Umumkan Pemenang Anugerah Syiar Ramadan 2025, Menag: Perkuat Dakwah Media yang Moderat
Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:07 WIB
loading...
A
A
A
KH. Ma’ruf Amin, menegaskan pentingnya menjaga kualitas siaran selama bulan Ramadan. Ia menyebut, ASR 2025 merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga dalam memperkuat pengawasan konten siaran yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
“Kegiatan ini adalah kerja berjemaah. Bukan hanya MUI, tapi juga Kemenag, KPI, bahkan Komdigi yang ikut mengawal siaran Ramadan. Pengawasan tidak cukup hanya lewat aturan, tapi juga melalui pemantauan langsung, agar Ramadan tidak ternodai oleh siaran-siaran yang kontraproduktif dan tidak membawa kebaikan,” ujarnya, Sabtu (24/5/2025).
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar diwakili Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, media dakwah mesti menjadi kompas moral yang mengarahkan transformasi sosial menuju masyarakat yang beretika dan bersolidaritas. Dikatakannya, Kemenag berupaya memperkuat ekosistem dakwah media yang moderat dan berdampak.
“Salah satu inisiatif strategis yang tengah dikembangkan adalah implementasi Kurikulum Cinta, yang menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman sejak usia dini,” kata Kamaruddin.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, ASR berfungsi sebagai panggung apresiasi bagi karya-karya penyiaran Islam yang mampu membangun karakter bangsa. Melalui ajang ini, ia berharap, tayangan keagamaan di media semakin edukatif, inspiratif, dan moderatif.
“Siaran yang baik bukan sekadar tontonan, tetapi menjadi tuntunan. Karenanya, Anugerah Syiar Ramadan 2025 berfungsi menjaga etika publik, sekaligus panggung apresiasi bagi karya-karya syiar agama Islam yang membangun karakter bangsa,” ujar Abu.
Jumlah peserta ASR 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat, 111 lembaga penyiaran ikut serta, terdiri dari 21 TV dan 90 radio, naik dari 80 lembaga pada 2024. Jumlah program yang dilombakan juga meningkat menjadi 536 program, terdiri dari 166 program acara TV dan 370 program radio, dibandingkan tahun lalu hanya 394 program.
Daftar pemenang Anugerah Syiar Ramadan 2025:
“Kegiatan ini adalah kerja berjemaah. Bukan hanya MUI, tapi juga Kemenag, KPI, bahkan Komdigi yang ikut mengawal siaran Ramadan. Pengawasan tidak cukup hanya lewat aturan, tapi juga melalui pemantauan langsung, agar Ramadan tidak ternodai oleh siaran-siaran yang kontraproduktif dan tidak membawa kebaikan,” ujarnya, Sabtu (24/5/2025).
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar diwakili Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, media dakwah mesti menjadi kompas moral yang mengarahkan transformasi sosial menuju masyarakat yang beretika dan bersolidaritas. Dikatakannya, Kemenag berupaya memperkuat ekosistem dakwah media yang moderat dan berdampak.
“Salah satu inisiatif strategis yang tengah dikembangkan adalah implementasi Kurikulum Cinta, yang menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman sejak usia dini,” kata Kamaruddin.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, ASR berfungsi sebagai panggung apresiasi bagi karya-karya penyiaran Islam yang mampu membangun karakter bangsa. Melalui ajang ini, ia berharap, tayangan keagamaan di media semakin edukatif, inspiratif, dan moderatif.
“Siaran yang baik bukan sekadar tontonan, tetapi menjadi tuntunan. Karenanya, Anugerah Syiar Ramadan 2025 berfungsi menjaga etika publik, sekaligus panggung apresiasi bagi karya-karya syiar agama Islam yang membangun karakter bangsa,” ujar Abu.
Jumlah peserta ASR 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat, 111 lembaga penyiaran ikut serta, terdiri dari 21 TV dan 90 radio, naik dari 80 lembaga pada 2024. Jumlah program yang dilombakan juga meningkat menjadi 536 program, terdiri dari 166 program acara TV dan 370 program radio, dibandingkan tahun lalu hanya 394 program.
Daftar pemenang Anugerah Syiar Ramadan 2025:
Lihat Juga :