Menag Minta Umat Buddha Tonjolkan Kesakralan saat Waisak 2025 di Candi Borobudur
Jum'at, 14 Maret 2025 - 16:18 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga berpesan agar peringatan Waisak tidak ada kepentingan-kepentingan tertentu yang non-religi, entah itu kepentingan politik, kepentingan bisnis, kepentingan umum maupun personal. Menurutnya, hal itu, sedapat mungkin harus dipisahkan.
Baca juga: Sejarah Candi Borobudur Era Mataram yang Diinisiasi Raja Samaratunggal
"Ketika kita masuk dalam upacara suci, kita akan memelihara keheningan. Karena keheningan inilah di mana dalam kita memprovokasi pengetahuan luhur, dipahami oleh masyarakat-masyarakat luhur," jelas Nasaruddin Umar.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa Candi Borobudur itu harus dipelihara. Namun demikian ada tantangan yang diperoleh berkaitan dengan kesejahteraan Borobudur.
Ia menyebut, Borobudur itu bukan sekadar benda yang mana orang bisa berfoto-foto, melakukan macam-macam di atasnya.
"Borobudur itu harus menciptakan pikiran orang yang berkumpul di situ, apapun agamanya. Borobudur itu harus menjernihkan batin seseorang yang datang berkumpul di situ. Tidak peduli agama manapun," ujarnya.
"Mari kita pelihara energi Candi Borobudur. Tempat-tempat yang energinya kuat kita jaga dengan baik. Lupakan semua perbedaan yang ada. Mari tenggelamkan ego-ego sektoral. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari Sang Buddhis,” pesan Menag.
Baca juga: Sejarah Candi Borobudur Era Mataram yang Diinisiasi Raja Samaratunggal
"Ketika kita masuk dalam upacara suci, kita akan memelihara keheningan. Karena keheningan inilah di mana dalam kita memprovokasi pengetahuan luhur, dipahami oleh masyarakat-masyarakat luhur," jelas Nasaruddin Umar.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa Candi Borobudur itu harus dipelihara. Namun demikian ada tantangan yang diperoleh berkaitan dengan kesejahteraan Borobudur.
Ia menyebut, Borobudur itu bukan sekadar benda yang mana orang bisa berfoto-foto, melakukan macam-macam di atasnya.
"Borobudur itu harus menciptakan pikiran orang yang berkumpul di situ, apapun agamanya. Borobudur itu harus menjernihkan batin seseorang yang datang berkumpul di situ. Tidak peduli agama manapun," ujarnya.
"Mari kita pelihara energi Candi Borobudur. Tempat-tempat yang energinya kuat kita jaga dengan baik. Lupakan semua perbedaan yang ada. Mari tenggelamkan ego-ego sektoral. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari Sang Buddhis,” pesan Menag.
Lihat Juga :