Wakili Presiden Prabowo, Airlangga Hadiri ASEAN-BAC di Kuala Lumpur
Senin, 26 Mei 2025 - 23:55 WIB
loading...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Presiden RI Prabowo Subianto memimpin Delegasi Indonesia dalam sesi ASEAN-BAC di Kuala Lumpur, Senin (26/5/2025). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin Delegasi Indonesia dalam sesi ASEAN Leaders’ Interface with Representatives of ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (26/5/2025) dalam rangkaian acara KTT ASEAN ke-46. Airlangga mewakili Presiden RI Prabowo Subianto.
Adapun pertemuan dihadiri oleh para Kepala Negara ASEAN, Timor-Leste, dan Sekretariat Jenderal ASEAN, bersama dengan para Perwakilan ASEAN-BAC yang mewakili Asosiasi Pengusaha. ASEAN-BAC Indonesia dihadiri oleh Anindya Bakrie selaku Ketua Umum Kadin Indonesia.
Baca juga: Presiden Prabowo Usulkan Papua Nugini Jadi Anggota ASEAN
Acara ASEAN-BAC dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim selaku The Chair of ASEAN 2025. Dalam sambutan pembukaannya, PM Malaysia menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah dengan Swasta/ Bisnis (public private collaboration), di antara kesepuluh negara anggota ASEAN, dalam menghadapi situasi geopolitik dunia dan ketidak pastian global.
Setelah dibuka PM Malaysia, dilanjutkan dengan pemaparan oleh The Chair of ASEAN-BAC 2025 Tan Sri Nasir Razak, yang banyak menjelaskan tentang ASEAN Business Entity, ASEAN Private Capital Markets, ASEAN IPO Prospectus, ASEAN Talent Development and Mobility, serta ASEAN Common Carbon Framework, serta Digital Exchange Platform.
Setelah itu, secara bergiliran para Kepala Negara ASEAN menyampaikan tanggapan terkait kerjasama ASEAN Public-Private ke depan. Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. menyampaikan pentingnya investasi pada digital economy sebagai kunci kekuatan ASEAN ke depan, dan mendorong penguatan peran private sector melalui ABAC.
Baca juga: Momen Hangat Airlangga Lepas Kepulangan PM Australia Albanese
Dilanjutkan Perdana Menteri Cambodia Hun Manet menyampaikan perlunya kontribusi dari pihak swasta dan bisnis dalam memperkuat integrasi ekonomi intra ASEAN. Perdana Menteri Vietnam, Ph?m Minh Chính menegaskan perlunya meningkatkan global connectivity dan supply chain untuk fasilitasi perdagangan yang lebih bai kantar negara ASEAN.
Setelah beberapa Kepala Negara menyampaikan tanggapan, giliran Indonesia yang diwakili Menko Airlangga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta yang berkelanjutan, untuk mewujudkan berbagai inisiatif regional. “Upaya Indonesia dan kawasan ASEAN memainkan peran global diwujudkan melalui kolaborasi antara sektor publik dan swasta," kata Airlangga.
Dia mengatakan, ketika pemerintah dan swasta/bisnis berkolaborasi, maka hambatan bisa berubah menjadi peluang. "Kolaborasi merupakan kunci untuk memastikan tidak ada yang tertinggal,” ujar Menko Airlangga.
Kolaborasi ini diharapkan dapat berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi dan ekosistem bisnis di kawasan ASEAN. Di sisi lain, penting untuk memastikan bahwa perdagangan intra-ASEAN dapat meningkat agar sejalan dengan prioritas untuk mengupayakan pemerataan pembangunan antar-negara di kawasan ASEAN.
Pada tahun ini, ASEAN-BAC mengusung tema, “Unifying Markets for Shared Prosperity,” selaras dengan tema Keketuaan Malaysia yang menekankan pada inklusivitas dan keberlanjutan (inclusivity and sustainability). Selain itu, ASEAN-BAC juga melaporkan perkembangan atas berlanjutnya acara ASEAN Business & Investment Summit (ABIS) serta ASEAN Business Awards (ABA) pada Oktober 2025.
Diketahui, seluruh Kepala Negara ASEAN dan Perwakilan Asosiasi Usaha/Bisnis bertemu setidaknya setahun sekali dalam rangkaian KTT ASEAN. Hal ini dilakukan untuk memastikan prioritas Keketuaan ASEAN sinergis dengan kebutuhan dan inisiatif kerja di sektor swasta.
Tahun ini menjadi penting karena bersamaan peluncuran rencana strategis tiap pilar untuk mewujudkan Visi ASEAN 2045.
Seluruh Kepala Negara ASEAN menyambut baik laporan dan rekomendasi yang disampaikan oleh ASEAN-BAC, sekaligus menekankan perlunya peningkatan kerja sama yang lebih erat dan dialog yang berkelanjutan, untuk meningkatkan kinerja di sektor perdagangan dan investasi melalui berbagai sektor prioritas, seperti digitalisasi, pengembangan infrastruktur dan konektivitas, serta stabilitas energi dan agenda berkelanjutan.
Menko Airlangga dalam kesempatan itu didampingi oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Sidharto R. Suryodipuro, dan Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan Johni Martha.
Adapun pertemuan dihadiri oleh para Kepala Negara ASEAN, Timor-Leste, dan Sekretariat Jenderal ASEAN, bersama dengan para Perwakilan ASEAN-BAC yang mewakili Asosiasi Pengusaha. ASEAN-BAC Indonesia dihadiri oleh Anindya Bakrie selaku Ketua Umum Kadin Indonesia.
Baca juga: Presiden Prabowo Usulkan Papua Nugini Jadi Anggota ASEAN
Acara ASEAN-BAC dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim selaku The Chair of ASEAN 2025. Dalam sambutan pembukaannya, PM Malaysia menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah dengan Swasta/ Bisnis (public private collaboration), di antara kesepuluh negara anggota ASEAN, dalam menghadapi situasi geopolitik dunia dan ketidak pastian global.
Setelah dibuka PM Malaysia, dilanjutkan dengan pemaparan oleh The Chair of ASEAN-BAC 2025 Tan Sri Nasir Razak, yang banyak menjelaskan tentang ASEAN Business Entity, ASEAN Private Capital Markets, ASEAN IPO Prospectus, ASEAN Talent Development and Mobility, serta ASEAN Common Carbon Framework, serta Digital Exchange Platform.
Setelah itu, secara bergiliran para Kepala Negara ASEAN menyampaikan tanggapan terkait kerjasama ASEAN Public-Private ke depan. Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. menyampaikan pentingnya investasi pada digital economy sebagai kunci kekuatan ASEAN ke depan, dan mendorong penguatan peran private sector melalui ABAC.
Baca juga: Momen Hangat Airlangga Lepas Kepulangan PM Australia Albanese
Dilanjutkan Perdana Menteri Cambodia Hun Manet menyampaikan perlunya kontribusi dari pihak swasta dan bisnis dalam memperkuat integrasi ekonomi intra ASEAN. Perdana Menteri Vietnam, Ph?m Minh Chính menegaskan perlunya meningkatkan global connectivity dan supply chain untuk fasilitasi perdagangan yang lebih bai kantar negara ASEAN.
Setelah beberapa Kepala Negara menyampaikan tanggapan, giliran Indonesia yang diwakili Menko Airlangga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta yang berkelanjutan, untuk mewujudkan berbagai inisiatif regional. “Upaya Indonesia dan kawasan ASEAN memainkan peran global diwujudkan melalui kolaborasi antara sektor publik dan swasta," kata Airlangga.
Dia mengatakan, ketika pemerintah dan swasta/bisnis berkolaborasi, maka hambatan bisa berubah menjadi peluang. "Kolaborasi merupakan kunci untuk memastikan tidak ada yang tertinggal,” ujar Menko Airlangga.
Kolaborasi ini diharapkan dapat berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi dan ekosistem bisnis di kawasan ASEAN. Di sisi lain, penting untuk memastikan bahwa perdagangan intra-ASEAN dapat meningkat agar sejalan dengan prioritas untuk mengupayakan pemerataan pembangunan antar-negara di kawasan ASEAN.
Pada tahun ini, ASEAN-BAC mengusung tema, “Unifying Markets for Shared Prosperity,” selaras dengan tema Keketuaan Malaysia yang menekankan pada inklusivitas dan keberlanjutan (inclusivity and sustainability). Selain itu, ASEAN-BAC juga melaporkan perkembangan atas berlanjutnya acara ASEAN Business & Investment Summit (ABIS) serta ASEAN Business Awards (ABA) pada Oktober 2025.
Diketahui, seluruh Kepala Negara ASEAN dan Perwakilan Asosiasi Usaha/Bisnis bertemu setidaknya setahun sekali dalam rangkaian KTT ASEAN. Hal ini dilakukan untuk memastikan prioritas Keketuaan ASEAN sinergis dengan kebutuhan dan inisiatif kerja di sektor swasta.
Tahun ini menjadi penting karena bersamaan peluncuran rencana strategis tiap pilar untuk mewujudkan Visi ASEAN 2045.
Seluruh Kepala Negara ASEAN menyambut baik laporan dan rekomendasi yang disampaikan oleh ASEAN-BAC, sekaligus menekankan perlunya peningkatan kerja sama yang lebih erat dan dialog yang berkelanjutan, untuk meningkatkan kinerja di sektor perdagangan dan investasi melalui berbagai sektor prioritas, seperti digitalisasi, pengembangan infrastruktur dan konektivitas, serta stabilitas energi dan agenda berkelanjutan.
Menko Airlangga dalam kesempatan itu didampingi oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Sidharto R. Suryodipuro, dan Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan Johni Martha.
(shf)
Lihat Juga :