Duka Kopassus, 2 Prajurit Terbaiknya Prada Heroik dan Pratu Hartono Gugur di Medan Operasi
Kamis, 13 Februari 2025 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
Upaya pertolongan langsung dilakukan tim medis Serda Sumardi dengan memasang pembalut untuk menegah darah keluar dan memasang infus. Dalam upaya pertolongan tersebut, dua anggota GAM masih melakukan perlawanan dan menembak ke arah para prajurit.
Tembakan anggota GAM mengenai kaki Sertu Solihin dan menyerempet kerah baju Sertu Enjang. Melihat jumlah anggota yang terluka bertambah, Letda Inf Richard Sangari langsung meminta bantuan evakuasi dengan Helikopter ke Satgas Pur 1.
Di sisi lain, kondisi Prada Heroik dan Pratu Hartono semakin kritis akibat kehilangan banyak darah, sementara bantuan helikopter belum berani mendarat karena situasi tidak memungkin.
“Dantim, Heroik dan Hartono sudah gak ada,” teriak Sertu Sumardi.
Mendengar rekannya gugur, Jiwa Korsa prajurit Kopassus bergolak. Praka Anang dan Praka Kadek langsung bergerak mencari posisi GAM dengan merayap melalui sawah. Beberapa menit kemudian, keduanya berhasil menemukan persembunyian GAM di balik irigasi sawah.
Praka Anang dan Praka Kadek langsung menyerang menghabisi nyawa kedua anggota GAM. Selain menembak mati, Praka Anang dan Praka Kadek juga menyita dua senjata AK47.
Dalam pertempuran tersebut, Tim Gading 3 berhasil menembak mati 8 anggota GAM dan menyita 6 pucuk senjata. Meski gugur di medan operasi, nama Praka Heroik dan Pratu Hartono tetap dikenang karena diabadikan sebagai nama Gedung dan Lapangan Olahraga di Grup 1 Kopassus, Serang, Banten.
Tembakan anggota GAM mengenai kaki Sertu Solihin dan menyerempet kerah baju Sertu Enjang. Melihat jumlah anggota yang terluka bertambah, Letda Inf Richard Sangari langsung meminta bantuan evakuasi dengan Helikopter ke Satgas Pur 1.
Di sisi lain, kondisi Prada Heroik dan Pratu Hartono semakin kritis akibat kehilangan banyak darah, sementara bantuan helikopter belum berani mendarat karena situasi tidak memungkin.
“Dantim, Heroik dan Hartono sudah gak ada,” teriak Sertu Sumardi.
Mendengar rekannya gugur, Jiwa Korsa prajurit Kopassus bergolak. Praka Anang dan Praka Kadek langsung bergerak mencari posisi GAM dengan merayap melalui sawah. Beberapa menit kemudian, keduanya berhasil menemukan persembunyian GAM di balik irigasi sawah.
Praka Anang dan Praka Kadek langsung menyerang menghabisi nyawa kedua anggota GAM. Selain menembak mati, Praka Anang dan Praka Kadek juga menyita dua senjata AK47.
Dalam pertempuran tersebut, Tim Gading 3 berhasil menembak mati 8 anggota GAM dan menyita 6 pucuk senjata. Meski gugur di medan operasi, nama Praka Heroik dan Pratu Hartono tetap dikenang karena diabadikan sebagai nama Gedung dan Lapangan Olahraga di Grup 1 Kopassus, Serang, Banten.
(cip)
Lihat Juga :