Koleksi Brevet dan Tanda Jasa Letjen TNI Rui Fernando, Jenderal Kopassus Berdarah Timtim
Rabu, 29 Januari 2025 - 06:22 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya Seskoad LN (US Army Command General and Staff College (CGSC) Fort Leavenworth, Kansas (2009), Dikreg Sesko TNI, S2 International Relation Webster University (M.A) hingga S3 Strategi Pertahanan Unhan.
Tidak hanya itu, Rui Fernando juga memiliki banyak koleksi brevet dan tanda jasa. Brevet tersebut diperolehnya karena telah mengikuti pendidikan militer maupun diterjunkan dalam medan operasi. Rui Fernando tercatat pernah terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Leste.
Brevet juga menjadi lambang kebanggaan bagi prajurit yang berhasil meraihnya. Pendidikan Dasar Para TNI AD (Diksar Para) berlangsung selama empat minggu dan ditempuh dalam dua tahap: ground training dan penerjunan. Latihan-latihan yang dilakukan dalam Diksar Para meliputi terjun tanpa perlengkapan, terjun dengan perlengkapan tempur, hingga terjun malam dan di hutan gunung.
Selanjutnya pranjurit mengikuti latihan di tanah untuk mempraktikkan gerakan dan teknik terjun serta membiasakan prajurit dengan peralatan penerjunan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Tahap utama adalah latihan di udara, di mana prajurit melakukan terjun sebenarnya dari pesawat udara, baik solo maupun bersama instruktur, untuk menguji kemampuan mereka dalam berbagai situasi dan kondisi udara.
Brevet juga menjadi lambang kebanggaan bagi prajurit yang berhasil meraihnya. Pendidikan Dasar Para TNI AD (Diksar Para) berlangsung selama empat minggu dan ditempuh dalam dua tahap: ground training dan penerjunan.
Selanjutnya prajurit dilatih dalam operasi khusus seperti infiltrasi, sabotase, penyergapan, serta teknik pengintaian dan pengamatan di berbagai medan dan kondisi. Latihan ini menguji ketahanan fisik dan mental prajurit dalam situasi berbahaya dan kompleks.
Bintang Yudha Dharma diberikan kepada mereka yang telah mendarmabaktikan diri melebihi dan melampaui panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas pembinaan dan pengembangan serta menghasilkan karya yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pemerintah dan NKRI.
Bintang Kartika Eka Paksi diberikan kepada mereka yang telah menunjukkan kemampuan, kebijaksanaan, dan jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban untuk kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Darat. Bintang ini dapat diberikan juga kepada WNI bukan anggota TNI Angkatan Darat yang telah memenuhi persyaratan tersebut.
Tidak hanya itu, Rui Fernando juga memiliki banyak koleksi brevet dan tanda jasa. Brevet tersebut diperolehnya karena telah mengikuti pendidikan militer maupun diterjunkan dalam medan operasi. Rui Fernando tercatat pernah terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Leste.
Berikut ini brevet yang dimiliki Letjen TNI Rui Fernando:
1. Brevet Kualifikasi Komando Kopassus
Brevet ini diperoleh prajurit Kopassus yang telah melewati pendidikan dan latihan di Pusdiklatpassus Batujajar, Bandung, Jawa Barat. Pendidikan yang berlangsung selama tujuh bulan ini meliputi pendidikan dasar, pelatihan di hutan, gunung, rawa, dan laut.2. Brevet Para Dasar
Brevet Para Dasar adalah lencana yang diberikan kepada prajurit TNI AD yang telah lulus kursus terjun payung militer. Brevet ini merupakan simbol keahlian dan prestasi khusus di bidang tertentu dan menandakan kompetensi teknis dan profesional prajurit.Brevet juga menjadi lambang kebanggaan bagi prajurit yang berhasil meraihnya. Pendidikan Dasar Para TNI AD (Diksar Para) berlangsung selama empat minggu dan ditempuh dalam dua tahap: ground training dan penerjunan. Latihan-latihan yang dilakukan dalam Diksar Para meliputi terjun tanpa perlengkapan, terjun dengan perlengkapan tempur, hingga terjun malam dan di hutan gunung.
3. Brevet Free Fall
Brevet Free Fall TNI AD merupakan penghargaan yang diberikan kepada prajurit TNI AD yang telah menyelesaikan pelatihan khusus dalam teknik penerjunan bebas (free fall). Setelah lolos seleksi awal, prajurit akan mengikuti pendidikan dasar free fall yang mencakup teori dasar penerjunan, persiapan fisik dan mental, serta latihan teknis seperti posisi tubuh saat terjun, navigasi udara, dan teknik mendarat dengan aman.Selanjutnya pranjurit mengikuti latihan di tanah untuk mempraktikkan gerakan dan teknik terjun serta membiasakan prajurit dengan peralatan penerjunan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Tahap utama adalah latihan di udara, di mana prajurit melakukan terjun sebenarnya dari pesawat udara, baik solo maupun bersama instruktur, untuk menguji kemampuan mereka dalam berbagai situasi dan kondisi udara.
4. Brevet Para Dasar
Brevet Para Dasar adalah lencana yang diberikan kepada prajurit TNI AD yang telah lulus kursus terjun payung militer. Brevet ini merupakan simbol keahlian dan prestasi khusus di bidang tertentu dan menandakan kompetensi teknis dan profesional prajurit.Brevet juga menjadi lambang kebanggaan bagi prajurit yang berhasil meraihnya. Pendidikan Dasar Para TNI AD (Diksar Para) berlangsung selama empat minggu dan ditempuh dalam dua tahap: ground training dan penerjunan.
5. Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor)
Brevet Satgultor 81 diberikan kepada prajurit TNI AD yang telah menyelesaikan pelatihan khusus dalam Satuan Penanggulangan Anti Teror 81 (Satgultor 81) Kopassus. Tahap ini mencakup pelatihan dasar dalam berbagai keterampilan, seperti teknik penyamaran, taktik pertempuran khusus, penggunaan senjata dan peralatan khusus, serta teknik pertolongan pertama di medan yang sulit, untuk membekali prajurit dengan keterampilan dasar dalam operasi militer khusus.Selanjutnya prajurit dilatih dalam operasi khusus seperti infiltrasi, sabotase, penyergapan, serta teknik pengintaian dan pengamatan di berbagai medan dan kondisi. Latihan ini menguji ketahanan fisik dan mental prajurit dalam situasi berbahaya dan kompleks.
Adapun Koleksi Tanda Jasa Letjen TNI Rui Fernando:
1. Bintang Yudha Dharma
Tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah untuk menghormati jasa dharmabakti seseorang yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh bangsa dan negara. Bintang ini ditetapkan secara resmi pada 1971. Bintang ini berada setingkat di atas Bintang Bhayangkara, Bintang Kartika Eka Paksi, Bintang Jalasena, dan Bintang Swa Bhuwana Paksa.Bintang Yudha Dharma diberikan kepada mereka yang telah mendarmabaktikan diri melebihi dan melampaui panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas pembinaan dan pengembangan serta menghasilkan karya yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pemerintah dan NKRI.
2. Bintang Kartika Eka Paksi
Tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati jasa seorang prajurit yang luar biasa untuk kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Darat. Penghargaan ini ditetapkan secara resmi pada 1968. Bintang ini berada setingkat di bawah Bintang Yudha Dharma.Bintang Kartika Eka Paksi diberikan kepada mereka yang telah menunjukkan kemampuan, kebijaksanaan, dan jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban untuk kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Darat. Bintang ini dapat diberikan juga kepada WNI bukan anggota TNI Angkatan Darat yang telah memenuhi persyaratan tersebut.
3. Bintang Yudha Dharma
Tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah untuk menghormati jasa dharmabakti seseorang yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh bangsa dan negara. Bintang ini ditetapkan secara resmi pada 1971. Bintang ini berada setingkat di atas Bintang Bhayangkara, Bintang Kartika Eka Paksi, Bintang Jalasena, dan Bintang Swa Bhuwana Paksa.Lihat Juga :