GSK Indonesia Tekankan Pentingnya Edukasi Cegah Penyebaran Virus Saluran Pernapasan
Jum'at, 30 Mei 2025 - 22:52 WIB
loading...
A
A
A
Mengingat gejala infeksi RSV yang sulit dibedakan dari infeksi saluran pernapasan lainnya, diagnosis untuk RSV yang sering kali tidak dipertimbangkan, dan belum adanya pengobatan spesifik yang tersedia, maka mencegah infeksi RSV dengan vaksinasi menjadi cara untuk melindungi individu yang berisiko dari infeksi RSV.
Communication, Government Affairs & Market Access Director, GSK (GlaxoSmithKline) Indonesia Reswita Dery Gisriani mengatakan, berdasarkan penelitian jumlah infeksi akibat RSV di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai 7,2 juta kasus dalam tiga tahun.
"Di Indonesia, jumlah kasus diprediksi mencapai 6,1 juta dalam periode yang sama. Data ini menjadi pengingat penting bagi kita semua akan urgensi peningkatan edukasi untuk mencegah penyebaran infeksi RSV terutama di Indonesia,” beber Reswita, Jumat (30/5/2025).
Reswita menambahkan, di GSK, pihaknya berkomitmen untuk bermitra bersama pemerintah dan tenaga kesehatan dalam memperluas akses obat dan vaksin inovatif untuk memenuhi kebutuhan individu dan masyarakat yang terus berkembang untuk membangun masa depan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.
"Kami juga mendorong masyarakat untuk berdiskusi dengan tenaga kesehatan dalam menentukan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk kebutuhan spesifik masing-masing individu," katanya.
Communication, Government Affairs & Market Access Director, GSK (GlaxoSmithKline) Indonesia Reswita Dery Gisriani mengatakan, berdasarkan penelitian jumlah infeksi akibat RSV di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai 7,2 juta kasus dalam tiga tahun.
"Di Indonesia, jumlah kasus diprediksi mencapai 6,1 juta dalam periode yang sama. Data ini menjadi pengingat penting bagi kita semua akan urgensi peningkatan edukasi untuk mencegah penyebaran infeksi RSV terutama di Indonesia,” beber Reswita, Jumat (30/5/2025).
Reswita menambahkan, di GSK, pihaknya berkomitmen untuk bermitra bersama pemerintah dan tenaga kesehatan dalam memperluas akses obat dan vaksin inovatif untuk memenuhi kebutuhan individu dan masyarakat yang terus berkembang untuk membangun masa depan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.
"Kami juga mendorong masyarakat untuk berdiskusi dengan tenaga kesehatan dalam menentukan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk kebutuhan spesifik masing-masing individu," katanya.
(cip)
Lihat Juga :