Tak Hanya di Awal Puasa, Cuaca Ekstrem Juga Berpotensi Terjadi saat Lebaran
Rabu, 05 Maret 2025 - 07:55 WIB
loading...
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati Dwikorita mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem saat Lebaran atau Idulfitri 2025. FOTO/BINTI MUFARIDA
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan potensi cuaca ekstrem saat Lebaran atau Idulfitri 2025 di wilayah Indonesia. Hal ini diakibatkan adanya transisi pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke kemarau.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati Dwikorita menjelaskan, cuaca ekstrem mulai mereda terutama pada akhir Maret ke April 2025. Diharapkan potensi cuaca ekstrem tidak terjadi dalam beberapa hari terakhir yang membuat bencana banjir besar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
"Sebetulnya Maret itu sebetulnya sudah mulai mereda, terutama akhir Maret kemudian ke April. Tapi masa transisi pancaroba itu sering ditandai cuaca ekstrem cuma durasinya pendek tidak seperti yang kemarin," kata Dwikorita di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Rabu (5/2/2025).
Dwikorita mengatakan, potensi cuaca ekstrem pada saat masa transisi ini cenderung pendek. Dia berharap tidak akan membuat bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati Dwikorita menjelaskan, cuaca ekstrem mulai mereda terutama pada akhir Maret ke April 2025. Diharapkan potensi cuaca ekstrem tidak terjadi dalam beberapa hari terakhir yang membuat bencana banjir besar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
"Sebetulnya Maret itu sebetulnya sudah mulai mereda, terutama akhir Maret kemudian ke April. Tapi masa transisi pancaroba itu sering ditandai cuaca ekstrem cuma durasinya pendek tidak seperti yang kemarin," kata Dwikorita di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Rabu (5/2/2025).
Dwikorita mengatakan, potensi cuaca ekstrem pada saat masa transisi ini cenderung pendek. Dia berharap tidak akan membuat bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
Lihat Juga :