Jokowi Tegaskan Tidak Mau Tergesa-gesa Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess

Rabu, 26 Februari 2020 - 13:42 WIB
Jokowi Tegaskan Tidak...
Jokowi Tegaskan Tidak Mau Tergesa-gesa Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan bahwa pemerintah hati-hati dalam melakukan evakuasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kapal Pesiar Diamond Princess. Apalagi, saat ini virus corona tidak lagi hanya di Wuhan, China tapi juga ke negara lain seperti Korea, Iran, Jepang, dan Italia.

"Semuanya keputusan harus hati-hati. Tidak boleh tergesa-gesa. Kita memiliki 267 juta penduduk Indonesia yang juga harus dihitung dan dikalkulasi semuanya. Hati-hati. Saya selalu pesan pada menko, pada menteri, hati-hati memutuskan. Hati-hati, berhitung dalam menyelesaikan ini. Tidak bisa kita didesak-desak. Tidak bisa kita tergesa-gesa, ndak. Harus tepat. Seperti di Natuna yang kemarin," katanya di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (26/2/2020).

Di sisi lain pemerintah juga masih melakukan negosiasi dengan Pemerintah Jepang terkait hal ini. Terlebih lagi saat ini pemerintah masih melakukan evakuasi terhadap 188 WNI yang ada di Kapal Pesiar World Dream. Seperti diketahui, pemerintah melakukan evakuasi terhadap WNI tersebut menggunakan Kapal Suharso.

"Ini juga masih negosisasi dengan Pemerintah Jepang. Ini saja (evakuasi WNI dari World Dream) belum sampai di Pulau Sebaru. Sehingga kalau sudah sampai ditata, kita menyiapkan yang ini lagi. Tidak semudah itu diplomasi dan negosiasi. Tidak segampang itu. Tapi kita akan secepatnya menyelesaikan ini," paparnya. (Baca juga: Jangan Tunda Lagi Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess ).

Jokowi mengaku sudah rapat beberapa kali untuk membahas proses evakuasi ini. Dia mengatakan bahwa memang pemerintah memutuskan untuk mengevakuasi WNI yang berada di World Dream terlebih dahulu.

"Kemudian diputuskan terlebih dahulu yang ada di World Dream. Jumlahnya lebih banyak yaitu 188 yang itu juga yang berada di dekat kita. Sehingga saya perintahkan untuk ini diselesaikan dulu. Segara dijemput pakai KRI Suharso," tuturnya.

Dia juga mengungkapkan dalam memilih lokasi observasi pemerintah mempertimbangkan bebarapa hal. Mulai dari kapasitas hingga fasilitas. "Akhirnya diputuskan di Pulau Sebaru di Kepulauan Seribu karena kesiapannya lebih baik," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan bahwa ada dua opsi dalam melakukan evakuasi WNI di Jepang yakni menggunakan jalur laut maupun udara. Di sisi lain lokasi untuk observasi juga belum diputuskan. "Ada dua, laut maupun pesawat. Ada risiko dan itungan-itungannya. Pulaunya di mana juga belum. Jangan dianggap mudah," pungkasnya. (Baca juga: BNPB Siap Bantu Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess dan World Dream ).
(zik)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
803 Warga Indonesia...
803 Warga Indonesia di Luar Negeri Sembuh dari Infeksi Virus Corona
Kemlu Konfirmasi 536...
Kemlu Konfirmasi 536 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19
162 WNI di Luar Negeri...
162 WNI di Luar Negeri Sembuh dari Corona, Terbanyak di India
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Berita Terkini
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
AHY Serahkan Penentuan...
AHY Serahkan Penentuan Logo HUT ke-25 Partai Demokrat ke Publik, Ini Alasannya
Infografis
Kapal Bantuan Gaza Dibom...
Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved