Jakarta Dikepung Banjir, BMKG: Cuaca Ekstrem Akibat Serbuan Udara Dingin Dataran Tinggi Siberia dan Fenomena MJO
Kamis, 30 Januari 2025 - 17:41 WIB
loading...
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan penyebab cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir Jakarta dalam OneOnOne SindonewsTV yang tayang pada Jumat (31/1/2025) malam. Foto/Muhammad Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Cuaca ekstrem melanda Jabodetabek sejak Selasa (28/1/2025) lalu membuat sejumlah wilayah di Jakarta terkepung bencana hidrometeorologi atau banjir.
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan penyebab cuaca ekstrem ini terjadi akibat dua hal. Pertama, serbuan udara dingin dari dataran tinggi Siberia. Kedua, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) atau arak-arakan awan hujan yang melintas di garis khatulistiwa Samudera Hindia.
Baca juga: Update Banjir Jakarta Siang Ini, 34 RT dan 3 Ruas Jalan Terendam
"Salah satu penyebab hujan ekstrem ini serbuan udara dingin dari pegunungan atau dataran tinggi Siberia itu salah satu penyebabnya," kata Dwikorita dalam acara OneOnOne SindonewsTV, Kamis (30/1/2025).
"Tapi, juga terjadi Madden-Julian Oscillation (MJO) yaitu masuknya atau arak-arakan atau kumpulan awan hujan di sepanjang garis khatulistiwa di Samudera Hindia, mereka terjadi itu ada periode ulang siklus 30-60 hari sehingga waktu itu diprediksi Desember 2024 sudah aman akan terulang lagi 30-60 hari ini sudah kedatangan yang berikutnya," tambahnya.
Dwikorita juga menjelaskan intensitas hujan di wilayah Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Timur pada Selasa (28/1/2025) melampaui ekstrem menembus hingga 250-264 Mm/hari.
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan penyebab cuaca ekstrem ini terjadi akibat dua hal. Pertama, serbuan udara dingin dari dataran tinggi Siberia. Kedua, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) atau arak-arakan awan hujan yang melintas di garis khatulistiwa Samudera Hindia.
Baca juga: Update Banjir Jakarta Siang Ini, 34 RT dan 3 Ruas Jalan Terendam
"Salah satu penyebab hujan ekstrem ini serbuan udara dingin dari pegunungan atau dataran tinggi Siberia itu salah satu penyebabnya," kata Dwikorita dalam acara OneOnOne SindonewsTV, Kamis (30/1/2025).
"Tapi, juga terjadi Madden-Julian Oscillation (MJO) yaitu masuknya atau arak-arakan atau kumpulan awan hujan di sepanjang garis khatulistiwa di Samudera Hindia, mereka terjadi itu ada periode ulang siklus 30-60 hari sehingga waktu itu diprediksi Desember 2024 sudah aman akan terulang lagi 30-60 hari ini sudah kedatangan yang berikutnya," tambahnya.
Dwikorita juga menjelaskan intensitas hujan di wilayah Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Timur pada Selasa (28/1/2025) melampaui ekstrem menembus hingga 250-264 Mm/hari.
Lihat Juga :