Greg Poulgrain: Ketidakpuasan di Papua Dipicu Kegagalan Distribusi Kesejahteraan
Senin, 05 Mei 2025 - 23:51 WIB
loading...
A
A
A
Ketidakpuasan sebagian masyarakat Papua, misalnya, menurut Greg, kerap dipicu oleh kegagalan distribusi kesejahteraan karena hasil dari pengelolaan kekayaan alam Papua menumpuk pada pihak-pihak tertentu.
Dr Poulgrain menekankan pentingnya pendekatan komprehensif yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan budaya dalam pengelolaan sumber daya. Kemudian, perlunya visi jangka panjang, kerja sama internasional, serta tata kelola yang bertanggung jawab demi kesejahteraan bangsa.
Dr Poulgrain yang merupakan pengajar di sejumlah universitas di Australia melakukan penelitian ekstensif sejarah Indonesia khususnya di masa-masa puncak Perang Dingin. Dia telah menerbitkan tiga buku terkait tema ini yakni “The Incubus of Intervention” (2015), “Genesis of Konfrontasi” (2019) dan “JFK vs Allen Dulles: Battleground Indonesia” (2020). Satu buku lagi yang sedang dipersiapkannya berjudul “The Curse of Gold”.
Dua penanggap utama dalam GREAT Lecture yang dibuka Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Dr Syahganda Nainggolan yakni Dr Sidratahta Mukhtar dan Dr Zarmansyah.
Diskusi yang dimoderatori peneliti GREAT Institute Omar Thalib dihadiri kalangan akademisi dan politisi antara lain Dr. Indra Wardhana dari Pertamina University, Dr. Faisal Nurdin dan Dr. Rahmi Fitryani dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, peneliti isu Kashmir dari Belanda Laura Schuurmans, mantan Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzy, politisi Golkar Dr. Poempida Hidayatulloh, dan politisi Partai Demokrat Dr. Nurhayati Assegaf, serta Jeremy Kight Diplomat dari Kedutaan Besar Amerika.
Dr Poulgrain menekankan pentingnya pendekatan komprehensif yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan budaya dalam pengelolaan sumber daya. Kemudian, perlunya visi jangka panjang, kerja sama internasional, serta tata kelola yang bertanggung jawab demi kesejahteraan bangsa.
Dr Poulgrain yang merupakan pengajar di sejumlah universitas di Australia melakukan penelitian ekstensif sejarah Indonesia khususnya di masa-masa puncak Perang Dingin. Dia telah menerbitkan tiga buku terkait tema ini yakni “The Incubus of Intervention” (2015), “Genesis of Konfrontasi” (2019) dan “JFK vs Allen Dulles: Battleground Indonesia” (2020). Satu buku lagi yang sedang dipersiapkannya berjudul “The Curse of Gold”.
Dua penanggap utama dalam GREAT Lecture yang dibuka Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Dr Syahganda Nainggolan yakni Dr Sidratahta Mukhtar dan Dr Zarmansyah.
Diskusi yang dimoderatori peneliti GREAT Institute Omar Thalib dihadiri kalangan akademisi dan politisi antara lain Dr. Indra Wardhana dari Pertamina University, Dr. Faisal Nurdin dan Dr. Rahmi Fitryani dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, peneliti isu Kashmir dari Belanda Laura Schuurmans, mantan Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzy, politisi Golkar Dr. Poempida Hidayatulloh, dan politisi Partai Demokrat Dr. Nurhayati Assegaf, serta Jeremy Kight Diplomat dari Kedutaan Besar Amerika.
Lihat Juga :