Global Islamic Financial Institutions Forum 2025, BPKH: Dana Haji Dikelola Transparan
Jum'at, 09 Mei 2025 - 16:49 WIB
loading...
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menghadiri Global Islamic Financial Institutins Forum 2025 di Dubai. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI menghadiri Global Islamic Financial Institutions Forum 2025 di Dubai. Dalam forum tersebut BPKH enunjukkan eksistensinya sebagai pemain kunci dalam ekosistem keuangan syariah global.
Kehadiran BPKH dalam forum bergengsi yang diselenggarakan oleh Standard Chartered ini menjadi platform penting untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam memajukan ekonomi syariah.
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah turut hadir dan menjadi pembicara dalam sesi CEO Panel yang bertajuk "Bridging borders, fuelling growth: The next era of cross-border in Islamic banking".
Baca juga: Haji 2025 Haji Akbar yang Dirindukan Jemaah
Dalam diskusi tersebut, Fadlul berbagi panggung dengan para pemimpin industri keuangan syariah terkemuka di berbagai negara. Panel ini menyoroti urgensi kerja sama antarnegara dalam memperkuat fondasi perbankan syariah serta mempermudah mobilitas dana umat di seluruh dunia.
Fadlul Imansyah menekankan partisipasi BPKH dalam forum ini adalah bukti nyata dana haji yang dikelola BPKH tidak hanya terjamin keamanannya, tetapi juga dialokasikan secara produktif dan memberikan dampak positif.
Baca juga: Pastikan Dana Haji Aman, Kepala BPKH: Kami Utamakan Transparansi dan Prinsip Syariah
“Partisipasi BPKH di forum ini menunjukkan bahwa dana umat yang kami kelola tidak hanya aman, tetapi juga produktif dan berdampak,” ujarnya, Jumat (9/5/2025).
Fadlul menyampaikan apresiasinya kepada para pelaku pasar yang hadir dalam forum tersebut, yang telah memberikan berbagai pandangan berharga bagi BPKH dalam upaya meningkatkan nilai manfaat dana haji.
Fadlul juga menyoroti peran strategis BPKH Limited, anak perusahaan BPKH, sebagai representasi kolaborasi yang perlu terus dikembangkan untuk mengoptimalkan pengelolaan dana haji.
“Insya Allah hadirnya BPKH di forum ini dapat memberikan kontribusi yang lebih baik untuk berkolaborasi dan berintegrasi dengan seluruh pelaku pasar, baik institusi syariah dunia maupun industri keuangan secara global pada seluruh dunia,” tambahnya.
Fadlul memastikan BPKH akan terus berinovasi dalam pengelolaan keuangan haji dengan berpegang pada prinsip-prinsip syariah, transparansi, dan akuntabilitas. BPKH juga terbuka untuk menjalin berbagai peluang kerja sama strategis dengan berbagai pihak di tingkat internasional.
CEO Standard Chartered Islamic Banking, Khurram Hilal, menyampaikan pandangannya mengenai potensi besar ekonomi syariah di Indonesia. Khurram mengajak para pelaku keuangan syariah di Indonesia, termasuk BPKH, untuk membangun kemitraan strategis dengan institusi keuangan Islam global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan Islam dunia. “Alhamdulillah, Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia dan memiliki ekonomi triliunan dolar. Dengan potensi ini, Indonesia memiliki semua yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan keuangan Islam global,” kata Khurram.
Khurram menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara sebagai sarana untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman, tidak hanya dalam aspek perbankan, tetapi juga dalam hal regulasi dan praktik terbaik yang telah diterapkan.
“Kita bisa belajar dari satu sama lain. Mari bermitra dengan institusi keuangan Islam di seluruh dunia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Kehadiran BPKH dalam forum bergengsi yang diselenggarakan oleh Standard Chartered ini menjadi platform penting untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam memajukan ekonomi syariah.
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah turut hadir dan menjadi pembicara dalam sesi CEO Panel yang bertajuk "Bridging borders, fuelling growth: The next era of cross-border in Islamic banking".
Baca juga: Haji 2025 Haji Akbar yang Dirindukan Jemaah
Dalam diskusi tersebut, Fadlul berbagi panggung dengan para pemimpin industri keuangan syariah terkemuka di berbagai negara. Panel ini menyoroti urgensi kerja sama antarnegara dalam memperkuat fondasi perbankan syariah serta mempermudah mobilitas dana umat di seluruh dunia.
Fadlul Imansyah menekankan partisipasi BPKH dalam forum ini adalah bukti nyata dana haji yang dikelola BPKH tidak hanya terjamin keamanannya, tetapi juga dialokasikan secara produktif dan memberikan dampak positif.
Baca juga: Pastikan Dana Haji Aman, Kepala BPKH: Kami Utamakan Transparansi dan Prinsip Syariah
“Partisipasi BPKH di forum ini menunjukkan bahwa dana umat yang kami kelola tidak hanya aman, tetapi juga produktif dan berdampak,” ujarnya, Jumat (9/5/2025).
Fadlul menyampaikan apresiasinya kepada para pelaku pasar yang hadir dalam forum tersebut, yang telah memberikan berbagai pandangan berharga bagi BPKH dalam upaya meningkatkan nilai manfaat dana haji.
Fadlul juga menyoroti peran strategis BPKH Limited, anak perusahaan BPKH, sebagai representasi kolaborasi yang perlu terus dikembangkan untuk mengoptimalkan pengelolaan dana haji.
“Insya Allah hadirnya BPKH di forum ini dapat memberikan kontribusi yang lebih baik untuk berkolaborasi dan berintegrasi dengan seluruh pelaku pasar, baik institusi syariah dunia maupun industri keuangan secara global pada seluruh dunia,” tambahnya.
Fadlul memastikan BPKH akan terus berinovasi dalam pengelolaan keuangan haji dengan berpegang pada prinsip-prinsip syariah, transparansi, dan akuntabilitas. BPKH juga terbuka untuk menjalin berbagai peluang kerja sama strategis dengan berbagai pihak di tingkat internasional.
CEO Standard Chartered Islamic Banking, Khurram Hilal, menyampaikan pandangannya mengenai potensi besar ekonomi syariah di Indonesia. Khurram mengajak para pelaku keuangan syariah di Indonesia, termasuk BPKH, untuk membangun kemitraan strategis dengan institusi keuangan Islam global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan Islam dunia. “Alhamdulillah, Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia dan memiliki ekonomi triliunan dolar. Dengan potensi ini, Indonesia memiliki semua yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan keuangan Islam global,” kata Khurram.
Khurram menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara sebagai sarana untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman, tidak hanya dalam aspek perbankan, tetapi juga dalam hal regulasi dan praktik terbaik yang telah diterapkan.
“Kita bisa belajar dari satu sama lain. Mari bermitra dengan institusi keuangan Islam di seluruh dunia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :