Prabowo Kepada 961 Kepala Daerah: Anda Harus Membela Kepentingan Rakyat
Kamis, 20 Februari 2025 - 11:32 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto melantik 961 kepala daerah hasil Pilkada Serentak di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2/2025). FOTO/YOUTUBE SETPRES
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melantik 961 Kepala Daerah di Istana Merdeka, Kamis (20/2/2025). Presiden mengingatkan bahwa seluruh kepala daerah itu dipilih oleh rakyat.
"Saudara-saudara, saya ingin ingatkan atas nama negara dan bangsa Indonesia, bahwa saudara dipilih saudara adalah pelayan rakyat saudara adalah abdi rakyat," kata Prabowo dalam sambutannya, Kamis (20/2/2025).
Prabowo mengingatkan agar seluruh kepala daerah selalu membela kepentingan rakyat. "Saudara harus membela kepentingan rakyat, saudara harus menjaga kepentingan rakyat kita, saudara harus berjuang untuk perbaikan hidup mereka itu adalah tugas kita, itu adalah tugas kita," katanya.
Baca juga: Sah! Presiden Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah
Dia menyebutkan meski berbeda Partai, agama dan suku, saat ini seluruhnya telah menjadi keluarga besar Bhinneka Tunggal Ika.
"Walaupun kita mungkin berasal dari partai berbeda-beda, dari agama yang berbeda-beda, dari suku yang berbeda-beda tapi kita telah lahir dalam keluarga besar Nusantara, keluarga besar Republik Indonesia, keluarga besar Merah Putih, keluarga besar Bhinneka Tunggal Ika, kita berbeda-beda tapi kita satu," katanya.
"Saudara-saudara, saya ingin ingatkan atas nama negara dan bangsa Indonesia, bahwa saudara dipilih saudara adalah pelayan rakyat saudara adalah abdi rakyat," kata Prabowo dalam sambutannya, Kamis (20/2/2025).
Prabowo mengingatkan agar seluruh kepala daerah selalu membela kepentingan rakyat. "Saudara harus membela kepentingan rakyat, saudara harus menjaga kepentingan rakyat kita, saudara harus berjuang untuk perbaikan hidup mereka itu adalah tugas kita, itu adalah tugas kita," katanya.
Baca juga: Sah! Presiden Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah
Dia menyebutkan meski berbeda Partai, agama dan suku, saat ini seluruhnya telah menjadi keluarga besar Bhinneka Tunggal Ika.
"Walaupun kita mungkin berasal dari partai berbeda-beda, dari agama yang berbeda-beda, dari suku yang berbeda-beda tapi kita telah lahir dalam keluarga besar Nusantara, keluarga besar Republik Indonesia, keluarga besar Merah Putih, keluarga besar Bhinneka Tunggal Ika, kita berbeda-beda tapi kita satu," katanya.
Lihat Juga :