alexametrics

Peringatan BMKG, Hujan Disertai Angin Kencang Akan Landa 17 Wilayah Ini

loading...
Peringatan BMKG, Hujan Disertai Angin Kencang Akan Landa 17 Wilayah Ini
BMKG memprakirakan hujan lebat disertai angin kencang masih akan mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia hingga pekan depan. Foto: dok/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat disertai angin kencang masih akan mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia hingga pekan depan.

BMKG mencatat terdapat sirkulasi di perairan barat Aceh, di Samudra Hindia barat daya Sumatera, dan di Teluk Carpentaria. Konvergensi memanjang dari Sumatera Barat hingga Bengkulu, dari Utara Kalimantan Barat hingga Kalimantan Barat, di Selat Jawa, dan dari Sulawesi Selatan hingga Laut Arafuru. Kemudian, daerah belokan angin terdapat di Aceh, Selat Karimata, Kalimantan bagian barat, dan Maluku.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengaku pihaknya telah memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami hujan sedang hingga lebat hingga 13 Februari 2020. “Secara umum, wilayah Indonesia hingga 13 Februari 2020 hampir merata di berbagai pulau besar Indonesia, mulai Aceh sampai Papua alami hujan harian dengan intensitas sedang hingga lebat,” ungkap Dwikorita di Jakarta, kemarin.



BMKG, lanjutnya, memprediksi terdapat 17 wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang. Di antaranya Pulau Jawa, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, hingga Kepulauan Bangka Belitung. “Sedangkan potensi hujan lebat diperkirakan terjadi di 10 wilayah seperti Kepulauan Riau, Lampung, Yogyakarta, dan Bali,” ungkapnya.

Dwikorita pun mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir, banjir bandang, dan longsor. Menurut BMKG, wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat yakni Kepulauan Riau, Lampung, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

Sedangkan wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang, kilat, atau petir terjadi di Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga sudah memperingatkan adanya potensi bencana banjir dan tanah longsor. Peringatan BNPB ini juga didasarkan atas prakiraan cuaca yang bakal didominasi hujan lebat pada pekan ini.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan, di beberapa wilayah diprediksi mengalami hujan dengan intensitas lebat sejak Jumat (7/2) dan beberapa hari ke depan. Menurut dia, potensi hujan lebat bakal terjadi di wilayah Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan Papua.

Menurut laporan BMKG, lanjutnya, juga memonitor terjadinya siklon tropis Damien. Siklon yang tumbuh di sekitaran Samudera Hindia ini bergerak ke arah barat – barat daya dengan kecepatan 12 km per jam. “Prediksi 24 jam atau tepatnya 7 Februari 2020, pukul 19.00 WIB, siklon ini tetap bergerak ke barat daya dan menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan 140 km per jam,” ungkap Agus.

Siklon tropis Damien, ujarnya, akan berdampak terhadap cuaca di Indonesia berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa bagian Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Di samping itu, gelombang laut dengan ketinggian 1,25 – 2,5 meter di Samudera Hindia atau sekitar wilayah perairan Jawa Timur, Bali, NTB, selatan Kupang, Rote, dan selatan Laut Sawu.

Di samping siklon tropis Damien, BMKG memonitor terjadinya bibit siklon tropis lainnya dengan kode 92S di perairan barat Australia yang bergerak ke arah barat daya. “Siklon ini berpotensi pada terjadinya hujan dengan intensitas lebat maupun hujan lebat disertai angin kencang dan petir,” paparnya.

Sehubungan dengan fenomena alam terkait iklim dan cuaca, Agus meminta masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi ancaman bahaya, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, maupun petir. “Masyarakat dapat terus memantau informasi prakiraan cuaca maupun informasi kewaspadaan terkait cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, BNPB dan BPBD,” tandasnya. (Binti Mufarida)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak