Dukung Prabowo Perjuangkan Palestina Merdeka, PBNU: Bahasa Diplomasi Sangat Bagus
Jum'at, 30 Mei 2025 - 14:01 WIB
loading...
Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi sepakat dan mendukung penuh Presiden Prabowo Subianto yang bakal membuka hubungan diplomatik kepada Israel jika Palestina merdeka. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Fahrur Rozi sepakat dan mendukung penuh Presiden Prabowo Subianto yang bakal membuka hubungan diplomatik kepada Israel jika Palestina merdeka.
Dia menyebut pernyataan tersebut sebagai bahasa diplomasi yang bagus untuk menunjukan dukungan kemerdekaan Palestina.
Baca juga: Prabowo Buka Peluang Hubungan Diplomatik dengan Israel, Ini Respons MUI
"Ya, kita sepakat. Itu bahasa diplomasi yg sangat bagus untuk menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan bangsa Palestina," ujar Gus Fahrur, sapaan akrabnya, saat dihubungi, Jumat (30/5/2025).
Menurutnya, solusi dua negara atau two-state solution merupakan opsi untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina. Apalagi, kata dia, solusi itu telah diusulkan oleh banyak negara.
"Solusi dua negara merupakan salah satu opsi solusi konflik Israel-Palestina, banyak pihak menyerukan untuk dibuatnya 'dua negara untuk dua warga' yang hidup berdampingan secara damai," kata Gus Fahrur.
Namun, Gus Fahrur menegaskan, pengakuan kemerdekaan Palestina harus dilakukan Israel terlebih dahulu. Ia pun mempertanyakan kesiapan Israel bila mengakui kemerdekaan Palestina.
Baca juga: Indonesia Siap Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel asalkan Palestina Merdeka, Ini Respons DPR
"Tentu saja harus dilakukan dengan pengakuan kemerdekaan bangsa Palestina yg berdaulat terlebih dahulu oleh Israel. Pertanyaannya apakah Israel bersedia mengakui negara Palestina?" sebut Gus Fahrur.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap mengakui Israel sebagai negara yang berdaulat, asalkan Israel juga mengakui Palestina. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam joint statement bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025).
"Indonesia sudah menyampaikan, begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk mengakui Israel dan kita siap untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel," ujar Prabowo.
Prabowo menuturkan, di berbagai tempat dan forum, dia kerap menyampaikan sikap Indonesia, di mana mereka memandang penyelesaian two states solution.
Menurut dia, kemerdekaan bagi bangsa Palestina merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian yang benar.
"Tapi di samping itu pun, saya tegaskan bahwa kita juga harus mengakui dan menjamin hak Israel untuk berdiri sebagai negara yang berdaulat dan negara yang harus juga diperhatikan dan dijamin keamanannya," ujar Prabowo.
Dia menyebut pernyataan tersebut sebagai bahasa diplomasi yang bagus untuk menunjukan dukungan kemerdekaan Palestina.
Baca juga: Prabowo Buka Peluang Hubungan Diplomatik dengan Israel, Ini Respons MUI
"Ya, kita sepakat. Itu bahasa diplomasi yg sangat bagus untuk menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan bangsa Palestina," ujar Gus Fahrur, sapaan akrabnya, saat dihubungi, Jumat (30/5/2025).
Menurutnya, solusi dua negara atau two-state solution merupakan opsi untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina. Apalagi, kata dia, solusi itu telah diusulkan oleh banyak negara.
"Solusi dua negara merupakan salah satu opsi solusi konflik Israel-Palestina, banyak pihak menyerukan untuk dibuatnya 'dua negara untuk dua warga' yang hidup berdampingan secara damai," kata Gus Fahrur.
Namun, Gus Fahrur menegaskan, pengakuan kemerdekaan Palestina harus dilakukan Israel terlebih dahulu. Ia pun mempertanyakan kesiapan Israel bila mengakui kemerdekaan Palestina.
Baca juga: Indonesia Siap Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel asalkan Palestina Merdeka, Ini Respons DPR
"Tentu saja harus dilakukan dengan pengakuan kemerdekaan bangsa Palestina yg berdaulat terlebih dahulu oleh Israel. Pertanyaannya apakah Israel bersedia mengakui negara Palestina?" sebut Gus Fahrur.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap mengakui Israel sebagai negara yang berdaulat, asalkan Israel juga mengakui Palestina. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam joint statement bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025).
"Indonesia sudah menyampaikan, begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk mengakui Israel dan kita siap untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel," ujar Prabowo.
Prabowo menuturkan, di berbagai tempat dan forum, dia kerap menyampaikan sikap Indonesia, di mana mereka memandang penyelesaian two states solution.
Menurut dia, kemerdekaan bagi bangsa Palestina merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian yang benar.
"Tapi di samping itu pun, saya tegaskan bahwa kita juga harus mengakui dan menjamin hak Israel untuk berdiri sebagai negara yang berdaulat dan negara yang harus juga diperhatikan dan dijamin keamanannya," ujar Prabowo.
(shf)
Lihat Juga :