Positif Covid-19, Seleksi 30 Calon Taruna Akmil Dilakukan Terpisah
Senin, 07 September 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Andika Perkasa lantas meminta Asisten Personel (Aspers) KSAD menindaklanjuti arahan itu kepada panitia pusat seleksi catar Akmil agar para catar dapat melanjutkan seleksi ke tahap berikutnya.
“Aspers akan langsung menghubungi panitia pusat mengenai catar agar mereka bisa terus ikut seleksi tanpa harus dirugikan hanya karena mereka positif. Jangan sampai merugikan hak-hak mereka yang sudah lulus dari daerah, kemudian dinyatakan gagal hanya karena Covid-19,” ucapnya.
Sebelum kasus catar, TNI AD juga sempat direpotkan dengan kasus Sekolah Calon Perwira Angkatan Data (Secapa AD) dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom). Untuk kasus Secapa yang menjadi kluster dan berstatus kejadian luar biasa (KLB) karena yang terpapar Covid-19 mencapai 1.280 orang. Sedangkan di Pusdikpom ada sekitar 101 orang. (Baca juga: Menanti 10 Tahun, Akhirnya Zaskia Sungkar Hamil)
Merespons kejadian tersebut, KSAD melakukan evaluasi terkait protokol kesehatan yang dijalankan di lembaga pendidikan. Evaluasi dimaksud antara lain penyemprotan disinfektan tidak hanya di lingkungan luar atau eksterior, tapi juga ke dalam ruangan. Selain itu, KSAD juga meningkatkan kemampuan rumah sakit TNI dalam menangani Covid-19.
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kadir Karding meminta TNI AD melakukan peninjauan ulang terhadap sistem protokol kesehatan Covid-19 di asrama-asrama. “Harus ada evaluasi di internal mereka tentang protokol yang sudah dijalankan. Karena mereka ini sistem latihannya bersama dan sebagainya, jadi harus dievaluasi,” ujarnya kepada KORAN SINDO, Minggu (6/9/2020).
“Aspers akan langsung menghubungi panitia pusat mengenai catar agar mereka bisa terus ikut seleksi tanpa harus dirugikan hanya karena mereka positif. Jangan sampai merugikan hak-hak mereka yang sudah lulus dari daerah, kemudian dinyatakan gagal hanya karena Covid-19,” ucapnya.
Sebelum kasus catar, TNI AD juga sempat direpotkan dengan kasus Sekolah Calon Perwira Angkatan Data (Secapa AD) dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom). Untuk kasus Secapa yang menjadi kluster dan berstatus kejadian luar biasa (KLB) karena yang terpapar Covid-19 mencapai 1.280 orang. Sedangkan di Pusdikpom ada sekitar 101 orang. (Baca juga: Menanti 10 Tahun, Akhirnya Zaskia Sungkar Hamil)
Merespons kejadian tersebut, KSAD melakukan evaluasi terkait protokol kesehatan yang dijalankan di lembaga pendidikan. Evaluasi dimaksud antara lain penyemprotan disinfektan tidak hanya di lingkungan luar atau eksterior, tapi juga ke dalam ruangan. Selain itu, KSAD juga meningkatkan kemampuan rumah sakit TNI dalam menangani Covid-19.
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kadir Karding meminta TNI AD melakukan peninjauan ulang terhadap sistem protokol kesehatan Covid-19 di asrama-asrama. “Harus ada evaluasi di internal mereka tentang protokol yang sudah dijalankan. Karena mereka ini sistem latihannya bersama dan sebagainya, jadi harus dievaluasi,” ujarnya kepada KORAN SINDO, Minggu (6/9/2020).
Lihat Juga :