Haidar Alwi Institute Minta Indonesia Tiru Turki dalam Membangun Kerja Sama
Kamis, 29 Mei 2025 - 19:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 30 Kolonel Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan Akhir Mei 2025, Ini Nama dan Posisinya
Nikel di Morowali yang dikuasi China, nyatanya Indonesia hanya mendapat 5% dari nilai tambah rantai baterai global, sementara China menguasai 77% pasar baterai EV dunia.
"Kita seperti pedagang pasar yang ramah, tetapi diam-diam menyimpan kalkulator di balik senyumnya. Di Morowali, mereka membangun smelter nikel terbesar di dunia, tapi teknologi pengolahan baterai litium tetap dirahasiakan seperti resep mi ayam. Satirnya, Indonesia pemilik tambang, China arsitek yang membangun rumah megah di atas tanah kita, dan kita cuma melongok dari luar pagar," tuturnya.
Belum lagi Jepang dan Korea Selatan yang dijuluki mitra dengan Tangan Terkunci. Jepang dan Korea Selatan paham betul seni memberi tapi tak memberi. Mereka berinvestasi di pabrik baterai EV, tapi mesin pencampur bahan kimia kunci tetap diimpor dari Osaka dan Seoul. "Alhasil, kita jadi buruh murah di pabrik sendiri. Satirnya, Indonesia seperti murid yang diberi kalkulator, tapi tak diajari rumus Matematika," ujar Haidar.
Selanjutkan, Singapura, negara kecil yang menjadi makelar global. Dari data, mereka tak mempunyai tambang, tapi menguasai 30% perdagangan batubara Asia via pelabuhan mereka. Begitu pula 40% ekspor minyak sawit Indonesia dilewatkan dulu ke Singapura, baru dijual ke Eropa dengan harga lebih tinggi. "Singapura ibarat calo tanah yang mengambil untung dari ketidaktahuan pemilik," ucapnya.
Nikel di Morowali yang dikuasi China, nyatanya Indonesia hanya mendapat 5% dari nilai tambah rantai baterai global, sementara China menguasai 77% pasar baterai EV dunia.
"Kita seperti pedagang pasar yang ramah, tetapi diam-diam menyimpan kalkulator di balik senyumnya. Di Morowali, mereka membangun smelter nikel terbesar di dunia, tapi teknologi pengolahan baterai litium tetap dirahasiakan seperti resep mi ayam. Satirnya, Indonesia pemilik tambang, China arsitek yang membangun rumah megah di atas tanah kita, dan kita cuma melongok dari luar pagar," tuturnya.
Belum lagi Jepang dan Korea Selatan yang dijuluki mitra dengan Tangan Terkunci. Jepang dan Korea Selatan paham betul seni memberi tapi tak memberi. Mereka berinvestasi di pabrik baterai EV, tapi mesin pencampur bahan kimia kunci tetap diimpor dari Osaka dan Seoul. "Alhasil, kita jadi buruh murah di pabrik sendiri. Satirnya, Indonesia seperti murid yang diberi kalkulator, tapi tak diajari rumus Matematika," ujar Haidar.
Selanjutkan, Singapura, negara kecil yang menjadi makelar global. Dari data, mereka tak mempunyai tambang, tapi menguasai 30% perdagangan batubara Asia via pelabuhan mereka. Begitu pula 40% ekspor minyak sawit Indonesia dilewatkan dulu ke Singapura, baru dijual ke Eropa dengan harga lebih tinggi. "Singapura ibarat calo tanah yang mengambil untung dari ketidaktahuan pemilik," ucapnya.
Lihat Juga :