Wihara Amurva Bumi Menang Kasasi, Raja Juli: Kado Imlek Terbaik dari Pemerintah
Sabtu, 01 Februari 2025 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
Saat menjabat sebagai Wamen ATR/BPN, Raja Antoni turut membantu proses penyelesaian sengketa tersebut. Raja Antoni mengatakan, hal ini dilakukan lantaran dirinya meyakini Wihara Amurfa Bumi secara formal telah berdiri selama 100 tahun.
"Saya mendapatkan berita sangat menggembirakan, membahagiakan. Jadi, tanah Amurfa Bumi, terutama di bagian depan sana itu, ketika saya menjadi Wamen ATR/BPN, itu ada sengketa dengan sebuah perusahaan besar. Saya ketika itu berusaha membantu, karena saya yakin Amurfa Bumi ini sudah berdiri 100 tahun secara formal," ujarnya.
"Tapi menjadi Kelenteng kecil, atau menjadi Vihara kecil, mungkin dalam tradisi Islam Musala, itu sudah 135 tahun. Jadi ini sudah tua sekali, sudah banyak menghasilkan, menyirami nilai-nilai spiritualitas kepada warga Buddhis, Khonghucu, maupun Tao ya, tapi kemudian ada mafia tanah yang berusaha mengambil persis jalan masuknya," ujar Raja Antoni.
Raja Antoni mengatakan kemenangan sengketa di MA ini merupakan kado imlek terbaik dari pemerintah Prabowo Subianto.
"Sebagai Wamen ATRBPN ketika itu, saya berusaha membantu, kerja sama untuk menyusun sebuah langkah-langkah pembuktian. Ketika itu sudah kalah sekali, kalah kedua kali, dan kemudian kita maju ke Mahkamah Agung. Alhamdulillah, sudah menang di MA, inkrah di MA dan saya kira ini adalah kado terbaik, imlek dari negara, dari pemerintah, dari Pak Prabowo Subianto kepada para pemeluk agama Buddha, Khonghucu, maupun Tao, bahwa negara hadir, ada keadilan yang bisa ditegakkan di Wihara Amurfa Bumi ini," ujarnya.
"Saya mendapatkan berita sangat menggembirakan, membahagiakan. Jadi, tanah Amurfa Bumi, terutama di bagian depan sana itu, ketika saya menjadi Wamen ATR/BPN, itu ada sengketa dengan sebuah perusahaan besar. Saya ketika itu berusaha membantu, karena saya yakin Amurfa Bumi ini sudah berdiri 100 tahun secara formal," ujarnya.
"Tapi menjadi Kelenteng kecil, atau menjadi Vihara kecil, mungkin dalam tradisi Islam Musala, itu sudah 135 tahun. Jadi ini sudah tua sekali, sudah banyak menghasilkan, menyirami nilai-nilai spiritualitas kepada warga Buddhis, Khonghucu, maupun Tao ya, tapi kemudian ada mafia tanah yang berusaha mengambil persis jalan masuknya," ujar Raja Antoni.
Raja Antoni mengatakan kemenangan sengketa di MA ini merupakan kado imlek terbaik dari pemerintah Prabowo Subianto.
"Sebagai Wamen ATRBPN ketika itu, saya berusaha membantu, kerja sama untuk menyusun sebuah langkah-langkah pembuktian. Ketika itu sudah kalah sekali, kalah kedua kali, dan kemudian kita maju ke Mahkamah Agung. Alhamdulillah, sudah menang di MA, inkrah di MA dan saya kira ini adalah kado terbaik, imlek dari negara, dari pemerintah, dari Pak Prabowo Subianto kepada para pemeluk agama Buddha, Khonghucu, maupun Tao, bahwa negara hadir, ada keadilan yang bisa ditegakkan di Wihara Amurfa Bumi ini," ujarnya.
(cip)
Lihat Juga :