Mahasiswa Seni Indonesia dan Belanda Kolaborasi Art in Motion
Selasa, 11 Februari 2025 - 21:17 WIB
loading...
Mahasiswa seni Indonesia bersama Belanda berkolaborasi dalam Art in Motion (AiM). Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Mahasiswa seni Indonesia bersama Belanda berkolaborasi dalam Art in Motion (AiM). Proyek seni inovatif tersebut hadir sebagai wadah pertukaran budaya dan kolaborasi yang menghubungkan seniman muda dari kedua negara untuk menciptakan karya seni kolaboratif.
AiM merupakan inisiatif dari penulis dan penyair Belanda Rob Hammink yang memiliki rasa ingin tahu mendalam tentang bagaimana masyarakat dan budaya saling terhubung, terutama antara Indonesia dan Belanda.
Bekerja sama dengan Erasmus Huis, pusat kebudayaan Belanda di Jakarta, dan Indonesia House Amsterdam (IHA), pusat promosi kebudayaan dan perdagangan Indonesia di Amsterdam, proyek ini mendapatkan banyak perhatian.
Baca juga: 900 Seniman dari 15 Negara Ramaikan Festival Indonesia Bertutur 2024
Karya-karya yang dihasilkan dalam proyek ini akan dipamerkan di Erasmus Huis selama beberapa minggu, di mana pengunjung dapat melihat langsung dan memberikan masukan terhadap karya seni tersebut.
Setelah sukses menggelar lokakarya di Bandung pada 2024, pada bulan ini Art in Motion kembali menjadi tuan rumah bagi sembilan mahasiswa seni Indonesia dan empat mahasiswa Belanda di Erasmus Huis.
Baca juga: Ratusan Seniman Ramaikan Pasar Seni Lukis Indonesia
Dalam lokakarya ini, para mahasiswa Indonesia di Jakarta terhubung secara virtual dengan mahasiswa Belanda di Indonesia House Amsterdam, menciptakan suasana unik bagi para kreatif muda untuk berefleksi, membuat sketsa, membangun, dan berinteraksi bersama.
Rob Hammink menjelaskan, banyak buku dan laporan penelitian di Belanda yang berfokus pada era Hindia Belanda. ”Kesadaran akan sejarah memang penting, tetapi jika kita terlalu terpaku pada masa lalu, kita bisa lupa bahwa kedua negara kita juga memiliki masa depan bersama yang positif. Mereka yang hanya melihat ke belakang dalam warna hitam dan putih tidak akan pernah melihat warna masa depan," ucapnya, Selasa (11/2/2025).
Direktur Erasmus Huis, Nicolaas de Regt, menambahkan, saat Erasmus Huis merayakan hari jadinya yang ke-55, pihaknya semakin menyadari pentingnya pertukaran budaya antara Indonesia dan Belanda. “Kami sangat senang menjadi bagian dari proyek ini dan menampilkan bakat luar biasa dari para seniman muda."
Kesembilan mahasiswa Indonesia seni yang berpartisipasi dalam proyek ini merasakan tantangan sekaligus pengalaman berharga dalam berkolaborasi.
I Gede Aditya Putra Nugraha (21) dari ISI Denpasar menuturkan, Art in Motion tidak hanya menghubungkan dengan Belanda, tetapi juga mempererat hubungan antarmahasiswa Indonesia sendiri. “Ini pengalaman yang sangat mendidik," ujar mahasiswa seni tari tersebut.
Rekan seniman Jamal Ferdinand Michael (23) dari ISBI Bandung menambahkan, jika harus memilih lokasi untuk menampilkan karya seni ini, dirinya akan mempertimbangkan lokasi sentral di Jakarta.
Sokya Karmakayana Vasarely Lutse Morin (18) dari ISI Yogyakarta memiliki pandangan berbeda. Dia lebih tertarik di Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Saya tertarik dengan IKN, ibu kota baru. Dari sinilah juga asal Bunga Titan Arum (Bunga bangkai raksasa) yang memainkan peran penting dalam karya seni kami. Semoga IKN akan menjadi kota yang indah di masa depan," ucapnya.
AiM merupakan inisiatif dari penulis dan penyair Belanda Rob Hammink yang memiliki rasa ingin tahu mendalam tentang bagaimana masyarakat dan budaya saling terhubung, terutama antara Indonesia dan Belanda.
Bekerja sama dengan Erasmus Huis, pusat kebudayaan Belanda di Jakarta, dan Indonesia House Amsterdam (IHA), pusat promosi kebudayaan dan perdagangan Indonesia di Amsterdam, proyek ini mendapatkan banyak perhatian.
Baca juga: 900 Seniman dari 15 Negara Ramaikan Festival Indonesia Bertutur 2024
Karya-karya yang dihasilkan dalam proyek ini akan dipamerkan di Erasmus Huis selama beberapa minggu, di mana pengunjung dapat melihat langsung dan memberikan masukan terhadap karya seni tersebut.
Setelah sukses menggelar lokakarya di Bandung pada 2024, pada bulan ini Art in Motion kembali menjadi tuan rumah bagi sembilan mahasiswa seni Indonesia dan empat mahasiswa Belanda di Erasmus Huis.
Baca juga: Ratusan Seniman Ramaikan Pasar Seni Lukis Indonesia
Dalam lokakarya ini, para mahasiswa Indonesia di Jakarta terhubung secara virtual dengan mahasiswa Belanda di Indonesia House Amsterdam, menciptakan suasana unik bagi para kreatif muda untuk berefleksi, membuat sketsa, membangun, dan berinteraksi bersama.
Rob Hammink menjelaskan, banyak buku dan laporan penelitian di Belanda yang berfokus pada era Hindia Belanda. ”Kesadaran akan sejarah memang penting, tetapi jika kita terlalu terpaku pada masa lalu, kita bisa lupa bahwa kedua negara kita juga memiliki masa depan bersama yang positif. Mereka yang hanya melihat ke belakang dalam warna hitam dan putih tidak akan pernah melihat warna masa depan," ucapnya, Selasa (11/2/2025).
Direktur Erasmus Huis, Nicolaas de Regt, menambahkan, saat Erasmus Huis merayakan hari jadinya yang ke-55, pihaknya semakin menyadari pentingnya pertukaran budaya antara Indonesia dan Belanda. “Kami sangat senang menjadi bagian dari proyek ini dan menampilkan bakat luar biasa dari para seniman muda."
Kesembilan mahasiswa Indonesia seni yang berpartisipasi dalam proyek ini merasakan tantangan sekaligus pengalaman berharga dalam berkolaborasi.
I Gede Aditya Putra Nugraha (21) dari ISI Denpasar menuturkan, Art in Motion tidak hanya menghubungkan dengan Belanda, tetapi juga mempererat hubungan antarmahasiswa Indonesia sendiri. “Ini pengalaman yang sangat mendidik," ujar mahasiswa seni tari tersebut.
Rekan seniman Jamal Ferdinand Michael (23) dari ISBI Bandung menambahkan, jika harus memilih lokasi untuk menampilkan karya seni ini, dirinya akan mempertimbangkan lokasi sentral di Jakarta.
Sokya Karmakayana Vasarely Lutse Morin (18) dari ISI Yogyakarta memiliki pandangan berbeda. Dia lebih tertarik di Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Saya tertarik dengan IKN, ibu kota baru. Dari sinilah juga asal Bunga Titan Arum (Bunga bangkai raksasa) yang memainkan peran penting dalam karya seni kami. Semoga IKN akan menjadi kota yang indah di masa depan," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :