Apresiasi Sikap Kemanusiaan Presiden Prabowo soal Warga Gaza, Anggota DPR Tekankan Hal Ini
Sabtu, 12 April 2025 - 08:06 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan niat untuk memindahkan warga Palestina ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika. Sejak Israel berperang melawan Hamas di Gaza pada Oktober 2023, tercatat sekitar 50.800 warga Palestina tewas, dan sekitar 116.000 orang mengalami luka-luka. Sebagian besar korban cedera itu adalah anak-anak dan kaum perempuan. Namun, rencana itu ditolak hampir semua negara di dunia.
"Jangan sampai rencana Presiden Prabowo menampung warga Palestina korban agresi Israel itu dinilai sebagai bagian dari rencana AS dan Israel tersebut," kata Yulius.
Selain itu, lanjut Yulius, upaya kemanusiaan yang dilakukan Presiden Prabowo tidak boleh dikaitkan dengan masalah lain, khususnya upaya Indonesia dalam merespons pengenaan tarif impor 32% yang diterapkan AS terhadap barang dari Indonesia yang masuk ke AS.
Yulius juga menyarankan kepada publik agar tidak buru-buru merespons, baik pro maupun kontra, rencana Presiden tersebut. "Lebih baik kita tunggu penjelasan lebih lengkap dari Presiden. Selain itu, masyarakat lebih elok memberikan usulan-usulan konkret guna mempertajam dan mendudukkan rencana tersebut pada sikap dasar politik luar negeri negara kita yang bebas aktif," jelasnya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia siap menerima dan mengevakuasi warga Palestina yang menjadi korban perang di Gaza. Hal itu disampaikan Prabowo jelang lawatannya ke lima negara Timur Tengah di Pangkalan Udara TNI AU, Halim Perdanakusuma, Rabu (9/4/2025) dini hari.
Prabowo menyatakan, bahwa dirinya siap mengirimkan pesawat untuk mengevakuasi para korban, terutama mereka yang luka-luka, kena trauma, dan anak-anak yatim piatu. Prabowo memperkirakan, evakuasi gelombang pertama mencapai 1.000 orang. Evakuasi ini dilakukan dengan syarat semua pihak harus menyetujui hal ini.
"Jangan sampai rencana Presiden Prabowo menampung warga Palestina korban agresi Israel itu dinilai sebagai bagian dari rencana AS dan Israel tersebut," kata Yulius.
Selain itu, lanjut Yulius, upaya kemanusiaan yang dilakukan Presiden Prabowo tidak boleh dikaitkan dengan masalah lain, khususnya upaya Indonesia dalam merespons pengenaan tarif impor 32% yang diterapkan AS terhadap barang dari Indonesia yang masuk ke AS.
Yulius juga menyarankan kepada publik agar tidak buru-buru merespons, baik pro maupun kontra, rencana Presiden tersebut. "Lebih baik kita tunggu penjelasan lebih lengkap dari Presiden. Selain itu, masyarakat lebih elok memberikan usulan-usulan konkret guna mempertajam dan mendudukkan rencana tersebut pada sikap dasar politik luar negeri negara kita yang bebas aktif," jelasnya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia siap menerima dan mengevakuasi warga Palestina yang menjadi korban perang di Gaza. Hal itu disampaikan Prabowo jelang lawatannya ke lima negara Timur Tengah di Pangkalan Udara TNI AU, Halim Perdanakusuma, Rabu (9/4/2025) dini hari.
Prabowo menyatakan, bahwa dirinya siap mengirimkan pesawat untuk mengevakuasi para korban, terutama mereka yang luka-luka, kena trauma, dan anak-anak yatim piatu. Prabowo memperkirakan, evakuasi gelombang pertama mencapai 1.000 orang. Evakuasi ini dilakukan dengan syarat semua pihak harus menyetujui hal ini.
Lihat Juga :