10 Menteri dengan Penilaian Terbaik, Nomor 3 Digadang Jadi Rising Star Pilpres Mendatang
Jum'at, 07 Februari 2025 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Plus Minus 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran
“Di antara 55 nama menteri/kepala badan yang masuk dalam penilaian, peringkat terbaik paling tinggi diraih oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani (65,4%),” ujar Direktur Komunikasi Idsight Johan Santosa, Jumat (7/2/2025).
Sri Mulyani sudah menjabat sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keandalannya dalam menjaga postur keuangan negara diakui secara luas oleh publik.
“Hanya saja terdapat cukup banyak penilaian negatif (25,8%), khususnya berkaitan dengan sentimen publik tentang pajak yang berkaitan pula dengan rencana penerapan PPN 12% dan aplikasi digitalisasi perpajakan Coretax yang dinilai belum siap untuk digunakan,” jelas Johan.
Baca juga: Prabowo Respons Isu Reshuffle usai 100 Hari Kerja: Yang Tidak Mau Bekerja untuk Rakyat, Saya Akan Singkirkan
Peringkat terbaik kedua diduduki oleh Menteri BUMN Erick Thohir yang mencapai 61,2%. Dia kembali menduduki posisi Menteri BUMN yang sudah disandang sejak masa Presiden Jokowi periode kedua.
Latar belakang Erick Thohir sudah dikenal luas sebelumnya sebagai pengusaha dan pebisnis olahraga, hingga kini menjabat ketua umum PSSI. Polemik terkait dicopotnya pelatih sepakbola asal Korea Selatan Shin Tae-yong menjadi faktor utama tingginya penilaian negatif terhadap Erick Thohir (32,5%).
“Meskipun tidak terkait langsung dengan jabatannya di pemerintahan, faktor ketokohan Erick Thohir membuat persoalan sepakbola tidak bisa dipisahkan dari politik dalam persepi publik,” kata Johan.
“Di antara 55 nama menteri/kepala badan yang masuk dalam penilaian, peringkat terbaik paling tinggi diraih oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani (65,4%),” ujar Direktur Komunikasi Idsight Johan Santosa, Jumat (7/2/2025).
Sri Mulyani sudah menjabat sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keandalannya dalam menjaga postur keuangan negara diakui secara luas oleh publik.
“Hanya saja terdapat cukup banyak penilaian negatif (25,8%), khususnya berkaitan dengan sentimen publik tentang pajak yang berkaitan pula dengan rencana penerapan PPN 12% dan aplikasi digitalisasi perpajakan Coretax yang dinilai belum siap untuk digunakan,” jelas Johan.
Baca juga: Prabowo Respons Isu Reshuffle usai 100 Hari Kerja: Yang Tidak Mau Bekerja untuk Rakyat, Saya Akan Singkirkan
Peringkat terbaik kedua diduduki oleh Menteri BUMN Erick Thohir yang mencapai 61,2%. Dia kembali menduduki posisi Menteri BUMN yang sudah disandang sejak masa Presiden Jokowi periode kedua.
Latar belakang Erick Thohir sudah dikenal luas sebelumnya sebagai pengusaha dan pebisnis olahraga, hingga kini menjabat ketua umum PSSI. Polemik terkait dicopotnya pelatih sepakbola asal Korea Selatan Shin Tae-yong menjadi faktor utama tingginya penilaian negatif terhadap Erick Thohir (32,5%).
“Meskipun tidak terkait langsung dengan jabatannya di pemerintahan, faktor ketokohan Erick Thohir membuat persoalan sepakbola tidak bisa dipisahkan dari politik dalam persepi publik,” kata Johan.
Lihat Juga :