Hilal di Aceh Jadi Penentu Awal Ramadan 1446 Hijriah
Jum'at, 28 Februari 2025 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, kata Ahmad, sebagai pertimbangan kesimpulan daripada Nahdlatul Ulama rukyatul hilal adalah ibadah fardhu kifayah manakala hilal masih di atas ufuk berdasarkan minimal di dalam Nahdlatul Ulama mempertimbangkan 5 hisab kontemporer atau hakiki di luar hisab taqribi.
Kemudian, kata Ahmad, penentuan awal Ramadan 1446 Hijriyah tetap diselenggarakan atas dasar rukyatul hilal pada hari ini Jumat 29 Sya'ban 1446 Hijriyah yang bertepatan dengan 28 Februari 2025 masehi. Apabila hilal terlihat di Aceh maka 1 Ramadan akan ditetapkan pada 1 Maret 2025.
“Apabila hilal berhasil dilihat baik dengan kasat mata maupun dengan kasa teleskop, maupun dengan kasat kamera ketepatan rukyah Nahdlatul Ulama juga ditugaskan ke Aceh dan telah terdapat sumpah saksi, maka 1 Ramadan 1446 Hijriah bisa ditetapkan Sabtu 1 Maret 2025,” katanya.
“Berarti malam ini, mulai malam Sabtu. Namun apabila kita tidak berhasil dilihat maka 1 Ramadan akan istikmal bulan Sya'ban, yang berarti (Ramadan) akan mulai Ahad tanggal 2 Maret, malam Ahad yang akan datang kita baru memulai bulan Ramadan,” pungkasnya.
Kemudian, kata Ahmad, penentuan awal Ramadan 1446 Hijriyah tetap diselenggarakan atas dasar rukyatul hilal pada hari ini Jumat 29 Sya'ban 1446 Hijriyah yang bertepatan dengan 28 Februari 2025 masehi. Apabila hilal terlihat di Aceh maka 1 Ramadan akan ditetapkan pada 1 Maret 2025.
“Apabila hilal berhasil dilihat baik dengan kasat mata maupun dengan kasa teleskop, maupun dengan kasat kamera ketepatan rukyah Nahdlatul Ulama juga ditugaskan ke Aceh dan telah terdapat sumpah saksi, maka 1 Ramadan 1446 Hijriah bisa ditetapkan Sabtu 1 Maret 2025,” katanya.
“Berarti malam ini, mulai malam Sabtu. Namun apabila kita tidak berhasil dilihat maka 1 Ramadan akan istikmal bulan Sya'ban, yang berarti (Ramadan) akan mulai Ahad tanggal 2 Maret, malam Ahad yang akan datang kita baru memulai bulan Ramadan,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :