Pemerintah Didorong Adopsi Pendekatan Inggris Kurangi Bahaya Tembakau

Selasa, 20 Mei 2025 - 22:01 WIB
loading...
Pemerintah Didorong...
Ketua Akvindo Paido Siahaan mendorong pemerintah mengadopsi pendekatan Inggris dalam mengurangi bahaya tembakau. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Jumlah perokok di Indonesia saat ini cukup tinggi, mencapai 69 juta jiwa. Pemerintah didorong mengadopsi pendekatan pengurangan bahayatembakau dengan regulasi yang mendukung inovasi dan edukasi akurat.

Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) Paido Siahaan menjelaskan, berhenti merokok total sering kali sulit dilakukan karena gejala putus nikotin (withdrawal). Menurutnya, produk tembakau alternatif menawarkan solusi yang lebih realistis bagi perokok dewasa.

"Kami mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengadopsi pedekatan pengurangan bahaya tembakau seperti yang dilakukan Inggris," katanya, Selasa (20/5/2025).

Hasil penelitian dua lembaga terkemuka di Inggris, yaitu Office for Health Improvement and Disparities (2022) dan Royal College of Physicians (2024) menyebutkan produk tembakau alternatif bisa membantu perokok mengurangi atau bahkan berhenti merokok. Pakar adiksi dari Universitas East Angel, Prof. Caitlin Notley mengakui produk tembakau alternatif memang tidak sepenuhnya bebas risiko, tetapi lebih rendah bahayanya dibanding rokok.

Laporan dari King's College London menunjukkan penggunaan produk seperti vape, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin punya tingkat keberhasilan 64,9% dalam membantu orang berhenti merokok. Angka ini lebih tinggi dibanding mereka yang mencoba berhenti tanpa bantuan produk alternatif, yang tingkat keberhasilannya hanya 58,6%.

Selain itu, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa dalam jangka pendek dan menengah, produk tembakau alternatif punya risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok. Sejak 2013, produk ini diperkirakan telah membantu 30.000 hingga 50.000 orang di Inggris berhenti merokok setiap tahun.

Paido menyoroti maraknya kampanye negatif justru menjadi penghambat bagi perokok dewasa untuk menggunakan produk rendah risiko tersebut. Dengan prevalensi merokok di Indonesia sudah mencapai 69 juta jiwa, kampanye negatif terhadap produk tembakau alternatif semakin menghalangi dalam menurunkan jumlah perokok.

"Kampanye negatif, baik yang disengaja maupun akibat misinformasi, menciptakan persepsi keliru di masyarakat bahwa vape atau produk tembakau alternatif lainnya sama berbahayanya dengan rokok. Informasi yang akurat dan berbasis ilmiah harus digaungkan untuk melawan mispersepsi ini, sehingga perokok dewasa dapat membuat keputusan yang lebih baik untuk kesehatan mereka," katanya.

Menurut Paido, penyalahgunaan menjadi tantangan yang berat karena mengaburkan fakta tentang potensi produk tembakau alternatif. Untuk memperkecil ruang penyalahgunaan, maka diperlukan penegakan hukum yang ketat. Tentunya juga perlu didukung dengan peningkatan edukasi bagi publik.

"Edukasi tersebut untuk menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif adalah alat untuk perokok dewasa, bukan untuk non-perokok atau sebagai sarana penyalahgunaan zat terlarang. Dengan demikian, fakta tentang potensi vape sebagai opsi pengurangan risiko dapat tetap jelas di tengah isu penyalahgunaan," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
DPR: Penambahan Layer...
DPR: Penambahan Layer Baru Cukai Rokok Buka Celah Penyalahgunaan dan Moral Hazard
Produk Tembakau Alternatif,...
Produk Tembakau Alternatif, Guru Besar Unpad: Bukan Pintu Masuk bagi Non-Perokok
Indonesia Perlu Tiru...
Indonesia Perlu Tiru Inggris Manfaatkan Produk Tembakau Alternatif
GEBRAK Perkuat Edukasi...
GEBRAK Perkuat Edukasi Produk Tembakau Alternatif
Tembakau Alternatif...
Tembakau Alternatif Bantu Beralih dari Kebiasaan Merokok
Puasa Ramadan Jadi Momentum...
Puasa Ramadan Jadi Momentum Pas Berhenti Merokok, Dokter Bagikan Tipsnya
5 Cara Cegah Kolesterol...
5 Cara Cegah Kolesterol Tinggi usai Konsumsi Hidangan Tahun Baru
Rekomendasi
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved