Gus Rommy Ajak Tokoh Maju Caketum di Muktamar, Ketua DPP: Untuk membesarkan PPP
Kamis, 29 Mei 2025 - 16:22 WIB
loading...
Ketua DPP PPP Rusman Yaqub mengapresiasi ajakan Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy atau Gus Rommy agar para tokoh maju Caketum di muktamar. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rusman Ya'qub mengapresiasi ajakan Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy atau Gus Rommy agar para tokoh maju Calon Ketua Umum (Caketum) PPP di muktamar mendatang. Ajakan tersebut merupakan ikhtiar untuk mengembalikan PPP di parlemen pada Pemilu 2029.
"Gus Romy bertindak sebagai Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP tidak lain untuk membesarkan PPP dan mengembalikan ke Senayan di 2029 nanti. Hal itu beliau lakukan juga bukan atas ambisi pribadinya. Saya tidak melihat sedikitpun beliau mengeksploitasi partai atau bahkan mengambil keuntungan dari hal itu," kata Ya'qub, Kamis (29/5/2025).
Sebelumnya, langkah Gus Rommy dilakukan sudah atas pertimbangan dan kajian yang matang setelah menerima masukan dari para pimpinan majelis DPP PPP, para senior PPP juga termasuk 20 DPW PPP se Indonesia.
Baca juga: Putuskan Tak Maju Caketum PPP, Dudung Abdurachman: Saya Belum Berminat Politik
“Para pimpinan Majelis mempercayakan kepada beliau untuk membangun komunikasi politik kepada banyak pihak. Alhamdulillah banyak tokoh yang memiliki kepedulian tinggi dan menginginkan agar PPP kembali ke parlemen,” kata Rusman.
Oleh karena itu, ia membuka diri kepada siapa pun yang ingin mengabdikan diri untuk membesarkan PPP. "Tuntutan agar PPP menjadi partai yang lebih terbuka juga sudah disepakati mayoritas DPW PPP dalam forum resmi partai yaitu Mukernas PPP pada bulan Desember 2024 yang lalu," katanya.
Baca juga: 30 Kolonel Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan Akhir Mei 2025, Ini Nama dan Posisinya
Rusman menambahkan, apa yang ditempuh Gus Rommy merupakan langkah organisatoris dan konstitusional. Ia pun menyebut, Plt. Ketum PPP Mardiono juga mengetahui dan juga melakukan hal itu.
"Maka salah besar kalau ada yang menilai itu sebagai langkah eksploitatif atau memperdagangkan partai. Seperti halnya yang di sampaikan oleh Waketum Rusli Effendi," ucap Rusman.
"Oleh karena itu saya meminta kepada Waketum Rusli Effendi agar fokus pada tupoksinya sebagai Waketum Bidang Keagamaan dan Kesra. Tidak usah sibuk mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang justru menyebabkan blunder dan membuat publik semakin tidak simpatik," tambahnya.
Kendati demikian, Rusman menyarankan pada Rusli untuk fokus mengingatkan dan memberikan saran-saran yang baik kepada Mardiono agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan di depan publik. Hal itu seperti yang pernah disampaikan sebelumnya yaitu menilai Rasulullah juga pernah melakukan kesalahan. "Padahal Rasulullah itu adalah “Maksum” terhindar dari perbuatan salah dan dosa," katanya.
"Gus Romy bertindak sebagai Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP tidak lain untuk membesarkan PPP dan mengembalikan ke Senayan di 2029 nanti. Hal itu beliau lakukan juga bukan atas ambisi pribadinya. Saya tidak melihat sedikitpun beliau mengeksploitasi partai atau bahkan mengambil keuntungan dari hal itu," kata Ya'qub, Kamis (29/5/2025).
Sebelumnya, langkah Gus Rommy dilakukan sudah atas pertimbangan dan kajian yang matang setelah menerima masukan dari para pimpinan majelis DPP PPP, para senior PPP juga termasuk 20 DPW PPP se Indonesia.
Baca juga: Putuskan Tak Maju Caketum PPP, Dudung Abdurachman: Saya Belum Berminat Politik
“Para pimpinan Majelis mempercayakan kepada beliau untuk membangun komunikasi politik kepada banyak pihak. Alhamdulillah banyak tokoh yang memiliki kepedulian tinggi dan menginginkan agar PPP kembali ke parlemen,” kata Rusman.
Oleh karena itu, ia membuka diri kepada siapa pun yang ingin mengabdikan diri untuk membesarkan PPP. "Tuntutan agar PPP menjadi partai yang lebih terbuka juga sudah disepakati mayoritas DPW PPP dalam forum resmi partai yaitu Mukernas PPP pada bulan Desember 2024 yang lalu," katanya.
Baca juga: 30 Kolonel Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan Akhir Mei 2025, Ini Nama dan Posisinya
Rusman menambahkan, apa yang ditempuh Gus Rommy merupakan langkah organisatoris dan konstitusional. Ia pun menyebut, Plt. Ketum PPP Mardiono juga mengetahui dan juga melakukan hal itu.
"Maka salah besar kalau ada yang menilai itu sebagai langkah eksploitatif atau memperdagangkan partai. Seperti halnya yang di sampaikan oleh Waketum Rusli Effendi," ucap Rusman.
"Oleh karena itu saya meminta kepada Waketum Rusli Effendi agar fokus pada tupoksinya sebagai Waketum Bidang Keagamaan dan Kesra. Tidak usah sibuk mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang justru menyebabkan blunder dan membuat publik semakin tidak simpatik," tambahnya.
Kendati demikian, Rusman menyarankan pada Rusli untuk fokus mengingatkan dan memberikan saran-saran yang baik kepada Mardiono agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan di depan publik. Hal itu seperti yang pernah disampaikan sebelumnya yaitu menilai Rasulullah juga pernah melakukan kesalahan. "Padahal Rasulullah itu adalah “Maksum” terhindar dari perbuatan salah dan dosa," katanya.
(cip)
Lihat Juga :