Gelar Job Fair 2025, Kemnaker Sediakan 52.000 Lowongan Kerja

Sabtu, 24 Mei 2025 - 20:57 WIB
loading...
Gelar Job Fair 2025,...
Kementerian Ketenagakerjaan kembali menghadirkan Job Fair Nasional 2025. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menghadirkan gebrakan baru lewat gelaran Job Fair Nasional Seri I Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung pada 22–23 Mei 2025 di Kantor Pusat Kemnaker, Jakarta Selatan.

Tahun ini, Job Fair tidak hanya menghadirkan ribuan lowongan kerja, tetapi juga memperkenalkan sebuah terobosan penting: peluang karier di industri Web3 dan teknologi blockchain — sektor ekonomi digital yang kini sedang tumbuh pesat secara global.

Kemnaker menargetkan kehadiran hingga 40.000 pengunjung, dengan menyediakan lebih dari 52.000 lowongan kerja dari ratusan perusahaan nasional dan multinasional. Hingga hari kedua pelaksanaan, tercatat lebih dari 7.000 pengunjung telah menghadiri acara ini.

Baca juga: KPK Sita 8 Mobil dan 1 Motor di Kasus Kemnaker, Ini Penampakannya

Untuk pertama kalinya, Kemnaker memberikan panggung khusus bagi industri Web3 dan blockchain dalam acara job fair nasional. Sejumlah posisi pekerjaan baru yang relevan dengan ekosistem ini diperkenalkan, seperti, Blockchain Developer atau Perancang aplikasi berbasis smart contract.

Web3 Product Manager Pengelola produk digital berbasis teknologi desentralisasi. Crypto Analyst dan Blockchain Researcher Analis tren dan data pasar kripto. NFT Strategist & Digital Asset Manager yakni Pengelola aset digital untuk brand dan komunitas.

Community Manager Pembina komunitas di platform Web3. Content Creator dan Educator atau Penyuluh dan edukator teknologi blockchain dan NFT. Job fair ini juga menghadirkan dua figur inspiratif dari dunia blockchain Indonesia: Hida Aldric, praktisi Web3 dan pengusaha teknologi digital, serta pendiri Indonesia Crypto Forum Dave Aly.

Baca juga: Batas Usia Pencari Kerja Bakal Dihapus? Kemnaker Segera Terbitkan SE

Keduanya hadir dalam sesi talkshow bertajuk “Era Baru Kesempatan Karier di Dunia Digital” yang membahas bagaimana generasi muda dapat membangun karier di sektor ini dan keterampilan apa yang perlu mereka miliki.

Dave Aly menyatakan Web3 saat ini bukan lagi sekadar jargon teknologi. Kita sedang menyaksikan pergeseran besar dalam cara manusia berinteraksi secara digital—dari model yang terpusat menjadi lebih terbuka, transparan, dan partisipatif. Web3 adalah tentang ownership dan empowerment.

Sebagai pendiri Indonesia Crypto Forum, Dave Aly melihat secara langsung bagaimana komunitas di Indonesia, khususnya generasi muda, mulai memahami bahwa teknologi blockchain, NFT, dan DAO bukan hanya alat spekulasi, tetapi fondasi untuk membangun sistem ekonomi digital yang lebih adil.

"Web3 memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk ikut membangun, memiliki, dan mendapatkan manfaat dari ekosistem digital yang mereka kontribusikan. Di era Web2, data kita menjadi komoditas bagi perusahaan besar. Di Web3, pengguna memegang kendali atas data, identitas, dan nilai yang mereka ciptakan." katanya.

Indonesia memiliki potensi luar biasa. Dengan penetrasi internet yang tinggi, minat terhadap aset digital yang tumbuh pesat, dan komunitas teknologi yang terus berkembang, kita bisa menjadi salah satu pemain kunci dalam ekosistem Web3 global—asal ada regulasi yang progresif dan edukasi yang berkelanjutan.

"Saya mengajak semua pihak, dari regulator hingga pelaku industri, untuk melihat Web3 bukan sebagai ancaman, tapi sebagai peluang membentuk internet yang lebih berkeadilan. Di Indonesia. Web3 adalah masa depan, dan masa depan itu harus kita bentuk bersama," tegasnya.

Plt. Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Kemnaker Rendra Setiawan menyatakan, pemerintah ingin memastikan masyarakat Indonesia siap menghadapi masa depan kerja yang semakin digital. Web3 dan blockchain bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal peluang ekonomi baru.

"Selain sektor Web3, lebih dari 100 perusahaan lintas industri turut serta membuka lowongan kerja secara langsung di lokasi acara. Job Fair ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya," jelasnya.

Dengan semangat menjembatani dunia kerja masa kini dan masa depan, Job Fair Kemenaker 2025 menjadi ruang strategis bagi pencari kerja dan industri untuk saling terhubung, terutama dalam menyongsong era ekonomi digital Indonesia
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Rekomendasi
V+Short Hadirkan Microdrama...
V+Short Hadirkan Microdrama Full Throttle Family, Kisah Mantan Pembalap yang Kembali ke Dunia Lama
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Berita Terkini
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Prabowo Sindir Penolak...
Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Kejagung Sebut Kasus...
Kejagung Sebut Kasus Pencurian Sandal Jepit Tak Harus ke Pengadilan, Bisa Diselesaikan lewat RJ
2 Calon Manajer Kopdes...
2 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, TB Hasanuddin Berharap Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Jaksa Agung Singgung...
Jaksa Agung Singgung Wacana Peleburan Pidum-Pidsus demi Penanganan Perkara Lebih Efisien
Infografis
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved