Keberhasilan Haji Isam Panen Raya Padi di Papua Bisa Jadi Inspirasi
Senin, 26 Mei 2025 - 13:09 WIB
loading...
Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto meninjau proyek cetak sawah satu juta Ha yang digarap oleh Haji Isam di Wanam, Provinsi Papua Selatan, Minggu (3/11). Foto/IST
A
A
A
JAKARTA - Panen raya padi di Papua di lahan pertanian garapan pengusaha asal Kalimantan Selatan Haji Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam bisa menjadi contoh. Keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi dalam mewujudkan swasembada pangan .
Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA Toto Izul Fatah menanggapi keberhasilan panen perdana padi di Distrik Wanam, Merauke, Papua Selatan pada Mei 2025.
“Harus jujur diakui, program swasembada pangan dengan menanam satu juta hektare padi di Merauke yang baru dipanen bulan Mei ini sangat mengejutkan. Kenapa? Karena banyak orang yang mengaku pesimistis terhadap program tersebut, apalagi ditanam di wilayah Papua, bukan Jawa atau Sumatera,” katanya, Senin (26/5/2025).
Baca juga: Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Menurut Toto, yang lebih mengejutkan lagi panen padi yang menghasilkan sekitar 2,8 ton per hektare itu ternyata tidak menggunakan teknologi modern. Kecuali, saat pembukaan lahan yang menggunakan sekitar 2.000 eskavator yang dipesan Haji Isam dari China.
“Saya kira semua orang, termasuk pakar pertanian, awalnya pesimistis bahwa Papua bisa dijadikan lumbung pangan nasional untuk menanam padi. Faktanya, program ini berhasil dan telah membuat Indonesia memiliki stok beras berlimpah dengan tak lagi impor,” ungkapnya.
Toto berpendapat, keberhasilan tersebut harus diakui, salah satunya ada peran Haji Isam yang dari semula mengaku sudah siap dengan segala risiko, karena tidak berpikir untung rugi. Kecuali, murni hanya untuk kepentingan nasional, termasuk ikut serta dalam membuka lapangan kerja.
Menurut Toto, peran besar yang disumbangkan Bos Jhonlin Grup kelahiran 1 Januari 1997 itu idealnya mampu menginspirasi para pengusaha besar nasional lainnya. Termasuk, dalam kontek kemampuan Haji Isam dalam menerjemahkan misi Presiden Prabowo Subianto dalam hal ketahanan pangan nasional.
Dengan demikian wajar, Presiden Prabowo Subianto memberi apresiasi khusus kepada Haji Isam karena ketulusannya, kesungguhannya, dan kepeduliannya terhadap bangsa dan negara melalui kesediaannya mengambil peran besar dalam mewujudkan lumbung pangan nasional.
“Indonesia ke depan butuh banyak pengusaha besar seperti Haji Isam. Dan saya melihat Pak Prabowo sedang memberi ruang untuk tumbuh dan berkembangnya pengusaha-pengusaha besar yang peduli dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat seperti haji Isam,” tuturnya.
Toto mencontohkan, sikap Presiden Prabowo yang selalu mengundang Haji Isam untuk hadir dalam berbagai momen penting nasional seperti jumpa dengan Bill Gates dan lain-lain.
“Sikap Prabowo seperti itu harus dimaknai sebagai pesan bahwa Indonesia butuh pengusaha besar yang punya nasionalime dan peduli terhadap nasib bangsa ini. Bukan pengusaha rakus yang hanya berpikir untung dengan mengeruk sebanyak-banyaknya uang negara,” pungkas Toto.
Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA Toto Izul Fatah menanggapi keberhasilan panen perdana padi di Distrik Wanam, Merauke, Papua Selatan pada Mei 2025.
“Harus jujur diakui, program swasembada pangan dengan menanam satu juta hektare padi di Merauke yang baru dipanen bulan Mei ini sangat mengejutkan. Kenapa? Karena banyak orang yang mengaku pesimistis terhadap program tersebut, apalagi ditanam di wilayah Papua, bukan Jawa atau Sumatera,” katanya, Senin (26/5/2025).
Baca juga: Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Menurut Toto, yang lebih mengejutkan lagi panen padi yang menghasilkan sekitar 2,8 ton per hektare itu ternyata tidak menggunakan teknologi modern. Kecuali, saat pembukaan lahan yang menggunakan sekitar 2.000 eskavator yang dipesan Haji Isam dari China.
“Saya kira semua orang, termasuk pakar pertanian, awalnya pesimistis bahwa Papua bisa dijadikan lumbung pangan nasional untuk menanam padi. Faktanya, program ini berhasil dan telah membuat Indonesia memiliki stok beras berlimpah dengan tak lagi impor,” ungkapnya.
Toto berpendapat, keberhasilan tersebut harus diakui, salah satunya ada peran Haji Isam yang dari semula mengaku sudah siap dengan segala risiko, karena tidak berpikir untung rugi. Kecuali, murni hanya untuk kepentingan nasional, termasuk ikut serta dalam membuka lapangan kerja.
Menurut Toto, peran besar yang disumbangkan Bos Jhonlin Grup kelahiran 1 Januari 1997 itu idealnya mampu menginspirasi para pengusaha besar nasional lainnya. Termasuk, dalam kontek kemampuan Haji Isam dalam menerjemahkan misi Presiden Prabowo Subianto dalam hal ketahanan pangan nasional.
Dengan demikian wajar, Presiden Prabowo Subianto memberi apresiasi khusus kepada Haji Isam karena ketulusannya, kesungguhannya, dan kepeduliannya terhadap bangsa dan negara melalui kesediaannya mengambil peran besar dalam mewujudkan lumbung pangan nasional.
“Indonesia ke depan butuh banyak pengusaha besar seperti Haji Isam. Dan saya melihat Pak Prabowo sedang memberi ruang untuk tumbuh dan berkembangnya pengusaha-pengusaha besar yang peduli dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat seperti haji Isam,” tuturnya.
Toto mencontohkan, sikap Presiden Prabowo yang selalu mengundang Haji Isam untuk hadir dalam berbagai momen penting nasional seperti jumpa dengan Bill Gates dan lain-lain.
“Sikap Prabowo seperti itu harus dimaknai sebagai pesan bahwa Indonesia butuh pengusaha besar yang punya nasionalime dan peduli terhadap nasib bangsa ini. Bukan pengusaha rakus yang hanya berpikir untung dengan mengeruk sebanyak-banyaknya uang negara,” pungkas Toto.
(rca)