Prabowo Berbahasa Prancis saat Bertemu Macron
Rabu, 28 Mei 2025 - 17:45 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Prabowo berdialog dengan bahasa Prancis saat bertemu empat mata dengan Macron. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Ada momen menarik saat Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Prabowo berdialog dengan bahasa Prancis saat bertemu empat mata dengan Macron.
Momen itu terlihat saat Presiden Macron membicarakan mengenai kedekatan Indonesia dengan Prancis. Kemudian, Prabowo pun mengucapkan terima kasih banyak dalam bahasa Prancis . "Merci beaucoup, Monsieur," kata Prabowo yang terekam lewat YouTube Sekretariat Presiden.
Sementara itu, Macron saat memberikan keterangan kepada awak media pun menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan Prancis bukan hanya terjalin dalam bentuk kata-kata, tetapi telah tumbuh menjadi kerja sama nyata yang kuat dan bermakna.
Baca Juga: Momen Didit Prabowo Berbincang dengan Brigitte Macron di Istana Merdeka
Macron menyampaikan apresiasi mendalam kepada Prabowo atas sambutan persahabatan yang diberikan. Dia menekankan bahwa kunjungan ini menjadi peluang luar biasa untuk menandai babak baru dalam kemitraan strategis antara kedua negara, yang mencakup sektor ekonomi, teknologi, keamanan, hingga kebudayaan.
"Ini merupakan satu peluang luar biasa untuk memberi marka baru dalam kemitraan strategis yang baru saja diingatkan oleh Bapak Presiden dengan adanya sejumlah keyakinan dengan kerjasama di bidang ekonomi, teknologi, dan keamanan," ujar Macron.
Hubungan diplomatik Indonesia-Prancis telah terjalin selama 75 tahun dan menunjukkan perkembangan signifikan dalam satu dekade terakhir. Macron juga menyoroti peran penting kawasan Indo-Pasifik dalam strategi luar negeri Prancis. Indonesia menjadi mitra utama dalam menjaga stabilitas kawasan tersebut.
Dia pun menyampaikan bahwa kerja sama bilateral di bidang pertahanan telah mencapai kemajuan luar biasa dalam beberapa bulan terakhir, melalui pelatihan bersama dan kehadiran unit militer Prancis di kawasan. Selain itu, kerja sama di sektor energi terbarukan, transportasi, mineral kritis, dan transisi energi juga menjadi fokus pembicaraan kedua negara.
Momen itu terlihat saat Presiden Macron membicarakan mengenai kedekatan Indonesia dengan Prancis. Kemudian, Prabowo pun mengucapkan terima kasih banyak dalam bahasa Prancis . "Merci beaucoup, Monsieur," kata Prabowo yang terekam lewat YouTube Sekretariat Presiden.
Sementara itu, Macron saat memberikan keterangan kepada awak media pun menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan Prancis bukan hanya terjalin dalam bentuk kata-kata, tetapi telah tumbuh menjadi kerja sama nyata yang kuat dan bermakna.
Baca Juga: Momen Didit Prabowo Berbincang dengan Brigitte Macron di Istana Merdeka
Macron menyampaikan apresiasi mendalam kepada Prabowo atas sambutan persahabatan yang diberikan. Dia menekankan bahwa kunjungan ini menjadi peluang luar biasa untuk menandai babak baru dalam kemitraan strategis antara kedua negara, yang mencakup sektor ekonomi, teknologi, keamanan, hingga kebudayaan.
"Ini merupakan satu peluang luar biasa untuk memberi marka baru dalam kemitraan strategis yang baru saja diingatkan oleh Bapak Presiden dengan adanya sejumlah keyakinan dengan kerjasama di bidang ekonomi, teknologi, dan keamanan," ujar Macron.
Hubungan diplomatik Indonesia-Prancis telah terjalin selama 75 tahun dan menunjukkan perkembangan signifikan dalam satu dekade terakhir. Macron juga menyoroti peran penting kawasan Indo-Pasifik dalam strategi luar negeri Prancis. Indonesia menjadi mitra utama dalam menjaga stabilitas kawasan tersebut.
Dia pun menyampaikan bahwa kerja sama bilateral di bidang pertahanan telah mencapai kemajuan luar biasa dalam beberapa bulan terakhir, melalui pelatihan bersama dan kehadiran unit militer Prancis di kawasan. Selain itu, kerja sama di sektor energi terbarukan, transportasi, mineral kritis, dan transisi energi juga menjadi fokus pembicaraan kedua negara.
(zik)
Lihat Juga :