HT Usulkan KPI dan Dewan Pers Buat Aturan Perkuat Iklim Media
Kamis, 20 Februari 2025 - 17:56 WIB
loading...
A
A
A
HT heran media konvensional berbasis nasional tak bisa melawan dan bersikap atas fenomena ini. Padahal, solusinya hanya pada aspek regulasi. "Ini tidak bisa terus-menerus. Saya tuh kadang heran, kita ini di media, kenapa gak bisa kompak melawan ini? Karena solusinya regulasi," ucapnya.
HT mencontohkan Negara Amerika Serikat yang berani bersikap "mengusir" TikTok. Di Negeri Paman Sam, kata HT, media nasional sangat mendominasi. Untuk itu, Pemerintah perlu turun tangan untuk mengatasi hal ini.
"Saya tidak bisa, enggak perlu panjang-panjang sebetulnya. Karena solusi dari kita semua, kalau media nasional mau survive secara komersial, media nasional mau berperan di dalam pemberitaan di dalam demokrasi nasional untuk kepentingan Indonesia. Harus tegas membuat aturan memisahkan antara asing dan nasional," paparnya.
"Jadi kesimpulan, sebaiknya KPI, Dewan Pers duduk, libatkan kawan-kawan yang punya hati untuk membangun media ini solid lagi, media nasional. Ya bagaimana kita membuat pokja, kelompok pekerja merumuskan hal-hal yang perlu kita sampaikan untuk menjadi aturan," pungkasnya.
HT mencontohkan Negara Amerika Serikat yang berani bersikap "mengusir" TikTok. Di Negeri Paman Sam, kata HT, media nasional sangat mendominasi. Untuk itu, Pemerintah perlu turun tangan untuk mengatasi hal ini.
"Saya tidak bisa, enggak perlu panjang-panjang sebetulnya. Karena solusi dari kita semua, kalau media nasional mau survive secara komersial, media nasional mau berperan di dalam pemberitaan di dalam demokrasi nasional untuk kepentingan Indonesia. Harus tegas membuat aturan memisahkan antara asing dan nasional," paparnya.
"Jadi kesimpulan, sebaiknya KPI, Dewan Pers duduk, libatkan kawan-kawan yang punya hati untuk membangun media ini solid lagi, media nasional. Ya bagaimana kita membuat pokja, kelompok pekerja merumuskan hal-hal yang perlu kita sampaikan untuk menjadi aturan," pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :