KAHMI Dukung Pemanfaatan 20 Juta Hektare Hutan untuk Cadangan Pangan dan Energi
Sabtu, 01 Februari 2025 - 12:15 WIB
loading...
Ketua Bidang Agriculture Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) Ato Ismail mendukung wacana pemanfaatan 20 juta hektare hutan untuk cadangan pangan, energi, dan air. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Bidang Agriculture Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) Ato' Ismail mendukung wacana pemanfaatan 20 juta hektare hutan untuk cadangan pangan, energi, dan air. Pemanfaatan hutan ini bertujuan untuk mencapai swasembada pangan dan energi yang menjadi salah satu fokus Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Ato', Indonesia masih memiliki luas hutan yang signifikan. "Pada akhir 2023, luas hutan di Indonesia mencapai 125 juta hektar," katanya dalam Seminar Swasembada Pangan MN KAHMI, Jumat (31/1/2025).
Seminar tersebut menghadirkan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi sebagai Keynote Speaker, serta beberapa pembicara, antara lain Presidium MN KAHMI Abdullah Puteh, anggota Komisi IV DPR Rokhmin Dahuri MS, Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB Sofyan Sjaf, dan Andaru Fadhil Aulia dari BNI.
Baca juga: Menteri LH Hanif Faisol Selidiki Kerusakan 41.000 Hektare Lahan di Katingan
Ato' menjelaskan, pembukaan lahan ini berpotensi menciptakan 10 juta lapangan pekerjaan baru melalui program hilirisasi agrobisnis. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp20.000 triliun dan menghasilkan Rp1.000 triliun dalam bentuk pajak bagi negara.
Menurut Ato', Indonesia masih memiliki luas hutan yang signifikan. "Pada akhir 2023, luas hutan di Indonesia mencapai 125 juta hektar," katanya dalam Seminar Swasembada Pangan MN KAHMI, Jumat (31/1/2025).
Seminar tersebut menghadirkan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi sebagai Keynote Speaker, serta beberapa pembicara, antara lain Presidium MN KAHMI Abdullah Puteh, anggota Komisi IV DPR Rokhmin Dahuri MS, Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB Sofyan Sjaf, dan Andaru Fadhil Aulia dari BNI.
Baca juga: Menteri LH Hanif Faisol Selidiki Kerusakan 41.000 Hektare Lahan di Katingan
Ato' menjelaskan, pembukaan lahan ini berpotensi menciptakan 10 juta lapangan pekerjaan baru melalui program hilirisasi agrobisnis. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp20.000 triliun dan menghasilkan Rp1.000 triliun dalam bentuk pajak bagi negara.
Lihat Juga :