Hadiri 1.000 Hari Wafat KH Dimyati Rois, Gus Imin: Beliau Rujukan PKB
Jum'at, 07 Maret 2025 - 14:40 WIB
loading...
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar menghadiri peringatan 1.000 hari wafatnya KH Dimyati Rois, pendiri Ponpes Al-Fadlu wal Fadilah Kaliwungu, Kendal, sekaligus Ketua Dewan Syura DPP PKB 2018-2022. FOTO/IST
A
A
A
KENDAL - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) Abdul Muhaimin Iskandar menghadiri peringatan 1.000 hari wafatnya KH Dimyati Rois, pendiri Ponpes Al-Fadlu wal Fadilah Kaliwungu, Kendal, sekaligus Ketua Dewan Syura DPP PKB 2018-2022.
Pria yang akrab disapa Gus Imin menyebut, Kiai Dimyati Rois adalah sosok panutan yang telah mewarisi berbagai macam ilmu serta keteladanan dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa, beragama, juga bernegara.
"Kita semua yakin dan optimis warisan warisan beliau akan terus mewarnai kehidupan kemasyarakatan kita, mewarnai kehidupan keumatan kita, menjadi suluh penerang jalan bangsa dan negara," ujar Gus Imin di Kendal, Kamis (6/3/2025) malam.
Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat itu menyatakan, Kiai Dimyati adalah ulama yang patut menjadi rujukan bagi siapapun, terutama bagi keluarga besar PKB dan Nahdlatul Ulama. Sebab, lanjut Gus Imin, komitmen Kiai Dimyati Rois semasa hidup tidak hanya diimplementasikan dalam laku keagamaan saja, tapi juga dalam berbangsa dan bernegara.
"Beliau adalah salah satu rujukan PKB dalam komitmen keagamaan sekaligus komitmen kebangsaan. Satu tarikan nafas yang tidak bisa diputuskan antara kecintaan kepada agama dan kecintaan kepada Tanah Air," kata Gus Imin.
Untuk diketahui, KH Dimyati Rois atau Mbah Dim lahir di Brebes pada 5 Juli 1945. Ia mengawali pendidikan sebagai santri di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, setelah itu berlanjut ke Rembang, tepatnya di Pondok Pesantren Sarang.
Pria yang akrab disapa Gus Imin menyebut, Kiai Dimyati Rois adalah sosok panutan yang telah mewarisi berbagai macam ilmu serta keteladanan dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa, beragama, juga bernegara.
"Kita semua yakin dan optimis warisan warisan beliau akan terus mewarnai kehidupan kemasyarakatan kita, mewarnai kehidupan keumatan kita, menjadi suluh penerang jalan bangsa dan negara," ujar Gus Imin di Kendal, Kamis (6/3/2025) malam.
Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat itu menyatakan, Kiai Dimyati adalah ulama yang patut menjadi rujukan bagi siapapun, terutama bagi keluarga besar PKB dan Nahdlatul Ulama. Sebab, lanjut Gus Imin, komitmen Kiai Dimyati Rois semasa hidup tidak hanya diimplementasikan dalam laku keagamaan saja, tapi juga dalam berbangsa dan bernegara.
"Beliau adalah salah satu rujukan PKB dalam komitmen keagamaan sekaligus komitmen kebangsaan. Satu tarikan nafas yang tidak bisa diputuskan antara kecintaan kepada agama dan kecintaan kepada Tanah Air," kata Gus Imin.
Untuk diketahui, KH Dimyati Rois atau Mbah Dim lahir di Brebes pada 5 Juli 1945. Ia mengawali pendidikan sebagai santri di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, setelah itu berlanjut ke Rembang, tepatnya di Pondok Pesantren Sarang.
Lihat Juga :