo
Joko Widodo (Jokowi) lahir di Solo, 21 Juni 1961. Jokowi merupakan Presiden ke-7 RI sejak 2014-2024.Sebelum menjadi presiden, Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo. Meski tidak lagi menjadi presiden, mantan kader PDIP tetap eksis di perpolitikan nasional. Ayah Gibran Rakabuming Raka ini disebut layak memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan PPP.
Baca Juga: Ikrar Nusa Bhakti Prediksi PPP Tenggelam jika Dipimpin Jokowi
Ketua Mahkamah Partai PPP Ade Irfan Pulungan mengatakan, usulan Jokowi menjadi ketua umum didasari atas kepentingan politik PPP untuk Pemilu 2029. Salah satu tujuannya, bisa membawa kembali PPP mendapat kursi di DPR RI. "Minimal itu targetnya adalah masuk kembali di Senayan," ucap Ade.
6. Muhamad Mardiono
Muhamad Mardiono lahir di Yogyakarta, 9 Juli 1957. Dia merupakan petahana alias Plt ketua umum PPP saat ini.Jabatan Plt Ketua Umum PPP diemban Mardiono sejak September 2022. Dia menggantikan Suharso Monoarfa. Meski gagal membawa PPP eksis di Senayan (DPR RI), nama Mardiono yang kini menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan ini tetap dipertimbangkan untuk kembali memimpin partai berlambang Ka'bah tersebut.
7. M Arwani Thomafi
Arwani Thomafi lahir di Rembang, Jawa Tengah, 21 November 1975. Saat ini, Arwani merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP.Politikus yang tiga periode menjadi anggota DPR RI ini aktif di PPP dengan memulai karier dari bawah, yakni Wakil Sekretaris DPC PPP Kabupaten Rembang (2006–2007). Dia kemudian masuk DPP PPP dan akhirnya menjadi Sekjen PPP hingga 2025.
8. Saifullah Yusuf
Saifullah Yusuf lahir di Pasuruan, 28 Agustus 1964. Mantan politikus PDIP ini kini menjadi Menteri Sosial.Baca Juga: Menerka Alasan Dudung dan Gus Ipul Tolak Pimpin PPP
Politikus yang akrab disapa Gus Ipul ini pernah juga menjadi anggota DPR RI, Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia, Wakil Gubernur Jawa Timur, dan Wali Kota Pasuruan.
Meski masuk bursa caketum PPP, Gus Ipul menyatakan tak akan maju. Sekjen PBNU ini mengaku tak punya kemampuan untuk memimpin partai berlogo Ka'bah itu. "Bukan sekarang aja ya, selalu itu disebut-sebut. Dan biasanya terus hilang gitu aja, jadi enggak usah kaget gitu," kata Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).
9. Sandiaga Uno
Sandiaga Salahuddin Uno lahir di Pekanbaru, 28 Juni 1969. Dia merupakan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan juga Cawapres 2019.Pada 14 Juni 2023, Sandiaga resmi bergabung menjadi kader PPP. Mantan Politikus Partai Gerindra ini didaulat menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP. Namun, Sandiaga gagal membawa partai yang pernah menempatkan Hamzah Haz sebagai Wakil Presiden ini tetap eksis di Senayan. Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu kini aktif kembali sebagai penguasaha.
(zik)
Lihat Juga :