Menteri Agama Lobi Arab Saudi untuk Tambah Kuota Petugas Haji
Kamis, 13 Maret 2025 - 06:22 WIB
loading...
Menag Nasaruddin Umar menyatakan berupaya meminta tambahan kuota petugas haji 2025. Hal itu ditujukan agar jemaah haji Indonesia terlayani dengan baik. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan sedang berupaya meminta tambahan kuota petugas haji 2025. Hal itu ditujukan agar jemaah haji Indonesia terlayani dengan baik.
Atas dasar itu, Nasaruddin mengaku, pihaknya tengah melobi Pemerintah Arab Saudi untuk bisa menambah kuota petugas haji untuk Indonesia.
Baca juga: Menag Susun Sistem Efisiensi Petugas Haji 2025
"Iya, sementara kita lobby bagaimana supaya Saudi Arabia memberikan satu kebijakan khusus kepada Indonesia untuk bisa memberikan kuota tambahan pendamping petugas jamaah haji," kata Nasaruddin saag ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2025).
Baginya, jemaah haji Indonesia lebih baik dilayani oleh petugas yang serumpun. Apalagi, kata dia, sebagian besar jemaah haji Indonesia tak bisa berbahasa Arab.
"Kalau orang Mesir, orang Syria, Lebanon, mereka semuanya bisa bahasa Arab kan? Nah orang Indonesia tuh jarang bisa bahasa Arab. Kalau ada yang sakit, ada yang tersesat, orang Arab nggak bisa bahasa Indonesia, orang Indonesia nggak bisa bahasa Arab," tutur Nasaruddin.
Baca juga: Fokus Kawal Haji 2025, Itjen Kemenag Awasi Penyediaan Layanan Haji
"Nah kami minta kepada pemerintah Saudi Arabia kemarin supaya diberikan kuota tambahan demi untuk membantu juga petugas haji Saudi Arabia," pungkasnya.
Sekedar informasi, kuota petugas haji Indonesia 2025 saat ini berjumlah 2.210 orang. Jumlah itu relatif lebih rendah dibanding musim haji 2024 yakni sebanyak 4.421 petugas haji.
Atas dasar itu, Nasaruddin mengaku, pihaknya tengah melobi Pemerintah Arab Saudi untuk bisa menambah kuota petugas haji untuk Indonesia.
Baca juga: Menag Susun Sistem Efisiensi Petugas Haji 2025
"Iya, sementara kita lobby bagaimana supaya Saudi Arabia memberikan satu kebijakan khusus kepada Indonesia untuk bisa memberikan kuota tambahan pendamping petugas jamaah haji," kata Nasaruddin saag ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2025).
Baginya, jemaah haji Indonesia lebih baik dilayani oleh petugas yang serumpun. Apalagi, kata dia, sebagian besar jemaah haji Indonesia tak bisa berbahasa Arab.
"Kalau orang Mesir, orang Syria, Lebanon, mereka semuanya bisa bahasa Arab kan? Nah orang Indonesia tuh jarang bisa bahasa Arab. Kalau ada yang sakit, ada yang tersesat, orang Arab nggak bisa bahasa Indonesia, orang Indonesia nggak bisa bahasa Arab," tutur Nasaruddin.
Baca juga: Fokus Kawal Haji 2025, Itjen Kemenag Awasi Penyediaan Layanan Haji
"Nah kami minta kepada pemerintah Saudi Arabia kemarin supaya diberikan kuota tambahan demi untuk membantu juga petugas haji Saudi Arabia," pungkasnya.
Sekedar informasi, kuota petugas haji Indonesia 2025 saat ini berjumlah 2.210 orang. Jumlah itu relatif lebih rendah dibanding musim haji 2024 yakni sebanyak 4.421 petugas haji.
(shf)
Lihat Juga :