Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Rabu, 09 April 2025 - 07:48 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap menerima dan mengevakuasi warga Palestina yang menjadi korban perang di Gaza ke Indonesia. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap menerima dan mengevakuasi warga Palestina yang menjadi korban perang di Gaza ke Indonesia. Prabowo menyebut akan mengutus Menteri Luar Negeri (Menlu) untuk membahas kesiapan Indonesia dalam mengevakuasi warga Palestina.
“Kami juga siap menerima korban-korban yang luka-luka dan nanti segera kirim Menteri Luar Negeri untuk diskusi dengan Pemerintah Palestina, dengan pihak daerah tersebut bagaimana pelaksanaanya untuk kami siap evakuasi,” kata Prabowo di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (9/4/2025) dini hari.
“Mereka yang luka-luka, mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu siapa pun boleh pemerintah Palestina dan pihak terkait di situ mereka ingin dievakuasi ke Indonesia,” sambung dia.
Baca juga: Siapa Monther Abed? Satu-satunya Korban Selamat Pembantaian Paramedis di Rafah oleh Israel
Prabowo menegaskan, dirinya siap mengirimkan pesawat untuk mengevakuasi para korban. Sementara itu, ia memperkirakan, evakuasi gelombang pertama diperkirakan mencapai 1.000 orang.
“Kami juga siap menerima korban-korban yang luka-luka dan nanti segera kirim Menteri Luar Negeri untuk diskusi dengan Pemerintah Palestina, dengan pihak daerah tersebut bagaimana pelaksanaanya untuk kami siap evakuasi,” kata Prabowo di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (9/4/2025) dini hari.
“Mereka yang luka-luka, mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu siapa pun boleh pemerintah Palestina dan pihak terkait di situ mereka ingin dievakuasi ke Indonesia,” sambung dia.
Baca juga: Siapa Monther Abed? Satu-satunya Korban Selamat Pembantaian Paramedis di Rafah oleh Israel
Prabowo menegaskan, dirinya siap mengirimkan pesawat untuk mengevakuasi para korban. Sementara itu, ia memperkirakan, evakuasi gelombang pertama diperkirakan mencapai 1.000 orang.
Lihat Juga :