Teruskan Perjuangan Paus Fransiskus, Keuskupan Agung Jakarta Luncurkan Gerakan Belarasa
Kamis, 24 April 2025 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Gerakan Belarasa yang akan diluncurkan bukan hanya sekadar acara seremonial melainkan sebuah gerakan kemanusiaan yang melibatkan banyak pihak, dari masyarakat akar rumput hingga sektor swasta.
Dalam expo pelayanan sosial yang digelar sepanjang hari, pengunjung dapat menyaksikan langsung karya pemberdayaan LDD-KAJ yang telah berkiprah selama 63 tahun tanpa memandang suku, agama, golongan, dan berbagai perbedaan latar belakang lainnya.
Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan doa bersama lintas agama dipimpin Kardinal Suharyo dan lima tokoh agama lain sebagai simbol persaudaraan lintas iman.
Selanjutnya, publik diajak menjelajahi Galeri dan Bazar Belarasa mengikuti Dialog Kemanusiaan bersama Kardinal Suharyo, Sukidi Mulyadi, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, dan Franz Magnis Suseno yang dimoderatori Ayu Utami.
Acara akan ditutup dengan menyaksikan pertunjukan teater musical Mimpi Anak Pesisir yang diproduseri oleh Tanta Ginting dan melibatkan anak-anak marjinal sebagai pemeran utama.
“Mayoritas penerima manfaat layanan kami adalah umat Muslim, bahkan banyak yang berasal dari kelompok transpuan. Kami belajar dari ajaran Paus bahwa berbelarasa berarti memeluk semua yang terpinggirkan,” ujar Dita Anggraini dari Divisi Pelayanan Anak LDD.
Tidak hanya itu, akan ada kelas mini untuk memberi gambaran kepada pengunjung tentang metode pembelajaran yang inklusif dan berbasis komunitas.
Dalam expo pelayanan sosial yang digelar sepanjang hari, pengunjung dapat menyaksikan langsung karya pemberdayaan LDD-KAJ yang telah berkiprah selama 63 tahun tanpa memandang suku, agama, golongan, dan berbagai perbedaan latar belakang lainnya.
Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan doa bersama lintas agama dipimpin Kardinal Suharyo dan lima tokoh agama lain sebagai simbol persaudaraan lintas iman.
Selanjutnya, publik diajak menjelajahi Galeri dan Bazar Belarasa mengikuti Dialog Kemanusiaan bersama Kardinal Suharyo, Sukidi Mulyadi, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, dan Franz Magnis Suseno yang dimoderatori Ayu Utami.
Acara akan ditutup dengan menyaksikan pertunjukan teater musical Mimpi Anak Pesisir yang diproduseri oleh Tanta Ginting dan melibatkan anak-anak marjinal sebagai pemeran utama.
“Mayoritas penerima manfaat layanan kami adalah umat Muslim, bahkan banyak yang berasal dari kelompok transpuan. Kami belajar dari ajaran Paus bahwa berbelarasa berarti memeluk semua yang terpinggirkan,” ujar Dita Anggraini dari Divisi Pelayanan Anak LDD.
Bukan Memberi tapi Berjalan Bersama
Di booth pelayanan anak LDD, Dita bersama tim akan menampilkan miniatur kelas PAUD dan KBA (Kelompok Belajar Anak) lengkap dengan alat peraga dan dokumentasi visual perubahan wilayah sebelum dan sesudah pendampingan.Tidak hanya itu, akan ada kelas mini untuk memberi gambaran kepada pengunjung tentang metode pembelajaran yang inklusif dan berbasis komunitas.
Lihat Juga :