Ujicoba Vaksin TBC, Sejarah Ditulis Ulang
Jum'at, 23 Mei 2025 - 10:40 WIB
loading...
Uji coba vaksin TBC dibahas dalam perbincangan Camar Haenda dengan Menko PMK Pratikno dalam One On One di SINDONEWS TV, Jumat, 23 Mei 2025 pukul 21.30 WIB di SINDOnews TV. Foto/SINDONEWS TV
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah tengah menyusun penulisan ulang sejarah nasional dalam sepuluh jilid buku, dari prasejarah hingga era Jokowi. Proyek ini diklaim berbasis riset ilmiah, namun menuai kritik karena dinilai berpotensi menciptakan narasi tunggal versi negara.
Kekhawatiran pun muncul: apakah sejarah sedang ditulis ulang, atau disusun ulang untuk kepentingan tertentu?
Baca juga: Menkes Tegaskan Indonesia Bukan Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Sementara masa lalu dirapikan, masa depan dirancang lewat dua program pendidikan: Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat.
Yang satu unggulan, selektif, dan berstandar tinggi; yang lain afirmatif, inklusif, dan menyasar kelompok paling rentan.
Dua wajah pendidikan ini menimbulkan pertanyaan—apakah ini keadilan sosial, atau justru pelabelan sejak dini?
Di saat yang sama, pemerintah menargetkan Indonesia bebas dari TBC pada 2030.
Baca juga: Bill Gates Bakal Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia
Lewat Kemenko PMK, berbagai langkah lintas sektor digencarkan—dari perlindungan finansial bagi pasien, edukasi masyarakat, hingga kolaborasi dengan komunitas akar rumput.
Upaya ini menyasar langsung kelompok paling terdampak, agar kesehatan tak lagi jadi kemewahan yang sulit dijangkau.
Kemenko PMK, di bawah koordinasi Pratikno memayungi semua kebijakan ini—dari sejarah hingga kesehatan publik.
Tapi di tengah upaya besar membangun manusia Indonesia, siapa yang mengatur apa yang harus dikenang, dipelajari, dan disembuhkan?
Ikuti perbincangan tajam bersama Camar Haenda dan Menko PMK Pratikno dalam One On One, Jumat, 23 Mei 2025 pukul 21.30 WIB di SINDOnews TV.
Kekhawatiran pun muncul: apakah sejarah sedang ditulis ulang, atau disusun ulang untuk kepentingan tertentu?
Baca juga: Menkes Tegaskan Indonesia Bukan Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Sementara masa lalu dirapikan, masa depan dirancang lewat dua program pendidikan: Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat.
Yang satu unggulan, selektif, dan berstandar tinggi; yang lain afirmatif, inklusif, dan menyasar kelompok paling rentan.
Dua wajah pendidikan ini menimbulkan pertanyaan—apakah ini keadilan sosial, atau justru pelabelan sejak dini?
Di saat yang sama, pemerintah menargetkan Indonesia bebas dari TBC pada 2030.
Baca juga: Bill Gates Bakal Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia
Lewat Kemenko PMK, berbagai langkah lintas sektor digencarkan—dari perlindungan finansial bagi pasien, edukasi masyarakat, hingga kolaborasi dengan komunitas akar rumput.
Upaya ini menyasar langsung kelompok paling terdampak, agar kesehatan tak lagi jadi kemewahan yang sulit dijangkau.
Kemenko PMK, di bawah koordinasi Pratikno memayungi semua kebijakan ini—dari sejarah hingga kesehatan publik.
Tapi di tengah upaya besar membangun manusia Indonesia, siapa yang mengatur apa yang harus dikenang, dipelajari, dan disembuhkan?
Ikuti perbincangan tajam bersama Camar Haenda dan Menko PMK Pratikno dalam One On One, Jumat, 23 Mei 2025 pukul 21.30 WIB di SINDOnews TV.
(shf)
Lihat Juga :