Kemensos Tekankan Peningkatan Jaminan Sosial di ICSWSS 2025
Sabtu, 17 Mei 2025 - 20:55 WIB
loading...
A
A
A
"Pekerjaan sosial tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terpadu, terarah, dan berkelanjutan," tuturnya.
Dia menerangkan, Kemensos juga merancang program Sekolah Rakyat yang ditargetkan berdiri sebanyak 100 unit di seluruh Indonesia pada 2025. "Program ini ditujukan bagi masyarakat kurang mampu dan sudah mulai digagas bersama sejumlah kampus," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendikti Saintek Ahmad Najib Burhani menambahkan, konferensi internasional menjadi wadah penting untuk meninjau, mengevaluasi, dan mengakui keberhasilan maupun kegagalan, serta kemajuan dan kemunduran dalam bidang pekerjaan sosial dan ilmu sosial dalam upaya mencapai tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
"Sudah saatnya ilmuwan sosial Indonesia mengkritisi dan menyesuaikan pendekatan keilmuannya agar lebih relevan dengan konteks lokal, serta mampu berkontribusi secara orisinal dalam diskursus global," katanya.
Konferensi Internasional tersebut menghadirkan 14 negara yang berasal dari Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Serikat membahas isu pekerja sosial secara global. Kegiatan itu merupakan kolaborasi antara Asian and Pacific Islander Social Work Educators Association (APISWEA) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ.
Dia menerangkan, Kemensos juga merancang program Sekolah Rakyat yang ditargetkan berdiri sebanyak 100 unit di seluruh Indonesia pada 2025. "Program ini ditujukan bagi masyarakat kurang mampu dan sudah mulai digagas bersama sejumlah kampus," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendikti Saintek Ahmad Najib Burhani menambahkan, konferensi internasional menjadi wadah penting untuk meninjau, mengevaluasi, dan mengakui keberhasilan maupun kegagalan, serta kemajuan dan kemunduran dalam bidang pekerjaan sosial dan ilmu sosial dalam upaya mencapai tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
"Sudah saatnya ilmuwan sosial Indonesia mengkritisi dan menyesuaikan pendekatan keilmuannya agar lebih relevan dengan konteks lokal, serta mampu berkontribusi secara orisinal dalam diskursus global," katanya.
Konferensi Internasional tersebut menghadirkan 14 negara yang berasal dari Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Serikat membahas isu pekerja sosial secara global. Kegiatan itu merupakan kolaborasi antara Asian and Pacific Islander Social Work Educators Association (APISWEA) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ.
(rca)
Lihat Juga :