Menteri Kebudayaan: Presiden Prabowo dan Macron Capai Stupa Teratas Candi Borobudur
Kamis, 29 Mei 2025 - 19:59 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berkeliling dan bertemu dengan biksu-biksu dan bante-bante di atas Candi Borobudur, Magelang, Kamis (29/5/2025). Foto/Instagram @emmanuelmacron
A
A
A
MAGELANG - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menceritakan momen saat Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron beserta istri Brigitte Macron selama mengunjungi Candi Borobudur. Rombongan berhasil mencapai stupa teratas Candi Borobudur.
Fadli Zon mengatakan Macron sangat terkesan dengan Candi Borobudur. Di atas Candi, Prabowo, Macron dan Brigitte berkeliling bertemu dengan para biksu dan bante.
Baca juga: Prabowo Berbahasa Prancis saat Bertemu Macron
“Tadi saya ikut menemani Presiden Macron dan Madam Macron bersama Presiden Prabowo. Beliau sangat impressed sekali dengan Candi Borobudur dan berkeliling bertemu juga dengan biksu-biksu dan bante-bante di atas,” kata Fadli Zon kepada wartawan, Kamis (29/5/2025).
Dia menuturkan bahwa Presiden Macron sangat menikmati kunjungan, namun sayang waktu yang dimilikinya sangat singkat.
“Ngobrol dengan mereka dan sangat menikmati ya kunjungan beliau, kata beliau ini terlalu singkat gitu ya,” ujar dia.
Dia menambahkan, Prabowo, Macron beserta istri memasukkan tangan ke Candi dan mencoba menggapai patung Budha.
Baca juga: Macron ke Prabowo: Persahabatan Indonesia-Prancis Bukan Sekadar Kata
“Dan sangat menghargai gitu ya. Jadi tadi bersama Presiden Prabowo sampai di stupa yang paling atas. Karena menikmati keliling-keliling, sambil melihat relief, kemudian melihat candi dan juga mencoba untuk menggapai patung Buddha di dalam salah satu stupa,” jelas dia.
“Kita harapkan, nanti ini uji coba dulu ya,” kata Fadli Zon di Candi Borobudur, Magelang Kamis (29/5/2025).
Pemasangan stairlift saat ini masih sementara. Fadli Zon memastikan pemasangan stairlift ini tidak akan merusak cagar budaya.
"Portabel, tidak merusak, tidak ada satu mur-baut pun yang merusak batu," ujarnya.
Fadli Zon menambahkan, sejauh ini tidak ada masalah dengan pemasangan stairlift. Menurutnya, di semua cagar budaya dunia sudah dipasang semacam stairflit. Fadli Zon mengatakan pemasangan stairlift memang sudah lama direncanakan.
"Nggak ada masalah itu, kita akan ke depan ini karena untuk inklusivitas. Di semua cagar budaya dunia sudah dipasang dan kita harapkan ke depan ini kan sekaligus kemarin kita sudah rencanakan lama, akan kita coba permanenkan," jelas dia.
Sebelumnya, pemasangan stairlift di situs warisan dunia UNESCO jelang kedatangan Presiden Prancis Emmanuel Macron sempat menjadi perbincangan publik.
Panitia Waisak Nasional di Candi Borobudur Jandi Mukianto bahkan meminta agar stairlift tidak dicabut pascakunjungan Macron.
Fasilitas tersebut dianggap krusial untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan lansia, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan nilai sejarah Candi Borobudur secara langsung.
Candi Borobudur, yang dikunjungi lebih dari 1,2 juta wisatawan setiap tahunnya berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2023), merupakan salah satu situs warisan budaya terpenting di Indonesia.
Namun, struktur tangga candi yang curam sering kali menjadi kendala bagi pengunjung dengan kebutuhan khusus.
Fadli Zon mengatakan Macron sangat terkesan dengan Candi Borobudur. Di atas Candi, Prabowo, Macron dan Brigitte berkeliling bertemu dengan para biksu dan bante.
Baca juga: Prabowo Berbahasa Prancis saat Bertemu Macron
“Tadi saya ikut menemani Presiden Macron dan Madam Macron bersama Presiden Prabowo. Beliau sangat impressed sekali dengan Candi Borobudur dan berkeliling bertemu juga dengan biksu-biksu dan bante-bante di atas,” kata Fadli Zon kepada wartawan, Kamis (29/5/2025).
Dia menuturkan bahwa Presiden Macron sangat menikmati kunjungan, namun sayang waktu yang dimilikinya sangat singkat.
“Ngobrol dengan mereka dan sangat menikmati ya kunjungan beliau, kata beliau ini terlalu singkat gitu ya,” ujar dia.
Dia menambahkan, Prabowo, Macron beserta istri memasukkan tangan ke Candi dan mencoba menggapai patung Budha.
Baca juga: Macron ke Prabowo: Persahabatan Indonesia-Prancis Bukan Sekadar Kata
“Dan sangat menghargai gitu ya. Jadi tadi bersama Presiden Prabowo sampai di stupa yang paling atas. Karena menikmati keliling-keliling, sambil melihat relief, kemudian melihat candi dan juga mencoba untuk menggapai patung Buddha di dalam salah satu stupa,” jelas dia.
Stairlift Candi Borobudur Bakal Dipermanenkan
Menteri Kebudayaan juga mengungkap wacana stairlift di Candi Borobudur akan dipermanenkan. Meski begitu, rencana itu diuji coba terlebih dahulu.“Kita harapkan, nanti ini uji coba dulu ya,” kata Fadli Zon di Candi Borobudur, Magelang Kamis (29/5/2025).
Pemasangan stairlift saat ini masih sementara. Fadli Zon memastikan pemasangan stairlift ini tidak akan merusak cagar budaya.
"Portabel, tidak merusak, tidak ada satu mur-baut pun yang merusak batu," ujarnya.
Fadli Zon menambahkan, sejauh ini tidak ada masalah dengan pemasangan stairlift. Menurutnya, di semua cagar budaya dunia sudah dipasang semacam stairflit. Fadli Zon mengatakan pemasangan stairlift memang sudah lama direncanakan.
"Nggak ada masalah itu, kita akan ke depan ini karena untuk inklusivitas. Di semua cagar budaya dunia sudah dipasang dan kita harapkan ke depan ini kan sekaligus kemarin kita sudah rencanakan lama, akan kita coba permanenkan," jelas dia.
Sebelumnya, pemasangan stairlift di situs warisan dunia UNESCO jelang kedatangan Presiden Prancis Emmanuel Macron sempat menjadi perbincangan publik.
Panitia Waisak Nasional di Candi Borobudur Jandi Mukianto bahkan meminta agar stairlift tidak dicabut pascakunjungan Macron.
Fasilitas tersebut dianggap krusial untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan lansia, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan nilai sejarah Candi Borobudur secara langsung.
Candi Borobudur, yang dikunjungi lebih dari 1,2 juta wisatawan setiap tahunnya berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2023), merupakan salah satu situs warisan budaya terpenting di Indonesia.
Namun, struktur tangga candi yang curam sering kali menjadi kendala bagi pengunjung dengan kebutuhan khusus.
(shf)
Lihat Juga :