Dubes Rusia: BRICS Perkuat Jejaring Pendidikan dan Kolaborasi Perguruan Tinggi di Indonesia

Minggu, 27 April 2025 - 16:12 WIB
loading...
Dubes Rusia: BRICS Perkuat...
Dubes Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Gennadievich Tolchenov saat menghadiri Seminar Internasional di Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) di Jakarta. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS pada 6 Januari 2025 mendapat tanggapan positif dari Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Gennadievich Tolchenov.

Sergei menekankan peran strategis BRICS dalam memperkuat jejaring pendidikan dan kolaborasi internasional. Pernyataan ini disampaikan dalam Seminar Internasional bertajuk "Navigating Global Complexity: Diplomacy, Discourse, and Justice in Today's World" yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) di Jakarta.

Baca juga: Gabung BRICS, Indonesia Bisa Beli Minyak Murah Rusia

Dalam seminar yang dihadiri berbagai narasumber terkemuka, Dubes Tolchenov menyatakan keanggotaan Indonesia di BRICS adalah langkah signifikan untuk memperkuat posisi ekonomi dan diplomatiknya di panggung global. BRICS merupakan platform yang membuka peluang kerjasama di berbagai bidang, termasuk pendidikan, yang akan membantu negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam mengejar kemajuan bersama.

Seminar ini juga menjadi ajang peluncuran program "USNI Global Classroom" yang dimulai oleh USNI dan Universiti Sultan Zainal Abidin (Unisza).



Program ini bertujuan untuk memperluas kemitraan pendidikan secara internasional, termasuk dengan negara-negara anggota BRICS dan kawasan Asia Tenggara.

“Melalui inisiatif ini, kami berharap dapat menambah jumlah kampus yang terlibat, sehingga menciptakan jaringan pendidikan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tambah Dubes Tolchenov.

Baca juga: Resmi Jadi Anggota BRICS, Indonesia Terima Kasih ke Rusia dan Brasil

“Kerja sama di bidang pendidikan adalah kunci untuk menghasilkan generasi pemimpin yang siap menghadapi tantangan global dan mempromosikan nilai-nilai persahabatan dan saling menghormati antarnegara.”

Rektor USNI Sihar Sitorus menegaskan, komitmen universitas untuk mewujudkan visi pendidikan yang inklusif dan kolaboratif.

“Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap dapat menjalin kemitraan yang lebih luas dengan perguruan tinggi di Rusia dan negara lainnya, membuka lebih banyak peluang untuk riset bersama dan program pertukaran.”

Dekan FISIP USNI Prof. Fahlesa Munabari, menambahkan bahwa seminar ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi kurikulum dan memperkuat jejaring institusi.

"Kami menghargai dukungan dan partisipasi semua pihak dalam acara ini, yang menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi kompleksitas dunia saat ini."

Seminar ini juga mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam diskursus global. Mahasiswa dari USNI dan UNISZA mempresentasikan karya ilmiah yang mengeksplorasi isu-isu strategis, termasuk dinamika hubungan Tiongkok-Jepang dan strategi keamanan maritim Indonesia.

Sebagai penutup, Dubes Tolchenov menekankan bahwa BRICS tidak hanya berfungsi sebagai platform ekonomi, tetapi juga sebagai sarana untuk mempromosikan solidaritas dan karya bersama dalam bidang pendidikan.

“Kami percaya bahwa dengan memperkuat hubungan dalam BRICS, Indonesia berpotensi menjadi pemain kunci dalam membentuk tatanan dunia yang lebih adil dan kolaboratif,” ungkapnya.

Seminar ini menjadi forum diskusi penting dan langkah konkret bagi Indonesia dalam memanfaatkan keanggotaan di BRICS untuk memperkuat jejaring pendidikan serta kerjasama internasional yang bermanfaat.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Menko AHY Dorong Diaspora...
Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
UPI YAI dan Shinawatra...
UPI YAI dan Shinawatra University Thailand Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Pendidikan
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Rekomendasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Berita Terkini
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved