Kejar Target 30 Persen Konservasi Laut, KKP Bentuk Komite Kolaborasi Forum MPA-OECM Nasional

Sabtu, 17 Mei 2025 - 09:21 WIB
loading...
Kejar Target 30 Persen...
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen memperluas kawasan konservasi pesisir dan laut hingga 30% dari total luas laut nasional atau sekitar 97,5 juta hektare pada 2045. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen memperluas kawasan konservasi pesisir dan laut hingga 30% dari total luas laut nasional atau sekitar 97,5 juta hektare pada 2045. Salah satunya dengan cara membangun kolaborasi bersama Konsorsium MPA dan OECM.

Konsorsium tersebut terdiri dari WWF Indonesia, Coral Triangle Center (CTC), RARE Indonesia, Konservasi Indonesia, Pesisir Lestari (Pelestari), Rekam Nusantara, serta Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Kolaborasi KKP dan konsorsium membentuk Komite Nasional Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan yang berfungsi sebagai wadah koordinatif dan adaptif antar pemangku kepentingan.

Baca juga: KKP Berikan Stimulus Bagi Pembudidya Ikan

Komite ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi formal seperti Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) dan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) maupun kawasan perlindungan perairan berbasis masyarakat berpotensi lainnya atau OECM (Other Effective Area-Based Conservation Measures).

Selain itu, komite juga mendukung upaya pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun kebijakan, membangun kapasitas, serta mengakses dukungan global dan sumber daya lainnya untuk mewujudkan target konservasi nasional.

Direktur Konservasi Ekosistem Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP Firdaus Agung menjelaskan, fungsi utama komite ini mencakup penyusunan rencana kerja nasional dan daerah terkait Visi Kawasan Konservasi 2045, diseminasi informasi konservasi secara luas.

Kemudian, penguatan koordinasi lintas sektor, serta penyediaan data dan dukungan teknis bagi kegiatan monitoring dan evaluasi kawasan konservasi dan OECM.

“Dengan terbentuknya komite ini, diharapkan tercipta tata kelola konservasi laut yang inklusif, partisipatif, dan berkeadilan sehingga menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama,” ujar Firdaus, Jumat (16/5/2025).

Turut memfasilitasi hadirnya komite dan forum nasional ini, Executive Director Coral Triangle Center (CTC) Rili Djohani. Dia menyatakan platform bersama ini diharapkan dapat menjembatani koordinasi di antara berbagai aktor konservasi untuk memastikan tercapainya target nasional.

“Pembentukan komite dan forum ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menghadapi tantangan konservasi laut melalui pendekatan yang inklusif dan kolaboratif. Melalui kerja sama dan pengelolaan berbasis data, Indonesia tidak hanya akan memperluas cakupan perlindungan laut, tetapi juga meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan yang berdampak bagi keanekaragaman hayati dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Director of Marine and Fisheries Program WWF Indonesia Imam Musthofa Zainuddin menambahkan rangkaian kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi melalui diseminasi informasi yang akurat dan memperluas partisipasi multipihak.

“Konsorsium MPA dan OECM selama ini telah bergerak secara strategis mendukung aksi-aksi konservasi laut. Kali ini, rangkaian kegiatan simposium hadir menjadi ruang penting untuk membuka data, berbagi pembelajaran, dan membangun diskusi yang informatif dan strategis dalam mendukung tata kelola kawasan yang lebih baik. Harapannya, inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat bagi perlindungan keanekaragaman hayati, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian karbon biru dan penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir,” ungkapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Bali Berhasil Bongkar TPPO KM Awindo A2
Menteri Trenggono Ungkap...
Menteri Trenggono Ungkap 100 Titik Kampung Nelayan Rampung Mei 2026
KKP Gandeng Masyarakat...
KKP Gandeng Masyarakat Pesisir Lindungi Ekosistem Laut
Komisi IV DPR Usul Pemanfaatan...
Komisi IV DPR Usul Pemanfaatan PNBP VMS untuk Nelayan Kecil
Pemakaman Jenazah 3...
Pemakaman Jenazah 3 Korban Jatuhnya Pesawat ATR, Wamen: Syuhada Penjaga Sumber Daya Kelautan
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Rekomendasi
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
Kapal Selam Rusia Berlatih Hancurkan Target di Laut Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved