7 Fakta Menarik Band Punk Sukatani dan Lagu Viral Bayar Bayar Bayar

Senin, 24 Februari 2025 - 10:49 WIB
loading...
7 Fakta Menarik Band...
Terdapat 7 fakta menarik band Sukatani dan lagu viral penuh kritik Bayar Bayar Bayar yang menimbulkan kontroversi. Foto: IG Sukatani
A A A
JAKARTA - Terdapat 7 fakta menarik band Sukatani dan lagu viral penuh kritik Bayar Bayar Bayar yang menimbulkan kontroversi. Band Punk asal Purbalingga, Jawa Tengah itu menjadi perbincangan karena lagunya yang menyinggung institusi Polri.

Akibat lagunya, dua personel Sukatani yakni Muhammad Syifa Al Lutfi alias Alectroguy dan Novi Citra Indriyati alias Twister Angel terpaksa meminta maaf. Bahkan, Novi yang merupakan guru SD dipecat dari sekolahnya.

Baca juga: Manggung Lagi di Tegal, Band Sukatani Tak Nyanyikan Lagu Bayar Bayar Bayar

Dukungan pun mengalir. Mahasiswa, akademisi, serikat guru, penyanyi ternama, hingga menteri mendukung pemulihan nama baik Sukatani dan personelnya serta terus berkiprah di dunia musik.

Terbaru, Kapolri mengajak band Sukatani menjadi duta Polri untuk perbaikan institusi Polri ke depannya. Berikut fakta mengenai band Sukatani dan lagu bayar bayar bayar.

7 Fakta Menarik Band Punk Sukatani dan Lagu Viral Bayar Bayar Bayar

1. Bayar Bayar Bayar Dinilai Lagu Menyinggung Polri

Band Sukatani bikin heboh masyarakat luas lewat lagunya bayar bayar bayar. Band nyentrik yang personelnya selalu mengenakan topeng saat manggung itu menyinggung oknum polisi melalui liriknya.

Atas viralnya lagu tersebut, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan tidak ada intimidasi kepada Sukatani. "Tidak ada masalah, mungkin ada miss namun sudah diluruskan," ujar Sigit, Jumat (21/2/2025).

Menurut dia, Korps Bhayangkara bukan lembaga antikritik dan terbuka bagi setiap saran dari masyarakat, termasuk melalui karya seni seperti yang dilakukan Sukatani.

Jika ada oknum kepolisian yang membuat kesalahan, Sigit meminta semua pihak bisa menyampaikannya dengan disertai penjelasan. Pada prinsipnya, Polri terus berbenah dan melakukan evaluasi terhadap lembaganya.

2. Dua Personel Minta Maaf

Band Sukatani meminta maaf secara resmi atas lagu tersebut karena dinilai telah menyinggung Polri. Permohonan maaf juga ditujukan kepada Kapolri secara khusus.

Sebagai bentuk tanggung jawab, mereka menarik lagu dari semua platform digital sekaligus mengimbau para penggemarnya untuk turut menghapus konten yang menggunakan lagu tersebut.

"Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lirik lagu yang kami nyanyikan hingga menjadi viral. Lagu ini sebenarnya ditujukan untuk oknum kepolisian yang melanggar peraturan, tetapi kami menyadari bahwa liriknya bisa disalahartikan," kata Alectroguy melalui Instagram @sukatani.band, Kamis (20/2/2025).
7 Fakta Menarik Band Punk Sukatani dan Lagu Viral Bayar Bayar Bayar

3. Dinyanyikan Mahasiswa saat Demo Indonesia Gelap

Mahasiswa yang menggelar Demo Indonesia Gelap memutar lagu Sukatani bayar bayar bayar di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2025). Lagu diputar langsung dari mobil komando yang juga membawa speaker besar.

Pemutaran lagu itu membuat massa mahasiswa Demo Indonesia Gelap ikut bernyanyi. Peserta aksi bahkan melakukan gestur mengangkat jari tengah ketika menyanyikan lirik bayar bayar bayar.

4. Propam Polri Periksa Polisi Ditressiber Polda Jateng terkait Permintaan Maaf Sukatani
Divisi Propam Polri memeriksa anggota Ditressiber Polda Jawa Tengah (Jateng) terkait permohonan maaf Sukatani.

"Untuk memastikan profesionalisme dalam penanganan kasus ini, Biropaminal Divpropam telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota Ditressiber Polda Jateng," bunyi keterangan resmi Divisi Propam Polri melalui Twitter alias X @divpropam, Jumat (21/2/2025).

Propam Polri menjelaskan pemeriksaan dilakukan guna mengklarifikasi permasalahan yang terjadi. Terlebih, permohonan maaf yang dilontarkan Sukatani menimbulkan reaksi di masyarakat.

5. Seorang Guru SD, Vokalis Sukatani Dipecat

Vokalis Sukatani Novi Citra Indriyati dipecat sebagai guru SDIT Mutiara Hati, Banjarnegara, Jawa Tengah. Pihak sekolah menyatakan Novi yang memiliki nama panggung Twister Angel diberhentikan setelah dinyatakan melanggar kode etik sekolah.

Kepala SDIT Mutiara Hati Eti Endarwati mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasarkan aturan yang telah ditetapkan yayasan. Sebagai lembaga pendidikan Islam, sekolah memiliki kode etik dan peraturan yang harus dipatuhi oleh seluruh tenaga pengajar serta karyawan.

“Keputusan ini diambil setelah kami menerima laporan dari yayasan pada 5 Februari 2025. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa yang bersangkutan merupakan vokalis band bergenre punk. Setelah dilakukan penelusuran, sekolah dan yayasan memanggil Novi untuk dimintai keterangan,” ujar Eti.

Sekolah mengaku kaget dengan penampilan Novi dan ditemukanlah pelanggaran kode etik. "Sehingga Yayasan mengeluarkan surat pemberhentian pada 6 Februari 2025. Kemudian kami coba untuk mengklarifikasi dengan Novi terkait bukti foto tersebut di mana terdapat pelanggaran syariat Islam," katanya. Novi melanggar peraturan yayasan di mana memperlihatkan aurat.

Eti menegaskan Novi diberhentikan bukan gara-gara lagu mengkritik polisi yang telah viral. Namun, karena melanggar aturan syariat Islam.

6. Bupati Purbalingga Tawarkan Novi Bisa Mengajar Lagi

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menawarkan vokalis Sukatani Novi untuk menjadi guru lagi agar bisa mengajar kembali.

"Saya, Fahmi Muhammad Hanif, dengan tangan terbuka siap menerima Mbak Novi jika berkenan mengabdi di sekolah di Kabupaten Purbalingga," ujar Fahmi melalui Instagramnya, Sabtu (22/2/2025).

Jika Novi berkenan kembali mengajar, dia akan memfasilitasi dan mendukungnya.

7. Kapolri Ajak Sukatani Jadi Duta Polri

Kapolri mengajak band Sukatani menjadi duta Polri. ”Kalau band Sukatani berkenan akan kami jadikan juri atau band duta untuk Polri. Tujuannya demi perbaikan terhadap institusi dan juga konsep evaluasi secara berkelanjutan terhadap perilaku oknum Polri yang masih menyimpang,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Minggu (23/2/2025).

“Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berbenah menjadi organisasi yang betul-betul adaptif menerima koreksi dan menjadi organisasi modern yang terus melakukan perubahan sekaligus perbaikan,” tambahnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Boni Hargens Lihat Polri...
Boni Hargens Lihat Polri Makin Humanis: Kunci Stabilitas Sosial Politik
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
22 Pati dan Pamen Dimutasi...
22 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Polda Luar Jawa, Ada Irjen Pol hingga AKBP
Profil Brigjen Pol Arif...
Profil Brigjen Pol Arif Budiman, Kapolda Maluku Utara Lulusan Akpol 1994
Rekomendasi
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved