Profil Japto Soerjosoemarno Sosok Ketua Pemuda Pancasila yang Rumahnya Digeledah KPK
Rabu, 05 Februari 2025 - 14:08 WIB
loading...
A
A
A
Di luar aktivitas organisasi dan politik, Japto dikenal sebagai seorang penyayang binatang dan aktif dalam upaya pelestarian satwa melalui World Wildlife Fund (WWF). Namun, ironisnya, ia juga memiliki hobi berburu. Hal ini terlihat dari berbagai trofi berburu yang dimilikinya, termasuk dari "Big Five" di Afrika, serta koleksi binatang yang diawetkan yang menghiasi rumahnya di kawasan Ciganjur, Jakarta.
Pada Selasa, 4 Februari 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Japto di Jalan Benda Ujung, Ciganjur, Jakarta Selatan. Dalam penggeledahan tersebut, KPK menyita 11 kendaraan bermotor roda empat, sejumlah uang dalam mata uang rupiah dan valuta asing, serta dokumen dan barang bukti elektronik lainnya.
Penggeledahan ini terkait dengan kasus dugaan gratifikasi yang menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara. Namun, hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai keterlibatan langsung Japto dalam kasus tersebut.
Di dunia hiburan Japto tampil dalam film dokumenter pemenang penghargaan ada 2012, "The Act of Killing", yang mengisahkan tentang peran organisasi paramiliter dalam peristiwa pembantaian massal di Indonesia pada tahun 1965. Dalam film tersebut, Japto digambarkan sebagai sosok yang kaya dan memiliki pandangan misoginis. Ia sempat mengancam akan menuntut sutradara atau produser film tersebut karena merasa tidak puas dengan penggambaran dirinya.
Japto Soerjosoemarno adalah sosok yang kompleks dengan berbagai peran dalam masyarakat Indonesia. Sebagai pemimpin Pemuda Pancasila, politisi, pecinta binatang, dan tokoh kontroversial, Japto telah memberikan dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan di Indonesia. Meskipun menghadapi berbagai tantangan dan kontroversi, perannya dalam sejarah modern Indonesia tidak dapat diabaikan.
Pada Selasa, 4 Februari 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Japto di Jalan Benda Ujung, Ciganjur, Jakarta Selatan. Dalam penggeledahan tersebut, KPK menyita 11 kendaraan bermotor roda empat, sejumlah uang dalam mata uang rupiah dan valuta asing, serta dokumen dan barang bukti elektronik lainnya.
Penggeledahan ini terkait dengan kasus dugaan gratifikasi yang menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara. Namun, hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai keterlibatan langsung Japto dalam kasus tersebut.
Di dunia hiburan Japto tampil dalam film dokumenter pemenang penghargaan ada 2012, "The Act of Killing", yang mengisahkan tentang peran organisasi paramiliter dalam peristiwa pembantaian massal di Indonesia pada tahun 1965. Dalam film tersebut, Japto digambarkan sebagai sosok yang kaya dan memiliki pandangan misoginis. Ia sempat mengancam akan menuntut sutradara atau produser film tersebut karena merasa tidak puas dengan penggambaran dirinya.
Japto Soerjosoemarno adalah sosok yang kompleks dengan berbagai peran dalam masyarakat Indonesia. Sebagai pemimpin Pemuda Pancasila, politisi, pecinta binatang, dan tokoh kontroversial, Japto telah memberikan dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan di Indonesia. Meskipun menghadapi berbagai tantangan dan kontroversi, perannya dalam sejarah modern Indonesia tidak dapat diabaikan.
(cip)
Lihat Juga :