Delegasi Swedia Dorong Pengembangan Layanan Kesehatan Berkelanjutan
Sabtu, 31 Mei 2025 - 08:46 WIB
loading...
Delegasi Swedia yang dipimpin Menteri Kesehatan Acko Ankarberg Johansson mengunjungi pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals Group. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Delegasi Swedia yang dipimpin Menteri Kesehatan Acko Ankarberg Johansson mengunjungi pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals Group. Kunjungan ini merupakan bagian dari Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) yakni kolaborasi bilateral dalam memperkuat sistem kesehatan nasional yang tangguh melalui praktik inovatif dan berkelanjutan.
Kunjungan ini juga dalam rangkaian SISP Healthcare Conference & Symposium 2025 yang menyoroti peran penting Indonesia dalam inovasi layanan kesehatan global.
Acara ini juga dihadiri Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan institusi ternama dari Swedia seperti Karolinska Institute. Kunjungan ini mencakup tur ke berbagai fasilitas spesialis di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta, termasuk Radiotherapy and Cyclotron Center serta Breast Cancer Center Alliance.
Delegasi berinteraksi langsung dengan para tenaga medis untuk bertukar wawasan dan menjajaki peluang kolaborasi dalam pengobatan kanker dan teknologi medis lanjutan.
CEO Siloam Hospitals Group Caroline Riady mengatakan, dua fokus utama yang menjadi kontribusi pihaknya yakni aksesibilitas dan keberlanjutan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen dalam menjawab tantangan kesehatan di Indonesia dengan solusi jangka panjang dan dapat dikembangkan.
Di sisi lain, Swedia berada dalam posisi strategis untuk mendukung visi ini guna memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil dan kurang terlayani di seluruh Indonesia.
Delegasi Swedia menunjukkan perhatian besar terhadap pengembangan kapasitas melalui pelatihan profesional dan kemitraan akademik, khususnya dalam bidang onkologi, transplantasi, dan kardiologi.
Upaya kolaboratif yang direncanakan mencakup uji klinis, pencatatan data kanker, dan inovasi kesehatan digital, yang sejalan dengan agenda kesehatan nasional Indonesia untuk solusi layanan kesehatan yang transformatif.
“Kunjungan ini menunjukkan kesiapan kami untuk berkolaborasi secara global. Kerja sama erat dengan Swedia akan secara signifikan memperkuat kapasitas kami dalam memberikan solusi layanan kesehatan yang inklusif dan siap menghadapi masa depan," ujar Caroline, dikutip Sabtu (31/5/2025).
Menteri Kesehatan Swedia menyambut baik peluang untuk mempererat kerja sama dengan sektor kesehatan di Indonesia. Kunjungan ini menunjukkan bahwa terdapat banyak peluang menjanjikan di berbagai bidang.
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi kolaborasi strategis lebih lanjut yang memperkuat sistem kesehatan Indonesia dan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya dalam menyediakan layanan kesehatan yang inklusif, bermutu tinggi, dan berkelanjutan bagi semua.
Kunjungan ini juga dalam rangkaian SISP Healthcare Conference & Symposium 2025 yang menyoroti peran penting Indonesia dalam inovasi layanan kesehatan global.
Acara ini juga dihadiri Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan institusi ternama dari Swedia seperti Karolinska Institute. Kunjungan ini mencakup tur ke berbagai fasilitas spesialis di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta, termasuk Radiotherapy and Cyclotron Center serta Breast Cancer Center Alliance.
Delegasi berinteraksi langsung dengan para tenaga medis untuk bertukar wawasan dan menjajaki peluang kolaborasi dalam pengobatan kanker dan teknologi medis lanjutan.
CEO Siloam Hospitals Group Caroline Riady mengatakan, dua fokus utama yang menjadi kontribusi pihaknya yakni aksesibilitas dan keberlanjutan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen dalam menjawab tantangan kesehatan di Indonesia dengan solusi jangka panjang dan dapat dikembangkan.
Di sisi lain, Swedia berada dalam posisi strategis untuk mendukung visi ini guna memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil dan kurang terlayani di seluruh Indonesia.
Delegasi Swedia menunjukkan perhatian besar terhadap pengembangan kapasitas melalui pelatihan profesional dan kemitraan akademik, khususnya dalam bidang onkologi, transplantasi, dan kardiologi.
Upaya kolaboratif yang direncanakan mencakup uji klinis, pencatatan data kanker, dan inovasi kesehatan digital, yang sejalan dengan agenda kesehatan nasional Indonesia untuk solusi layanan kesehatan yang transformatif.
“Kunjungan ini menunjukkan kesiapan kami untuk berkolaborasi secara global. Kerja sama erat dengan Swedia akan secara signifikan memperkuat kapasitas kami dalam memberikan solusi layanan kesehatan yang inklusif dan siap menghadapi masa depan," ujar Caroline, dikutip Sabtu (31/5/2025).
Menteri Kesehatan Swedia menyambut baik peluang untuk mempererat kerja sama dengan sektor kesehatan di Indonesia. Kunjungan ini menunjukkan bahwa terdapat banyak peluang menjanjikan di berbagai bidang.
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi kolaborasi strategis lebih lanjut yang memperkuat sistem kesehatan Indonesia dan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya dalam menyediakan layanan kesehatan yang inklusif, bermutu tinggi, dan berkelanjutan bagi semua.
(jon)
Lihat Juga :