PPATK Ungkap Pemain Judi Online Mayoritas Berpenghasilan di Bawah Rp5 Juta
Kamis, 08 Mei 2025 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
"Ini bergerak terus dari 2017. Semakin boros untuk judi online. Ini data yang diterima oleh PPATK income dan expense untuk kepentingan judi online. Bergerak terus," pungkasnya.
Ivan pun mengatakan, pihaknya juga menemukan perilaku penjudi untuk menutupi kebutuhan dengan cara meminjam uang ke bank, bahkan pinjaman online (pinjol). Hal itu dilandasi dari temuan PPATK yang menyebutkan bahwa mayoritas penjudi online meminjam uang ke bank.
"PPATK menemukan bahwa tahun 2023 saja, dari 3,7 juta pemain di 2023, 2,4 jutanya memiliki pinjaman. Dia berutang, punya pinjaman di bank. Di tahun 2024, dari 8,8 juta pemain, 3,8 juta memiliki pinjaman. Jadi dia main judi online plus minjem uang di bank," tutur Ivan.
"Pertanyaannya berikutnya kalau dia tidak punya akses ke bank, lalu kemudian dia tetap harus beli makan, bayar sekolah, dan macam-macam, dia pinjemnya ke mana? Dia pinjemnya larinya ke pinjol," pungkas Ivan.
Ivan pun mengatakan, pihaknya juga menemukan perilaku penjudi untuk menutupi kebutuhan dengan cara meminjam uang ke bank, bahkan pinjaman online (pinjol). Hal itu dilandasi dari temuan PPATK yang menyebutkan bahwa mayoritas penjudi online meminjam uang ke bank.
"PPATK menemukan bahwa tahun 2023 saja, dari 3,7 juta pemain di 2023, 2,4 jutanya memiliki pinjaman. Dia berutang, punya pinjaman di bank. Di tahun 2024, dari 8,8 juta pemain, 3,8 juta memiliki pinjaman. Jadi dia main judi online plus minjem uang di bank," tutur Ivan.
"Pertanyaannya berikutnya kalau dia tidak punya akses ke bank, lalu kemudian dia tetap harus beli makan, bayar sekolah, dan macam-macam, dia pinjemnya ke mana? Dia pinjemnya larinya ke pinjol," pungkas Ivan.
(shf)
Lihat Juga :